18 February 2020

Pembunuhan

Penghinaan Dibalas Hantaman Botol Miras, Satu Nyawa Melayang

KONFRONTASI-Minuman keras (miras) membawa petaka. MNA (43) menganiaya teman satu tongkrongannya berinisial NRA (52) hingga tewas, Jumat (31/1/2020).

Alasan MNA menganiaya temannya karena pelaku diejek oleh korban saat pesta miras di Jalan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Kapolsek Senen Kompol Ewo Sarwono mengatakan, kejadian bermula antara korban, pelaku, dan dua saksi lainnya malam itu pesta miras. Saat mabuk, korban menghina pelaku dengan kata kasar lalu memukul kepala pelaku.

Lahirkan Anak di Luar Nikah, Janda di Blitar Cekik Bayinya Hingga Tewas

KONFRONTASI-SL (37) warga Dusun Sumberbulus, Desa Sumberkembar, Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar, mengaku telah menghabisi bayi yang baru saja dilahirkannya. Selain menyiram dengan air dingin, bayi yang baru lahir dicekiknya dengan kain pantai hingga tewas.

SL yang berstatus janda mengaku malu memiliki anak hasil hubungan gelap dengan lelaki asal Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro. "Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka, " ujar Kasatreskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi kepada wartawan, Rabu (5/2/2020).

Ya Ampun, Ibu Pukul Bayinya Hingga Tewas, Sempat Diseret Hingga Masuk Selokan

KONFRONTASI-Sumarni (40), warga Jalan Bulian, Desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi tega membunuh bayinya, ZAU yang baru berusia empat bulan. Pelaku memukul anaknya dengan alat musik rebana atau kompangan.

Pelaku juga sempat menyeret-nyeret korban di masjid dan tangga masjid milik Pondok Pesantren (Ponpes) Aliyah Raudhatul Mujawidin.

Bikin Rusuh di Pesta Hajatan, Anggota Polisi Tewas Dikeroyok Massa

KONFRONTASI-Anggota Polsek Way Bungur, Polres Lampung Timur, Brigpol Ahmad Jamsari tewas dikeroyok massa saat menghadiri organ tunggal pesta hajatan di Kampung Sanggar Buana, Seputih Banyak, Lampung Tengah, Senin 3 Februari 2020.

Bintara polisi itu tewas dengan sejumlah luka di bagian kepala diduga akibat hantaman batu. Korban dikeroyok massa diduga akibat terlibat perkelahian hingga memicu kemarahan warga.

Bocah SD Ditemukan Tewas di Kebun Durian Setelah Empat Hari Menghilang

KONFRONTASI-Setelah hilang selama empat hari, bocah kelas III sekolah dasar di Banjarnegara, Jawa Tengah, ditemukan tewas di tengah kebun durian. Dugaan sementara korban dibunuh karena terdapat luka sayatan di leher.

Mrf (10), anak pasangan Bikam Sukamto dan Rohana, ditemukan meninggal di tengah kebun durian di Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara.

Bayi Tak Berdosa Ditemukan Tewas Tertimbun di Irigasi, Diduga Baru Dilahirkan

KONFRONTASI-Sesosok bayi ditemukan tewas tertimbun di saluran irigasi persawahan, Ponorogo, Jawa Timur. Diduga, bayi dibunuh sebelum akhirnya ditimbun oleh pelaku.

Saat ditemukan, kondisi bayi sudah membusuk dan tak bisa dikenali. Polisi pun masih mencari pelaku pembunuh dan penimbun bayi itu.

Warga Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Ponorogo gempar, bayi berjenis kelamin laki laki, ditemukan di persawahan desa setempat. Bayi yang terbungkus kain itu, sudah membusuk, dan tidak bisa dikenali lagi.

Kisah Pembantaian Massal di Alaska

KONFRONTASI -Ada banyak pembunuhan massal di dunia yang disebabkan oleh alasan-alasan aneh. Termasuk yang terjadi di Alaska ini: legenda mengatakan bahwa pembantaian di sana disebabkan oleh permainan anak panah.

Para arkeolog dari University of Aberdeen yang melakukan penggalian di kota Agaligmiut, berhasil mengungkap situs pembantaian massal berusia 350 tahun. Situs tersebut berkaitan dengan serangkaian konflik di Alaska pada abad ke-17–terkenal dengan insiden “mencungkil mata”.

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya dengan Cara Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

KONFRONTASI-Seorang ibu di Rusia dituduh membunuh bayinya yang baru lahir dengan cara dimasukkan ke dalam mesin cuci yang tengah berputar.

Perempuan yang disebut hanya bernama Nadezhda Z itu melahirkan anak keempatnya secara prematur pada pekan lalu, demikian laporan media lokal.

Jaksa Tuntut Pelajar Pembunuh Begal Hukuman Satu Tahun Pembinaan

KONFRONTASI-Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, berinisial ZA berusia 17 tahun yang diduga membunuh seorang begal atau pelaku perampasan dituntut hukuman pidana pembinaan dalam lembaga selama satu tahun.

Kuasa Hukum ZA Bhakti Riza Hidayat mengatakan bahwa terkait dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (Anak) tersebut, pihaknya akan menyiapkan pembelaan yang rencananya disidangkan pada esok hari, Rabu (22/1).

Dakwaan Jaksa Terhadap Pelajar Pembunuh Begal Banyak Kejanggalan

KONFRONTASI-Saksi ahli hukum pidana Universitas Brawijaya Malang Lucky Endrawati menyatakan bahwa pasal dakwaan yang disangkakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) terhadap pelajar yang membunuh begal di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak sesuai.

Lucky menjelaskan bahwa pasal yang disangkakan kepada ZA adalah Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dengan pembunuhan berencana. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan kronologi kejadian.

Pages