PBB

Syarikat Alumni ITB Kecam Perlakuan Tidak Adil KPU Terhadap PBB

KONFRONTASI - Syarikat Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) sangat mengecam tindakan tidak adil terhadap dialami Partai Bulan Bintang (PBB) yang didiskualifikasi sebagai peserta Pemilu 2019

KPU dinilai telah mengabaikan dengan semena-mena fakta lapangan yang dimiliki PBB di Manokrawi Selatan.

"Untuk kasus ini, KPU terlalu gegabah mendiskualifikasi partai tersebut secara sepihak yang melawan akal sehat," tegas Ketua Umum Syarikat Alumni ITB, Muslim Armas melalui pernyataan sikap tertulis yang diterima redaksi, Minggu (4/3).

Marah Gaji Dipotong, Staf PBB Rencanakan Aksi Protes

KONFRONTASI-Dibuat marah oleh pemotongan gaji yang "tidak adil", staf PBB di Jenewa berencana menggelar aksi mogok setengah hari pada Selasa, saat puluhan menteri dan pejabat lain menghadiri acara tingkat tinggi di markas organisasi itu di Eropa.

"Kami telah mencoba beberapa bentuk protes lain sebelumnya, tidak ada hasilnya... Mereka tidak memberi kami pilihan," ujar Ian Richards, yang memimpin asosiasi serikat staf PBB di Jenewa, kepada AFP pada Minggu (25/2).

Ku Lihat Bulan Bintang Kembali Menggoyang Senayan

Oleh : Suhendar II
Pemerhati & Simpatisan Partai Bulan Bintang Sejak 1998

Partai Politik melawan Partai Media Massa dan Sosial Media
Ingat, Perjuangan tidak mengkhianati hasil.

Perjuangan menuju Pemilu 2019 terasa sangat berat dan melelahkan memang. Dan itu berlaku bagi semua Parpol, tidak hanya terjadi kepada kita Partai Bulan Bintang.

PBB Siap Menghadapi Pilkada dan Pemilu 2019

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Bulan Bintang  Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa partainya telah siap menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Hal itu dikatakan Yusril usai memimpin rapat harian DPP PBB di markas partai, Jalan Raya Pasar Minggu Jakarta (Minggu 21/1/2018).

Yusril mengatakan sebelum putusan MK minggu yang lalu, PBB sebenarnya telah lolos verifikasi. Dengan putusan MK, verifikasi faktual akan dilanjutkan lagi. PBB, menurut Yusril, siap menghadapi verifikasi yang sebentar lagi akan dilaksanakan KPU di seluruh tanah air.

AS Ajak Pesta Negara yang Setuju Soal Yerusalem di Sidang Umum PBB

Konfrontasi - Duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley mengundang pesta beberapa negara yang tidak mendukung resolusi PBB untuk mengecam keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Situs berita NRG melaporkan, Haley memperpanjang undangan tersebut pada Kamis, beberapa jam setelah Majelis Umum PBB mengeluarkan sebuah resolusi yang mengecam pengakuan Trump pada 6 Desember atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Dilansir dari Jerusalem Post, Minggu (24/12/2017), sembilan negara menentang resolusi tersebut, termasuk Israel, Amerika Serikat, Guatemala, Honduras dan Togo. Di antara negara yang abstain termasuk anggota Uni Eropa yaitu Polandia, Rumania, Hungaria, Republik Ceko, Kroasia dan Latvia. Negara Uni Eropa yang lain termasuk di antara 128 negara yang memilih mendukung resolusi.

Ini adalah kali ke-10 dalam sejarah PBB Majelis Umum mengadakan pemungutan suara untuk keadaan darurat. Dalam sidang yang digelar dua hari lalu itu ada 21 negara yang tidak memilih, termasuk Kenya, yang merupakan penerima bantuan AS terbesar kelima tahun lalu, Georgia dan Ukraina, yang semuanya memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat.

Negara yang absen termasuk jarang terjadi dalam pemungutan suara darurat.

Sebelum pemungutan suara, Trump menulis di Twitter: "Kami melihat suara itu. Biarkan mereka memilih melawan kita, kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli."

Respons Indonesia untuk AS dan Israel yang Kalah Suara soal Yerusalem

Konfrontasi - Pemerintah Indonesia menyambut baik hasil pemungutan suara di Majelis Umum PBB, pada resolusi pembatalan pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Diketahui, pada Sidang Majelis Umum PBB pada (21/12/2017) malam, Indonesia bersama 128 negara memenangi voting untuk tidak mendukung Amerika Serikat.

Sedangkan 35 negara lain memilih abstain dan 21 negara absen.

Israel Tolak Resolusi PBB Tentang Jerusalem

Konfrontasi - Israel menolak pengesahan dengan suara mayoritas resolusi PBB yang menyeru Amerika Serikat untuk mencabut pengakuannya mengenai Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pada Kamis malam (21/12), Sidang Majelis Umum PBB mensahkan keputusan tersebut, dengan 128 negara memberi suara dukungan, sembilan menentang, dan 35 abstein.

Sidang Darurat Majelis Umum PBB Soal Resolusi Pembatalan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel - 128 : 6 : 35

KONFRONTASI -  Mayoritas negara anggota PBB dalam sidang darurat Majelis Umum telah memilih menolak pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Indonesia termasuk di barisan yang menentang AS dengan mendukung resolusi pembatalan status Yerusalem.

Total 128 negara memilih mendukung resolusi yang berisi penolakan keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump soal Yerusalem pada 6 Desember 2017 lalu.

Sembilan negara menentang resolusi atau pro-AS dan

35 negara lainnya memilih abstain.

Batalkan Klaim Yerusalem Ibu Kota Israel, Ini Kata PBB

KONFRONTASI - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya menyetujui sebuah resolusi yang meminta Amerika Serikat menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sebanyak 128 anggota mendukung resolusi, sembilan negara menolak sementara 35 lainnya abstain.

Dikutip dari Anadolu, pada Jumat 22 Desember 2017, sebanyak 193 anggota Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara atas resolusi yang menolak keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember lalu.

Pages