25 June 2018

Paus Fransiskus

Paus Samakan Aborsi dengan Kejahatan Nazi

KONFRONTASI-Paus Fransiskus menyebut praktik aborsi setelah melakukan tes pra kelahiran untuk menemukan kemungkinan cacat lahir sama seperti upaya Nazi menciptakan ras murni dengan menghilangkan yang terlemah.

Paus Francis membuat perbandingan itu dalam pidato panjangnya, di luar kepala kepada anggota konfederasi asosiasi keluarga Italia.

Trump-Kim Gelar Pertemuan, Ini Harapan Paus Fransiskus

KONFRONTASI  - Paus Fransiskus, Minggu, menyampaikan harapannya bahwa pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura akan membawa perdamaian di Semenanjung Korea.

"Saya ingin, sekali lagi, menawarkan kepada rakyat Korea tercinta akan pemikiran utama tentang persahabatan dan doa agar pembicaraan pada beberapa hari ke depan di Singapura bisa memberi iuran untuk perkembangan jalan menjamin terciptanya masa depan damai bagi Semenanjung Korea dan seluruh dunia," katanya dalam pidato berkala pada Minggu.

Pemimpin Korut-Korsel Bakal Bertemu, Paus Serukan Rekonsiliasi

KONFRONTASI-Paus Fransiskus menyeru pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan mencari "jalan menuju rekonsiliasi" pada pertemuan tingkat tinggi mendatang mereka.

Paus Fransiskus Kritik Media yang Beri Citra Buruk Pada Imigran

KONFRONTASI-Paus Fransiskus mengkritik media yang memburukkan citra imigran melalui pelaporan yang emosional atau tidak lengkap mengenai situasi mereka.

"Beberapa bulan lalu saya melihat berita utama satu surat kabar tentang kota kecil di Italia yang bertulisan, 'Inilah kota tempat perkosaan paling banyak terjadi tahun ini -- saya tidak ingat kota mana, itu tidak penting -- dan 40 persen dari pemerkosanya adalah imigran', " kata Paus.

Paus Malu Ada Pastor Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak-anak

KONFRONTASI-Paus Fransiskus secara terbuka mengungkapkan "rasa sakit dan malu" pada Selasa atas pemerkosaan dan pelecehan terhadap anak-anak oleh pastor di Chile dan kemudian mendengarkan, berdoa dan menangis bersama para korban pada pertemuan pribadi dengan korban.

Juru bicara Vatikan Greg Burke mengatakan bahwa pertemuan tersebut terjadi di Kedutaan Besar Vatikan di Santiago.

"Tidak ada orang lain yang hadir, hanya Paus dan korban saja," kata juru bicara tersebut. "Begitulah mereka bisa berbicara tentang penderitaan mereka kepada Paus Fransiskus, yang mendengarkan mereka dan berdoa dan menangis bersama mereka."

Kali ini adalah kedua kalinya dalam perjalanan luar negerinya paus bertemu dengan korban pelecehan seksual, meskipun dia telah bertemu dengan beberapa orang di Vatikan. Pertemuan sebelumnya dilakukan dalam sebuah perjalanan di Philadelphia pada tahun 2015.

Burke menolak memberikan rincian, namun pernyataannya diberikan pada akhir hari yang intens bagi paus, di mana dia berbicara tentang pelecehan seksual dua kali, setelah meminta maaf atas pelecehan yang dia katakan telah menyebabkan "kerusakan yang tidak dapat diperbaiki" kepada para korban.

Paus asal Argentina itu menyampaikan pernyataan pertamanya di istana kepresidenan, La Moneda, sebuah pilihan yang tidak biasa karena paus biasanya berbicara tentang pelecehan seksual terhadap para pemimpin gereja dan bukan politisi.

Tapi skandal tersebut telah mencengkeram negara tersebut, mendorong banyak politisi untuk mengkritik gereja di negara Katolik yang taat itu, di mana krisis tersebut telah merusak kredibilitasnya.

"Di sini saya merasa wajib untuk mengungkapkan rasa sakit dan rasa malu saya atas kerusakan yang tidak dapat diperbaiki yang ditimbulkan oleh beberapa menteri gereja kepada anak-anak," katanya, yang disambut tepuk tangan meriah, termasuk dari Presiden Michelle Bachelet dan para diplomat.

"Saya satu dengan uskup saya, karena benar meminta pengampunan dan melakukan segala upaya untuk mendukung para korban, bahkan saat kami berkomitmen untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi," katanya.

Krisis tersebut berpusat pada penunjukan Uskup Juan Barros untuk memimpin keuskupan kecil Osorno di Chile selatan-tengah oleh paus pada 2015.

Barros, yang menghadiri misa kepausan pada Selasa, telah dituduh melindungi mantan mentornya, Pastor Fernando Karadima, yang dinyatakan bersalah dalam penyelidikan Vatikan pada tahun 2011 karena melecehkan remaja laki-laki selama bertahun-tahun. Karadima membantah tuduhan tersebut, dan Barros mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya pelanggaran.

"Ada banyak kebohongan yang dikisahkan tentang situasi saya," katanya kepada Reuters setelah misa tersebut.

Tidak jelas apakah korban yang ditemui paus dilecehkan oleh Karadima. Burke hanya akan mengatakan bahwa mereka semua adalah korban pelecehan oleh para pastor.

Seiring dengan semakin berkembangnya sekularisasi, skandal tersebut telah mencederai citra gereja yang membela hak asasi manusia selama kediktatoran Augusto Pinochet 1973-1990.

Paus Sebut Dunia Sudah di Ambang Perang Nuklir

KONFRONTASI-Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus pada Senin (15/1) mengatakan dunia berada di "ambang" perang nuklir dan mengaku bahwa situasi tersebut membuatnya prihatin.

Paus asal Argentina tersebut berbicara di atas pesawat kepausan menuju Chile dan Peru, sehari setelah peringatan rudal palsu menimbulkan kepanikan di negara bagian Hawaii di Amerika Serikat (AS), yang gelisah atas serangan dari Korea Utara.

Pesan Natal Paus Fransiskus: Hormati Status Quo Yerusalem!

KONFRONTASI-- Paus Fransiskus menggunakan pesan Natal-nya untuk menyerukan solusi dua negara untuk mengakhjri konflik Israel-Palestina setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai ketegangan di kawasan Timur Tengah dengan mengakui Yerusalem ibu kota Israel.

Paus Fransiskus akan Temui Raja Abdullah Bahas Yerussalem

Konfrontasi - Paus Fransiskus berencana menemui Raja Abdullah II dari Yordania di Vatikan pekan mendatang, di tengah semakin memanasnya bentrokan antara warga Palestina dengan pasukan keamanan Israel yang dipicu keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Demonstrasi dan aksi kekerasan terjadi antar kedua kubu usai Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember.

Pemimpin Katolik Dunia Temui Pengungsi Rohingya Hari Ini

Konfrontasi - Paus Fransiskus memimpin Misa agung di lapangan terbuka hari ini Jumat (1/12/2017) untuk menabiskan pendeta-pendeta baru dari Bangladesh dalam kunjungannya ke negeri ini dengan jadwal padat di mana dia akan menemui pengungsi muslim Rohingya dari Myanmar hari ini juga.

Sekitar 100 ribu orang menghadiri Misa di Suhrawardy Udyan Park, Dhaka, yang merupakan situs monumental dan museum kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan pada 1971 di mana Paus tiba dengan kendaraan terbuka.

Paus Larang Penjualan Rokok di Vatikan

Konfrontasi - Paus Fransiskus melarang penjualan rokok di Vatikan sebagai upaya untuk menunjukkan contoh hidup sehat.

“Bapa Suci telah memutuskan bahwa Vatikan akan mengurangi penjualan rokok kepada pegawai mulai 2018,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (9/11/2017).

Pages