Pasar Modal

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Oleh:  Hersubeno Arief

 

Mantan Direktur Utama  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio membuat   postingan (unggahan) mengerikan. Ekonomi Indonesia sedang dalam bahaya besar.  Pasar modal Indonesia terancam ambruk (crash).

Postingan (feed) Tito di Akun instagramnya Ahad (5/7) langsung viral. Bagaimanapun Tito bukan orang sembarangan. Kelasnya bukan netizen alay yang sedang galau.  Curcol (curhat colongan) di medsos.

Hari Pasar Modal Nasional, Kita Bisa Apa?

OPINI- Jujur saja, pasti tak banyak dari kita yang mengetahui bahwa setiap tanggal 3 Juni, diperingati sebagai Hari Pasar Modal Nasional. Ketidaktahuan kita akan pasar modal ternyata mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2015 untuk meriset, seberapa persen tingkat keawaman masyarakat kita bila berkaitan dengan pasar modal. Hasilnya ternyata membuat kita tidak bisa untuk mengelak dari kenyataan. Ditemukan sekitar 93,79% masyarakat yang buta akan pasar modal.

BEI Ingin Startup Hasil Inkubator Ramaikan Pasar Modal

KONFRONTASI -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mendukung pengembangan perusahaan rintisan atau startup lewat program IDX Incubator.

Ini merupakan program inkubasi yang mewadahi startup agar bisa mendapatkan pendanaan dari pasar modal, yang salah satunya lewat mekanisme penawaran saham perdana atau IPO.

Dalam inkubasi ini, startup yang sudah memasuki beberapa batch atau angkatan ini akan diberikan pelatihan pengembangan untuk mendorong mereka mencapai IPO atau bekerja sama dengan emiten.

Perusahaan Smelter Lokal Akan Melantai di Pasar Modal

Konfrontasi - PT Trinitan Metals and Mineral Tbk berencana melantai di pasar modal. Perusahaan menawarkan harga sahamnya kisaran Rp 270-300 per lembar saham.

Perusahaan pengelola pabrik pemurnian (smelter) untuk logam dan bahan mineral ini melepas sebanyak-banyaknya 333.333.500 saham biasa atau sebanyak-banyaknya sebesar 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).

Lo Kheng Hong: Harta karun terbesar ada di dalam pasar modal

KONFRONTASI -   "Harta karun terbesar di dunia ada di dalam pasar modal, bukan di dasar laut," demikian kata Lo Kheng Hong, salah seorang investor yang dijuluki Crazy Rich Indonesia. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Ia merupakan salah satu orang kaya di Indonesia berkat cuan berlipat dari bermain saham.

Namun semua itu tak datang dengan cara instan. Semua berkat kesabaran dan kegigihannya dalam bergelut di dunia pasar modal.

Dana Asing yang Kabur dari Pasar Modal Hampir Capai Rp 50 Triliun

KONFRONTASI -  Investor asing semakin menjauhi pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 2,08 persen menjadi 5.667,32. Sejak awal tahun hingga kemarin, indeks bursa saham Indonesia sudah merosot hingga 10,83 persen. Mengutip Kontan.co.id, Jumat (29/6/2018) kejatuhan IHSG kemarin diiringi dengan aksi penjualan bersih (net sell) investor asing senilai hampir Rp 700 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemodal asing memang tampak masih enggan mendekati pasar saham lokal.

BEI: Pasar Modal Raih Kinerja Positif Selama 2017

KONFRONTASI -Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa industri pasar modal meraih kinerja positif selama 2017, salah satunya dapat dilihat dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencatatkan rekor baru.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Jumat (29/12) menyampaikan IHSG meningkat 20 persen di sepanjang tahun ini menjadi ke level 6.355,65 poin, merupakan rekor tertinggi di pasar modal.

"BEI mencatat tahun 2017 merupakan tahun yang mencerminkan keceriaan, kebahagiaan dan kebanggaan dari para pelaku pasar modal," ujarnya.

Gilman Pradana: Fundamental Pasar Modal Kian Kokoh

KONFRONTASI -  Aktivitas pasar modal Indonesia semakin bergairah dengan mencetak rekor baru, seiring meningkatnya jumlah investor domestik.

P.H Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Gilman Pradana mengungkapkan, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya jelang penutupan perdagangan akhir tahun. Pada akhir pekan ini IHSG kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa dengan ditutup menguat 1,46% menjadi 6.119,41 poin dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu di level 6.030,95 poin.

Pages