pancasila

Penguasa Pemilik Monotafsir Pancasila, Ngawur!

Oleh: Nasrudin Joha


Rupanya tidak sekali saja, tetapi pernyataan nyeleneh (baca: gila) keluar dari otak manusia yang mendapat mandat mengelola negeri ini. Si Pandir ini mengklaim penguasa-lah yang memiliki tafsir ada tidaknya pelanggaran Pancasila. Ini ungkapan gila, dari seorang yang bernalar rata-rata, untuk memberikan legitimasi pada kedzaliman penguasa.

Pancasila dan Agama-agama

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Saat ini salah satu hal yang menjadi perbincangan hangat adalah Pancasila dan agama-agama di Indonesia, khususnya berkaitan dengan sila pertama dan konsep keesaan Tuhan di masing-masing agama. Pemicunya adalah tanggapan Eggy Sujana dalam sebuah sidang tentang RUU Ormas yang memang menjadi polemik panas di kalangan para aktifis.

As'ad Said: Pancasila Hasil Ijtihad Ulama dan Kaum Nasionalis

KONFRONTASI-Pancasila merupakan hasil ijtihad ulama dan kelompok nasionalis dalam merumuskan dasar negara Indonesia yang majemuk, kata mantan Wakil Ketua Umum PB NU KH As'ad Said Ali.

"Pancasila diramu dengan cara mengawinkan sistem berbasis modern dengan Islam dan kondisi yang ada di Indonesia," katanya di Jakarta, Jumat.

Hasil Ijtihad Ulama dan Kelompok Nasionalis, Pancasila Mampu Satukan Indonesia

KONFRONTASI - Pancasila itu hasil ijitihad ulama dan kelompok nasionalis yang diramu dengan cara mengawinkan sistem berbasis modern dengan Islam dan kondisi yang ada di Indonesa. Indonesia yang memiliki 1.340 suku, tetapi dari dulu Pancasila terbukti tetap sakti menjadi alat pemersatu dan penguat bangsa.

Nilai-nilai Pancasila Harus Dibumikan

KONFRONTASI - Pancasila adalah ideologi bangsa yang didalamnya mengandung nilai-nilai luhur bangsa dan agama dan terbukti mampu menyatukan berbagai keragaman di Indonesia. Namun itu belum cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara yang aman, tentram, adil, dan makmur. Terbukti masih ada upaya-upaya untuk menggusur Pancasila sebagai dasar negara yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

Yudi Latif: Pancasila adalah ‘Pohon’ Bangsa Indonesia yang Harus Dipupuk dan Dipelihara

KONFRONTASI - Beberapa hari lagi atau tepatnya tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Hari dimana Pancasila sebagai ideologi bangsa telah terbukti sebagai ‘pohon’ bangsa yang kokoh dan sakti dari berbagai gangguan selama 72 tahun berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kendati demikian, Pancasila harus selalu dipupuk dan dipelihara agar tetap tumbuh mengayomi NKRI di sepanjang masa.

Panglima TNI: Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

KONFRONTASI - Pancasila diambil dari intisasi nilai-nilai luhur bangsa, budaya masing-masing daerah, dan kearifan lokal, seperti toleransi beragama, suku, ras dan antar golongan, karena Pancasila merupakan konsensus pemersatu bangsa yang majemuk.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjadi pembicara pada acara Focus Group Discussion (FGD) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI, bertempat di Ruang Rapat Pleno FPKS DPR RI, Gedung Nusantara I Lantai 3, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Pancasila dengan Kearifan Lokalnya Terbukti Ampuh Bentengi NKRI

KONFRONTASI - Indonesia adalah negara multi etnis, agama, ras  dan golongan. Bhinneka Tunggal Ika secara de facto mencerminkan kemajemukan budaya bangsa dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan Pancasila adalah ideologi yang bersumber dari kearifan lokal bangsa Indonesia yang sudah terbukti mampu menyatukan dan mendamaikan berbagai kemajemukan itu di Bumi Pertiwi.
 

Panglima TNI: Pegang Teguh Nilai-nilai Budaya dan Pancasila

KONFRONTASI - Pancasila sebagai Ideologi Negara sudah final, siapapun tidak boleh merubahnya, jika ada yang mengajak untuk merubahnya jangan dipercaya dan jangan diikuti, itu adalah pengkhianat bangsa yang akan mencelakakan bangsa Indonesia. Untuk itu, tetap memegang teguh nilai-nilai budaya dan Pancasila.
 

Pages