20 June 2018

PAN

Viva Yoga: PAN Serius Usung Amien Rais sebagai Capres

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan terbuka peluang Amien Rais kembali berlaga di Pilpres. Kesiapan Amien maju sebagai capres pada Pilpres 2019 disambut baik kalangan pengurus DPP PAN.

"Kami berterimakasih apabila Pak Amien bersedia maju sebagai capres. Apabila Pak Amien siap, PAN akan serius mencalonkan, running for President 2019," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/6).

Kukuhkan Koalisi, PAN Inginkan Empat Parpol Ini Gelar Pertemuan

KONFRONTASI-Partai Amanat Nasional (PAN) menginginkan adanya pertemuan empat partai yakni Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS guna membahas pembentukan poros kedua. Pasalnya, selama ini pertemuan yang terjadi hanya antara dua partai saja secara terpisah sementara, untuk membangun poros baru perlu adanya komunikasi banyak partai secara bersama-sama.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, saat ini memang sedang dibangun komunikasi dengan lintas partai. Yandri yakin komunikasi lintas partai itu termasuk pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mengecilkan satu sama lain dan perlu adanya titik temu dari semua ego. 

Yandri juga mengingatkan agar antarpartai tidak saling mengunci komunikasi koalisi."Misalnya, capres harus dari partai A cawapres harus dari partai B. Mengunci seperti itu saya kira komunikasi tidak akan berlanjut. Tapi kalau bagaimana membangun negeri ini dengan lebih baik, bagaimana tanggung jawabnya  bagaimana koalisi ini saya kira itu akan berkemajuan komunikasi seperti itu. Tapi misalkan kalau mengunci kami kalau koalisi dengan Gerindra, wakil harus dari kami maka itu akan membuat situasi komunikasi dengan partai lain tentu akan menjadi tidak baik," kata Yandri di Gedung DPR, Jakarta pada Kamis, 24 Mei 2018 kemarin.

Untuk itu, menurut Yandri, alangkah baiknya jika partai di luar pendukung Jokowi duduk bersama untuk membentuk poros kedua bersama. Misalnya, ingin mendukung Prabowo maka partai-partai harus duduk bersama guna menyepakati koalisi dan menentukan cawapresnya.

"Tapi kalau misalkan dalam komunikasi hanya satu arah sekarang misalnya Gerindra dengan PAN tidak ada Demokratnya tidak ada PKS-nya, dengan PKB atau baru satu-satu sekarang. Saya kira itu baru tahap penjajakan saja belum pasti akan mengambil sebuah keputusan," ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, dalam penentuan cawapres indikatornya tidak melulu hasil survei tapi juga akseptabilitas tokoh itu di kalangan mitra koalisi."Jadi menurut saya, hanya untuk sebagai, boleh jadi acuan tapi tidak sebagai harga mati," imbuhnya.

Yandri berpandangan, semakin banyak partai yang bergabung akan semakin baik. Tapi, politik masih dinamis dan belum ada yang pasti sampai nanti deadline pendaftaran terakhir di Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Viva Yoga: Ketidakpahaman UU Masih Jadi Ganjalan Demokrasi

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan ketidakpahaman perundang-undangan menjadi kendala dalam menjalankan demokrasi di Era Reformasi.

Politisi PAN: Pernyataan Amien Rais "Wake Up Call" Agar Indonesia Berdaulat

KONFRONTASI - Politisi PAN Daeng Muhammad kembali pasang badan menangkis gencarnya  serangan terhadap Amien Rais yang dilancarkan partai-partai politik  pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, serangan terhadap Amien Rais disampaikan Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) dan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah.

Daeng mengatakan, pernyataan Amien Rais yang menyebut Indonesia sebagai  bangsa 'pekok' (bodoh) tidak bermaksud untuk menghina bangsa sendiri, tapi semacam "wake up call" buat bangsa Indonesia supaya bangkit dari keterpurukan

PAN Bikin Poros Ketiga dan Mau Rebut Golkar dari Koalisi Jokowi

KONFRONTASI -  PAN rupanya masih memendam keinginan untuk membentuk poros ketiga dengan Demokrat, PKB dan PKS untuk Pilpres 2019. Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay menyebut tak hanya dua partai itu saja yang ingin diajak berkoalisi.

Saleh sadar kalau upaya poros ketiga cukup sulit diwujudkan. Meski demikian, dia menyebut PAN akan mencoba merebut Golkar dari koalisi pengusung Joko Widodo.

Baca juga: PAN Masih Ingin Bentuk Poros Ketiga Pilpres 2019

Gerindra: PAN dan PKB Akan Keluar dari Koalisi Jokowi

KONFRONTASI -  Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa akan masuk ke koalisi Gerindra.

PAN dan PKB Akan Keluar dari Koalisi Jokowi, kata politisi Gerindra

KONFRONTASI- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa akan masuk ke koalisi Gerindra. "Warna hijau dan biru," kata Arief memberi kode warna partai pemerintah yang akan bergabung ke koalisi Gerindra saat dihubungi Tempo, Sabtu, 14 April 2018.

Teuku Syahrul Ansari soal Susahnya Ekonomi Rakyat dan Tim Ekonomi Jokowi yang Neoliberal, Buntu dan Buram

ACEH- Saya masih mencatat laporan bahwa seorang  ahli financial economics, dari kampus ternama Ivy League, Amerika Serikat mengungkapkan, PLN berpotensi bangkrut, juga tiga Bank pemerintah (pelat merah) bakal dikuasai RRC karena terjerat utang China untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, bahkan 3 bank BUMN itu bakal jadi tumbal keputusan kereta cepatnya Rini Soemarno (Rinso), yang menarik lagi dana 6 milyar dolar AS. Benarkah analisis dia itu?

Pilpres 2019 harus Bisa Atasi Kemunduran Ekonomi, kata Teuku Syahrul Ansari

KONFRONTASI-  Dalam percaturan pilpres 2019, kompetisi gagasan dan visi-misi untuk 2019 sangat relevan dalam mengatasi kemunduran ekonomi yang makin parah. Demikian pandangan caleg PAN dari dapil aceh Teuku Syahrul Ansari (Alon).

Berangkat dari Aceh untuk Aceh, Teuku Syahrul Ansari jadi Caleg DPR dari PAN

KONFRONTASI- Teuku Syahrul Ansari (Alon) yang maju sebagai caleg DPP PAN dari  Aceh ingin agar pembangunan  Aceh dipacu dan diperkuat untuk mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan kawasan itu. Tahun lalu ekonomi Aceh hanya tumbuh 4,2 persen di bawah rata-rata nasional 5 persen. ‘’Harus mendayagunakan nilai-nilai agama dan tradisi untuk membakar semangat warga Aceh bangkit dan maju,’’ turtue Teuku Syahrul Ansari.

Pages