Pakistan

Tak Disiplin Prokes, PM Pakistan Positif Covid-19 Usai Divaksin

Konfrontasi - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dinyatakan positif COVID-19 setelah dua hari disuntik vaksin covid-19.

"Khan mengisolasi diri di rumah," kata Menteri Kesehatan Pakistan Faisal Sultan di akun pribadinya di Twitter.

Sultan tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait orang-orang sekitar Khan yang kemungkinan sempat kontak erat dengannya.

Khan (68) telah mengadakan pertemuan rutin belakangan ini sebelum diketahui positif covid-19.

Malala Yousafzai Dapat Ancaman dari MIlitan Taliban yang Kabur dari Tahanan

KONFRONTASI- Aktivis dan peraih Nobel asal Pakistan, Malala Yousafzai kembali mendapatkan ancaman dari militan Taliban dalam unggahan di akun Twitter.

Ancaman tersebut muncul setelah penembak Malala pada 2012, Ehsanullah Ehsan melarikan diri dari tahanan pemerintah.

Ehsan yang merupakan anggota dari Taliban Pakistan atau Tehrik-i-Taliban ditangkap pada 2017 dan ditahan di sebuah rumah persembunyian oleh badan intelijen Pakistan. Tetapi pada Januari 2020 ia melarikan diri secara misterius.

Tak Peduli Pandemi, Ratusan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ulama Pakistan

KONFRONTASI- Ratusan ribu orang menghadiri pemakaman ulama Pakistan Khadim Hussain Rizvi di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi virus corona.

Khadim Hussain Rizvi, 54, meninggal karena serangan jantung pada Kamis (19/11), hanya beberapa hari setelah memimpin pawai protes menentang publikasi kartun yang menghina Nabi Muhammad di Prancis, di ibu kota, Islamabad. Unjuk rasa itu diwarnai kekerasan.

Manajer Ditembak Satpam Dituduh Hina Nabi Muhammad, Keluarga: Pelaku Gunakan Penistaan Agama untuk Lindungi Diri Sendiri

Konfrontasi - Seorang manajer bank, Malik Imran Hanif ditembak mati oleh satpamnya di bank tersebut. Hanif dituduh menghina Nabi Muhammad.

Namun keluarga Hanif membantahnya. Saudara laki-laki Hanif yang melaporkan kasus ini ke polisi, mengatakan Hanif dan Nawaz telah berselisih cukup lama.

"Penjaga itu biasa datang terlambat dan Hanif memarahinya dan menegurnya," kata saudara laki-laki Hanif.

Menurut saudara laki-laki yang tak disebutkan namanya itu, Hanif tidak pernah terlihat melecehkan Nabi Muhammad.

Manajer Bank di Pakistan Ditembak Mati Satpam, Dituduh Hina Nabi Muhammad

KONFRONTASI-Seorang anggota satuan pengamanan (satpam) sebuah bank di Quaidabad, Pakistan, menembak mati manajer bank setempat. Pelaku menuduh korban melontarkan ucapan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Korban sempat dibawa ke Services Hospital di Lahore dan dinyatakan meninggal di sana.

Pakistan Desak Dunia Internasional Hentikan Genosida di Kashmir

KONFRONTASI-Pakistan mendesak komunitas internasional untuk bertindak menghentikan "pembersihan etnis" di Kashmir. Desakan itu disampaikan saat peringatan Hari Minoritas Dunia, yang diperingati tanggal 11 Agustus.

"Muslim menjadi target hari ini, dulu itu adalah pembantaian Sikh pada tahun 1984. Ini bukan hanya tentang Muslim. Dalit (Hindu kasta rendah) dan Kristen juga dimusnahkan secara sistematis. Minoritas dibunuh berdasarkan sebuah rencana," kata Shehryar Khan Afridi, Ketua Komite Kashmir di Parlemen Pakistan.

Pesawat Pakistan Jatuh dan Puluhan Orang Tewas Gara-gara Pilot Sibuk Ngobrol Soal Corona

KONFRONTASI-Penyebab jatuhnya pesawat Airbus A320 milik Pakistan International Airlines (PIA) yang tewaskan 97 orang pada bulan lalu telah terungkap. Tragedi terjadi karena kapten pilot tidak fokus, yakni sibuk mengobrol dengan co-pilot tentang pandemi virus corona baru (Covid-19).

Hal itu disampaikan Menteri Penerbangan Federal Pakistan Ghulam Sarwar Khan pada hari Rabu (24/6/2020). Menurutnya, kapten pilot dan co-pilot sibuk diskusi tentang pandemi virus corona baru sembari mempersiapkan upaya pendaratan awal yang gagal.

Pencuri Juga Manusia, Kembalikan Hasil Rampasan ke Sang Kurir

Konfrontasi - Kejahatan pencurian bisa terjadi di mana pun dan tak memandang siapa yang jadi korban. Pencuri biasanya akan berlaku kejam dan tidak peduli kondisi korban ketika mengambil barang curian.

Tapi, berbeda dengan dua pencuri yang justru tersentuh hatinya mengembalikan barang curian kepada korban. Pelaku melihat korban menangis dan memutuskan mengembalikan barang curian yang berharga bagi korban itu.

Kendalikan Corona, WHO Minta Pakistan Kembali Terapkan Lockdown

KONFRONTASI-Organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan agar pihak berwenang Pakistan memberlakukan kembali lockdown yang ketat.

Imbauan ini disampaikan demi mengekang penyebaran virus corona di Pakistan.

Sebagaimana diketahui, kasus-kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi di Asia Selatan meningkat secara eksponensial semenjak lockdown dicabut bulan lalu.

Dikutip dari Al Jazeera, dalam sepucuk surat yang dikirim ke pemerintah pada Minggu (7/6/2020), Kepala WHO Pakistan, Palitha Mahipala buka suara.
Palitha mengatakan, Pakistan tidak memenuji salah satu dari enam kriteria teknis dari WHO untuk melonggarkan lockdown.

"Sampai hari ini, Pakistan tidak memenuhi syarat untuk membuka lockdown," terang surat tersebut.
Lebih lanjut, pemerintah Pakistan yang dipimpin Perdana Menteri Imran Khan telah memberlakukan pembatasan lockdown dengan berbagai aturan.

Pencabutan lockdown mengantarkan meroketnya kasus virus corona di Pakistan.

Sejauh ini, lima dari sembilan hari di bulan Juni telah mencatat peningkatan kasus harian.

Infeksi harian meningkat sekitar 1.700 per hari sebelum relaksasi mejadi 5.385 kasus baru pada 9 Juni 2020.

Di Pakistan, per Rabu (10/6/2020) memiiki 113.702 kasus virus corona, dengan 2.312 kematian yang dilaporkan.

Tingkat Infeksi Virus Corona di Pakistan Terlalu Tinggi

Lebih jauh, dalam suratnya, WHO menegaskan tingkat infeksi virus corona di Pakistan terlalu tinggi.

Ini menunjukkan, tidak cukup pengujian yang dilakukan pemerintah Pakistan.

Terkait hal itu, WHO merekomendasikan agar Pakistan meningkatkan pengujian harian menjadi lebih dari 50 ribu per hari.

Saat ini, kapasitas pengujian di Pakistan sekira setengah dari jumlah itu.

WHO juga mengatakan, sistem pengawasan Pakistan untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, perawatan medis dan pelacakan kontak terbilang lemah.

"Kapasitan terbatas dalam memberikan perawatan (hanya 751 ventilator) dan populasi tidak siap untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku," terang Mahipala.

PM Khan Menolak Menerapkan Kembali Lockdown

Lebih jauh, Perdana Menteri Khan telah lama dikabarkan menolak menerapkan kembali tindakan lockdown.

Dia juga mengesampingkan kemungkinan dalam pernyataan yang dibuat awal pekan ini.

"Meski pun pembatasan lockdown memperlambat penyebaran virus, kit ajuga harus menyadari, bahwa Pakistan adalah negara miskin," katanya dalam pidato yang disiarkan TV, Senin (8/6/2020).

"Kita tidak punya pilihan selain membuka kembali Pakistan," paparnya.

"Seluruh dunia mengerti bahwa lockdown bukanlah solusi," tambahnya.

Polisi Sita 821 Kg Sabu dari Dua WNA

Konfrontasi - Polisi, Jumat (22/5/2020), menangkap dua tersangka kasus narkotika jenis sabu. Dari penangkapan tersebut polisi menyita sabu seberat 821 kilogram.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowomengatakan, dua tersangka adalah warga negara asing, yakni Basheir Ahmad asal Pakistan dan Adel Saeed Yaslam Awadh asal Yaman.

Pages