Paham Radikal

Cegah Masuknya Paham Radikal di Kampus, Mahasiwa Diminta untuk Tidak Meninggalkan Sejarah Bangsa

KONFRONTASI - Penyebaran paham radikalisme dan terorisme di lingkungan perguruan tinggi selama ini dinilai sudah sangat memprihatinkan. Penyebarannya yang secara diam – diam di lingkungan perguruan tinggi tentunya sebuah ‘kecolongan’ terbesar dalam dunia pendidikan.

Oleh karena itu berbagai upaya pencegahan terus dilakukan untuk membersihkan kampus dari radikalisme dan terorisme. Salah satunya dengan membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan dan pemahaman tentang ancaman dan bahaya radikalisme

Wapres JK: Paham Radikal Datang dari Daerah Konflik

KONFRONTASI - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, bahwa orang yang mempunyai paham dan melakukan tindakan radikalisme di Indonesia itu datang dari negara luar. Seperti halnya, negara Timur Tengah yaitu Iraq, Suriah, dan juga Afganistan. 

"Indonesia kita lihat hampir semua yang radikal selalu datang dari daerah berkonflik dan semua itu diduduki oleh orang asing. Al-kaidah datang dari Afganistan," kata Jusuf Kalla di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Juni 2018. 

Media Massa Diingatkan Tak Bangkitkan Paham Radikal

KONFRONTASI -  Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai menilai media massa memiliki peran penting dalam upaya pemberantasan tindak pidana terorisme. 

Dia meminta media tidak justru ikut membangkitkan terorisme atau paham radikalisme."Jangan memviralkan narasi-narasi paham radikalisme yang 'mengglory-fikasi' ini teroris," kata Mbai dalam diskusi MNC Trijaya Network bertajuk Pemberantasan Terorisme di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/5/2018).

Terpapar Paham Radikal, Mahasiswa Harus Pahami Wawasan Kebangsaan

KONFRONTASI - Tidak bisa dipungiri bahwa di era gobalisasi selama ini banyak mahasiswa yang berprestasi yang kena paham radikalisme. Artinya tidak ada satupun wilayah yang steril, walaupun hal tersebut sebenarnya tergantung pada pribadi masing-masing orang apalagi dengan pesatnya dunia tehnologi informasi digital yang ada sekarang ini.

Paham Radikal Berpotensi Racuni Puluhan Juta Orang

KONFRONTASI-Anggota MPR dari Fraksi PKB, Lukman Edy, menyebut puluhan juta rakyat Indonesia berpotensi diracuni ideologi asing dan paham kekerasan yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Oleh sebab itu, dia menilai menjadi penting untuk mempunyai spirit menjaga ideologi bangsa lewat internalisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Hal ini Edy ungkapkan saat menutup Outbond Empat Pilar untuk mahasiswa se-Kalimantan Tengah, di Palangkaraya, seperti dalam keterangan tertulis MPR, Senin.