Opini

Pigai: Kejatuhan Sukarno Dipelopori I.J Kasimo Ketua Partai Katolik. PDIP (Jokowi dan Mega) Dendam Ideologis Terhadap Orang Katolik (Minoritas)?

Kejatuhan Sukarno Dipelopori I.J Kasimo Ketua Partai Katolik. PDIP (Jokowi dan Mega) Dendam Ideologis Terhadap  Orang Katolik (Minoritas)?

Oleh: Natalius Pigai

Pada 21 Februari 1957, Sukarno memanggil semua pimpinan partai politik ke Istana. Sukarno melontarkan gagasan yang kemudian dikenal   “empat kaki”: PNI, Masjumi, NU, dan PKI. Cikal Bakal Nasakom. Masjumi dan Partai Katolik dengan tegas menyatakan penolakan. Sukarno tersingung dan I.J Kasimo mundur. I.J Kasimo adalah motor utama jatuhkan Sukarno. 

Sekadar Mengamati Video Sadis 23 Mei, Sebuah Opini Asyari Usman

 Oleh: Asyari Usman. 

 

 

Hampir tidak ada bedanya dengan keberingasan tentara Israel ketika mengejar anak-anak remaja yang melakukan ‘intifada’. Bahkan, mungkin yang ini lebih sadis lagi. Jangan-jangan mereka telah dikursuskan tentang cara melakukan kesadisan. Cara menyiksa dengan mengeroyok.

Emergency ICOR, That Mister President Must Beat!

By Djoko Edhi S Abdurrahman

(Indonesian Tax Watch and Deputy Secretary of the Central Leader of the Legal Aid Institute for Nahdlatul Ulama, PBNU).

KONFRONTASI- I was shocked to read the words of Director of PDBI Christianto Wibisono yesterday which called our ICOR number 6.0 which should be 2.0. This is an emergency number. Throughout the Soeharto regime, the highest ICOR figure was 3.0 due to corruption, rent-seeking economy and oligopoly.

Pengamat Sosial Kemasyarakatan : Para politisi semestinya berkaca pada Founding Fathers

KONFRONTASI-Mengikuti perkembangan politik tanah akhir belakangan ini sungguh amat menarik, barangkali sepanjang Republik ini berdiri baru kali ini kita mengalami dinamika politik yang sangat-sangat dinamis. Usai Pilpres 2014 yang dimenangkan oleh kubu Indonesia Hebat sebagai Koalisi Partai Pendukung Pasangan Jokowi-JK dan dipihak lain Koalisi Merah Putih (KMP) barisan pendukung Pasangan Capres/Cawapres Prabowo-Hatta, yang menurut banyak pengamat merupakan pemilu paling brutal dan kasar, dua Kadindat Capres/Cawapres saling serang, penuh intrik, tipu daya juga permainan kotor.

Opini Rendra: Mempertimbangkan Tradisi

KONFRONTASI-Tradisi ialah kebiasaan yang turun-temurun dalam sebuah masyarakat. Ia merupakan kesadaran kolektif sebuah  masyarakat. Sifatnya luas sekali, meliputi segala kompleks kehidupan, sehingga sukar disisih-sisihkan dengan pemerincian yang tetap dan pasti. Terutama sulit sekali diperlakukan serupa itu karena tradisi itu bukan obyek yang mati, melainkan alat yang hidup untuk melayani manusia yang hidup pula. Ia bisa disederhanakan, tetapi kenyataannya tidak sederhana.