Omnibus Law

Jokowi Respon Demo Omnibus Law, Koalisi Sipil: Pernyataan Presiden Menyesatkan

KONFRONTASI -    Koalisi Masyarakat Sipil menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan DPR gagal memberikan informasi yang tepat terkait omnibus law Undang-undang atau UU Cipta Kerja.

Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Konstitusi Universitas Andalas, Feri Amsari, mengatakan kesalahan keduanya adalah tidak terbuka dan tak melibatkan ruang partisipasi publik seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Sahkan Omnibus Law Cipta Kerja di Tengah Pandemi, DPR Khianati Kepercayaan Rakyat

Oleh: Muhammad Ahsan Rasyid

 

RUU Cipta Kerja baru saja disahkan menjadi Undang Undang oleh DPR RI dalam sidang paripurna pada 5 Oktober 2020. Langkah senyap yang ditempuh oleh para wakil rakyat ini diambil dengan dalih kondisi pandemi Covid-19 yang semakin meningkat serta digadang-gadang akan menjadi solusi jitu dalam permasalahan pembangunan Indonesia.

Luhut Bongkar Sosok Pencetus Omnibus Law di Indonesia, Disebut-sebut 'Menteri Semua Zaman'

KONFRONTASI -    Dalam sepekan terakhir, masyarakat dibuat pusing dengan telah disahkannya UU Cipta Kerja Omnibus Law. Seruan penolakan bergema baik di media sosial maupun aksi demonstrasi sejak Selasa, 6 Oktober hingga puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020.

UU Cipta Kerja yang merupakan salah satu bagian dari Omnibus Law dinilai banyak pihak memiliki kecacatan, baik secara substansi dari isi pasal per pasal maupun prosedural pada tahapan pembahasan hingga pengesahan yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Serikat Buruh Dunia Turun Tangan, Desak Presiden Jokowi Cabut Omnibus Law Cipta Kerja

KONFRONTASI -   Serikat Buruh Internasional (SBI) atau Global Union mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencabut Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan.

Hal itu disampaikan Serikat Buruh Internasional (SBI) atau Global Union dengan menyurati langsung Presiden Jokowi.

Selain itu mereka juga mendesak untuk melakukan negosiasi ulang, dan membuka dialog konstruktif dengan serikat pekerja terkait masalah tersebut.

Bikin Ngakak, Pegowes Ini "Seret" Nama Melly Goeslaw, Ternyata Salah Ucap

Konfrontasi - Pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang dilakukan oleh DPR pada Senin (5/10/2020) menjadi buah bibir di kalangan warga. Tak terkecuali di kalangan masyarakat umum.

Namun apa jadinya, jika pengungkapan penolakan terhadap pengesahan Omnibus Law terucap karena kesilapan lidah.

Setidaknya hal tersebut memancing senyum hingga tawa, seperti video yang diunggah dalam akun Twitter @dewadarmayana. Dalam rekaman tersebut, pemilik akun menuliskan "((( Undang-Undang Melly Goeslaw )))" pada judulnya.

Rizal Ramli: Kerakusan Oligarki Tidak ada Habis-habisnya, Oligarki yang sudah Super Kaya Dikasih wagyu super untuk 50 tahun

KONFRONTASI- Tokoh bangsa Rizal Ramli 9RR)  mengemukakan, Oligarki yang sudah super kaya dikasih  wagyu super utk 50 tahun, harta mereka bisa naik 20-100 kali. ''Tidak perlu memeras lagi buruh yang sudah miskin. Tapi kerakusan (‘greed’) tidak ada habis-habisnya,'' demikian RR, ekonom senior.

Hoax Omnibus Law. Versi Siapa? Penguasa atau Rakyat Jelata?

OPINI-Polisi menangkap orang yang mereka sebut penyebar konten-konten hoax seputar UU Omnibus Law. Pulang dari Kalteng setelah ketemu bebek, Presiden Jokowi juga bilang banyak hoax yang beredar di seputar UU Cipta Kerja. Menkopolhukam Mahfud MD pun bicara senada.

Penguasa sedang membangun narasi, bahwa seolah-olah perlawanan dari begitu banyak elemen rakyat yang massif terhadap UU ini berbasis hoax, berdasar informasi keliru dan berita bohong.

Jagat TikTok Heboh, Video Wanita Diduga 'Simpanan' DPR Protes Pengesahan UU Omnibus Law

Konfrontasi - Jagad dunia maya dihebohkan dengan sejumlah konten terkait Omnibus Law Cipta Kerja. Kontennya berisi penolakan terhadap UU Cipta Kerja, tapi dikemas dengan cara yang unik.

Kumpulan konten tolak UU Cipta kerja itu dirangkum oleh akun Twitter @Tasyavww. Dia menghimpun rangkaian video pengakuan para simpanan anggota DPR. Tidak hanya perempuan, ada pula Tiktok laki-laki yang mengaku simpanan ibu dewan.

Sebanyak 22 video dalam utas yang diunggah berasal dari berbagai daerah.

Pages