20 August 2018

Nuklir

Sebuah Media Peroleh Bocoran dari PBB, Korut Belum Hentikan Program Nuklir

KONFRONTASI  -Media menerima bocoran sebuah laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyebutkan bahwa Korea Utara (Korut) sampai saat ini belum menghentikan program nuklir dan rudal mereka. Menurut laporan itu, tindakan Korut itu adalah pelanggaran terhadap resolusi PBB.

Para ahli independen yang memantau pelaksanaan sanksi PBB membuat laporan enam bulanan setebal 149 halaman. Laporan itu diketahui telah diserahkan ke komite sanksi Korut, semalam.

Trump Perpanjang Sanksi ke Korut 1 Tahun Lagi, Alasannya? Ikuti Beritanya

KONFRONTASI -  Presiden Donald Trump memperpanjang sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara (Korut) selama setahun lagi dengan alasan ancaman senjata nuklir Pyongyang tidak biasa dan luar biasa. 

Keputusan ini kontra dengan pertemuan bersejarah Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura yang sukses mencairkan ketegangan.

Belum Ada Tanda-tanda Korut Lakukan Denuklirisasi

KONFRONTASI - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), James Mattis, mengatakan belum ada tanda-tanda baru Pyongyang melakukan denuklirisasi. Pernyataan ini muncul seminggu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Korut tidak lagi akan menimbulkan ancaman nuklir.

"Saya tidak mengetahuinya," kata Mattis kepada wartawan di Pentagon seperti dikutip dari VOA, Kamis (21/6/2018).

"Saya tidak mengharapkan itu pada titik ini," tambahnya. “(Kami) jelas berada di ujung paling depan dari proses ini. Negosiasi detail belum dimulai.”

Trump menyatakan ancaman nuklir Korut telah berakhir pada 13 Juni, menyusul pertemuan puncaknya di Singapura dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.

"Semua orang sekarang bisa merasa jauh lebih aman daripada hari ketika saya menjabat," cuit Trump setelah kembali ke AS. 

"Tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara. Bertemu dengan Kim Jong-un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korea Utara memiliki potensi besar untuk masa depan!” sambungnya.

Tetapi sehari kemudian, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memperingatkan sanksi keras akan tetap berlaku sampai AS dapat memverifikasi "denuklirisasi lengkap" Pyongyang.

Pompeo mengatakan dia mengharapkan untuk kembali ke Korut segera menyelesaikan rincian kesepakatan AS dengan Pyongyang.

Sebagai bagian dari perjanjian itu, Trump telah berjanji untuk mengakhiri latihan militer AS-Korea Selatan (Korsel).

Para pejabat Korsel pekan ini mengatakan mereka telah setuju untuk menangguhkan latihan tahunan Freedom Guardian dengan AS, yang semula dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus.

Rusia-China Perkuat Kerjasama Bidang Nuklir bagi Pasar Domestik Kedua Negara

KONFRONTASI - Rusia dan China memperkuat kerjasama di bidang nuklir dengan menandatangani perjanjian untuk melaksanakan proyek-proyek bersama di pasar domestik Rusia, China dan pihak ketiga. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan, efisiensi ekonomi dan daya saing operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), terutama dalam Sistem Instrumentasi dan Kontrol (I&C).

Kim Jong-un: Korea Utara Hentikan Uji Coba Rudal dan Nuklir

Konfrontasi - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan akan menangguhkan uji coba rudal dan menutup tempat uji coba nuklir secepatnya.

“Mulai 21 April, Korea Utara akan menghentikan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik antar benua," seperti diberitakan kantor berita pemerintah Korut KCNA.

Menurut laporan media pemerintah, keputusan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdamaian di semenanjung Korea.

Kim akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pekan depan.

Wamenlu AM Fachir Serukan Pelucutan Senjata Nuklir di Asia-Pasifik

KONFRONTASI-Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir, menyerukan pentingnya perlucutan senjata nuklir di kawasan Asia-Pasifik, saat membuka Regional Dialogue and Consultation on the Treaty on Non Proliferation of Nuclear Weapons: Towards The Prepcom 2018.

"Kepatuhan negara-negara pemiliki senjata nuklir di bawah NPT sangat penting karena hal ini akan meningkatkan kepercayaan yang lebih besar pada rezim perlucutan senjata dan non-proliferasi," ujar Fachir, di Jakarta, Rabu.

Pyongyang Butuh Senjata Nuklir Hadapi Ancaman Washington

KONFRONTASI - Duta Besar Korea Utara di kantor PBB di Jenewa hari Sabtu (3/3/) seraya menjelaskan pergerakan militer Amerika sangat berbahaya menegaskan, Pyongyang siap menghadapi Washington.

Menurut laporan IRNA, Han Tae Song dalam Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa mengingatkan bahwa ancaman militer dan nuklir Amerika terhadap Korea Utara mengakibatkan peningkatan tensi di Semenanjung Korea dan kawasan Asia Timur.

"Pyongyang membutuhkan senjata nuklir guna menghadapi ancaman Amerika," ujar Dubes Korut di kantor PBB di Jenewa.

Menristek: Kembangkan Tenaga Nuklir untuk Perdamaian

Konfrontasi - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Badan Tenaga Atom International atau International Atomic Energy Agency (IAEA), berkolaborasi dalam mengembangkan tenaga nuklir untuk perdamaian.

Sejak menjadi anggota IAEA pada 1957, hingga kini Indonesia menghasilkan berbagai riset dan produk berbasis teknologi nuklir di bidang pangan, kesehatan, obat-obatan dan pertanian.

Korea Utara Terima Bahan Pembuat Nuklir Melalui Kedubes Jerman

KONFRONTASI - Kepala Badan Intelijen Dalam Negeri Jerman mengetahui tindakan Korea Utara yang mendapatkan peralatan dan teknologi untuk membuat nuklir dan senjata api melalui kedutaan Berlin di Korea Utara. Kepala BfV, Hans-Georg Maassen mengatakan anggotanya sudah memperhatikan banyak kegiatan pengadaan yang dilakukan di kedutaan tersebut.

"Dari sudut pandang kami, barang-barang itu bukan hanya untuk program rudal, tetapi sebagian lagi untuk program nuklir," kata Maassen, dilansir dari laman Channel News Asia, Minggu (4/2/2018).

Rusia Beli 10 Pesawat Bomber Nuklir Supersonik Canggih

Konfrontasi - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya telah membeli 10 pesawat bomber nuklir supersonik. Hal itu diutarakannya pada Kamis, 25 Januari 2018.

Pesawat itu adalah Tupolev TU-160 M Strategic Bombers yang didesain Uni Soviet -- disebut dengan nama sandi Blackjack oleh NATO -- yang diremajakan dan dimutakhirkan.

Putin mengatakan, pembelian 10 pesawat supercanggih itu akan menguatkan kapabilitas nuklir Rusia. Demikian seperti dikutip dari Independent, Sabtu (27/1/2018).

Pages