Nuklir

Prancis - Inggris Kritik Trump Soal Nuklir Terhadap Iran

KONFRONTASI -  Pemerintah Prancis, Jerman, dan Inggris mengritik keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk mengakhiri pengecualian sanksi terkait program nuklir Iran.

Pengecualian sanksi ini bertujuan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

“Kami sangat menyesalkan keputusan AS untuk mengakhiri tiga pengecualian sanksi itu,” kata diplomat dari ketiga negara dalam pernyataan bersama pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Menurut ketiga negara, ada sejumlah proyek yang telah disetujui Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

Kembangkan Skyfall, Putin Benarkan Rusia Buat Rudal Canggih Tak Tertandingi di Dunia

Konfrontasi - Presiden Rusia, Vladimir Vladimorvich Putin akhirnya mengakui bahwa Rusia sedang mengembangkan rudal tercanggih dan tak tertandingi di dunia.

Pengakuan Putin disampaikan dalam sebuah upacara di Kremlin hari Kamis untuk memperingati insiden nuklir di lokasi pengujian Nyonoska di Laut Putih 8 Agustus lalu. Pada insiden ledakan itu lima karyawan perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, tewas.

Ogah Tertipu dengan Janji AS Lagi, Khamenei: AS Tak Bisa Lakukan Apa pun Jika Iran Ingin Buat Senjata Nuklir

Konfrontasi - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan dapat melakukan apa pun jika Iran ingin membuat bom nuklir, karena melakukan pembicaraan dengan Washington tidak memberikan hasil yang berarti. Meski begitu, dia menegaskan bahwa Teheran tidak ingin membuat senjata pemusnah massal itu.

Korut Kembali Uji Coba Nuklir, Trump: Saya Tak Terganggu

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku tidak terganggu dengan uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut). Trump menyebut Korut hanya melakukan uji coba senjata kecil.

"Korut menembakkan beberapa senjata kecil, yang mengganggu sebagian orang saya, dan yang lain, tetapi bukan saya," kata Trump dalam sebuah pernyataan melalui akun Twitternya, seperti dilansir PressTV pada Minggu (26/5/2019).

Wow, Bocah 12 Tahun Ini Bangun Reaktor Nuklir Dalam Rumah

KONFRONTASI-Jackson Oswalt, seorang bocah berusia 12 tahun asal Amerika Serikat (AS) dilaporkan menjadi manusia termuda di dunia yang berhasil menciptakan reaksi nuklir.

Konsorsium Penelitian Sumber Terbuka Fusor, sebuah kelompok sosial berdasarkan hobi, telah mengakui pencapaian Oswalt, dari Memphis, Tennessee, ketika ia ia berusia 12 tahun pada Januari 2018 lalu.

Diplomat Militer Klaim Ukraina Mampu Buat Nuklir Sendiri

Konfrontasi - Ukraina memiliki semua kapasitas yang diperlukan, baik intelektual maupun organisasional, untuk membuat bom nuklirnya sendiri. Klaim ini disampaikan diplomat militer Kiev, Peter Garaschuk.

Garaschuk, dalam wawancaranya di stasiun televisi Ukraina; Obozrevatel TV, mengatakan negaranya tidak hanya mampu membuat bom atom, tetapi juga hulu ledak nuklir untuk rudal balistik.

Korut Ancam Kembali Produksi Nuklir Jika AS Langgar Janji

Konfrontasi - Korea Utara (Korut) memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan serius mempertimbangkan untuk kembali mengembangkan rudal balistik jika AS tak segera mencabut sanksi ekonomi.

Pernyataan ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Korut atas nama direktur untuk Studi Amerika. 

"Pengembangan rudal mungkin akan kami pertimbangkan lagi secara serius jika AS tak mencabut sanksi ekonomi yang keras itu," sebut pernyataan Kemenlu Korut dikutip dari KCNA, Minggu (4/11/2018).

Sebuah Media Peroleh Bocoran dari PBB, Korut Belum Hentikan Program Nuklir

KONFRONTASI  -Media menerima bocoran sebuah laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyebutkan bahwa Korea Utara (Korut) sampai saat ini belum menghentikan program nuklir dan rudal mereka. Menurut laporan itu, tindakan Korut itu adalah pelanggaran terhadap resolusi PBB.

Para ahli independen yang memantau pelaksanaan sanksi PBB membuat laporan enam bulanan setebal 149 halaman. Laporan itu diketahui telah diserahkan ke komite sanksi Korut, semalam.

Trump Perpanjang Sanksi ke Korut 1 Tahun Lagi, Alasannya? Ikuti Beritanya

KONFRONTASI -  Presiden Donald Trump memperpanjang sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara (Korut) selama setahun lagi dengan alasan ancaman senjata nuklir Pyongyang tidak biasa dan luar biasa. 

Keputusan ini kontra dengan pertemuan bersejarah Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura yang sukses mencairkan ketegangan.

Pages