Novel Baswedan

Muncul Lagi Kejanggalan Pengusutan Kasus Novel Baswedan

Konfrontasi - Pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan hingga saat ini belum juga menunjukkan titik terang.

Sebaliknya, kejanggalan justru terendus dalam perkara yang terjadi 11 April tahun lalu tersebut. Salah satunya terkait dengan pemeriksaan Novel di Singapura pada medio Agustus tahun lalu.

Kejanggalan itu diungkapkan komisioner Ombudsman RI (ORI) Adrianus Meliala

"Hanya (dokumen) pemberian keterangan saja dari Novel (yang ada di kepolisian). Ada tanda tangan dan cap KBRI," ujarnya dikutip Jawa Pos, Minggu (11/2/2018).

Dokumen yang tidak mirip berita acara pemeriksaan (BAP) itu ditengarai menjadi akar lambatnya penanganan teror terhadap penyidik KPK tersebut.

Adrianus mengatakan, kepada Ombudsman, penyidik Polda Metro Jaya memang mengatakan bahwa Novel belum pernah di-BAP.

"Ini sesuai dengan perkataan penyidik (Polda Metro Jaya) bahwa Novel belum pernah di-BAP," ungkapnya.

Adrianus pun menyarankan agar dilakukan pemeriksaan ulang terhadap Novel yang kini sedang menjalani perawatan mata di Singapura.

Soal Kasus Novel Baswedan, Polisi Panggil Ketua PP Pemuda Muhammadiyah

JAKARTA-Pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya memanggil Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Danhil Anzar Simanjuntak, terkait statemennya soal siapa penyerang penyidik senior KPK Novel Baswedan. Pasalnya di sebuah stasiun TV swasta, Dahnil menyebut dirinya tahu siapa pihak yang menyerang Novel.

Mata Kiri Novel Baswedan Sudah Dioperasi

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa dokter yang menangani Novel Baswedan di Singapura telah mengoperasi mata kiri penyidik KPK itu pada Rabu (6/12).

"Operasi pada Rabu adalah operasi pembuangan jaringan gusi di mata kiri yang pertumbuhannya tidak baik, diganti dengan jaringan gusi baru," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis.

Polda Metro Jaya Sebar Sketsa Penyerang Novel Baswedan

Konfrontasi - Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Polisi Idham Aziz menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (24/11/2017). Kapolda Metro menegaskan sudah mengetahui para pelaku penyiraman terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Dari beberapa saksi yang kita lakukan (pemeriksaan) dua-tiga bulan belakangan ini lalu mengerucut pada dua orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman terhadap korban," ujar Idham dalam jumpa pers bersama Ketua KPK Agus Rahadjo, Jumat.

Idham lalu menunjukkan kepada awak media lembaran gambar sketsa dua orang yang diduga sebagai pelaku. Menurut dia, persentase keterlibatan dua orang itu dalam penyiraman Novel mencapai 90 persen. Semua, lanjut Idham, didasari oleh keterangan saksi.

Dalam dua foto terduga pelaku yang disebarkan polisi terlihat, satu pelaku berambut pendek dengan warna kulit cokelat kehitaman. Pelaku lainnya berambut agak panjang, lebih muda dari pelaku yang pertama.

Ihwal motif pelaku, dia menjelaskan, Polda Metro Jaya belum mengetahui secara perinci. Sebab, motif baru bisa diketahui setelah pelaku berhasil ditangkap. Meski begitu, Polda Metro Jaya terus melakukan pemetaan untuk mengetahui motif tersebut.

Ia pun meminta kepada masyarakat memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui keberadaan kedua orang tersebut. Polisi membuka hotline 081398844474 yang berjalan sepanjang waktu 24 jam. Akan ada operator tersendiri untuk kasus ini yang bertugas di ruangan.

Terungkap, Sketsa Wajah Penyerang Novel Baswedan

KONFRONTASI - Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis merilis dua sketsa wajah terduga penyerang penyidik KPK Novel Baswedan pada Jumat (24/11)

Tujuh bulan setelah penyidik senior KPK Novel Baswedan diserang dengan air keras di kediamannya di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, polisi akhirnya mengungkap sketsa pelaku.

Kabareskrim Polri: Ini Secercah Harapan Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

KONFRONTASI -  Desakan publik agar polisi segera menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggema. Hampir tujuh bulan lebih penyelidikan pascakasus terjadi pada April 2017 silam, belum ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kompolnas Khawatir Kasus Novel KPK Serupa dengan Kematian Munir

Konfrontasi - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) khawatir penyelesaian kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan serupa dengan perkara pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

‎Sebagaimana diketahui, kasus tewasnya pejuang HAM tersebut baru terungkap setelah lebih dari tujuh bulan. Namun demikian, kasus kematian Munir tersebut hingga kini dinilai masih janggal.

Kasus Novel Baswedan, YLBHI: SBY Lebih Baik daripada Jokowi

Konfrontasi - Penyelesaian kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Bawedan belum menemui titik terang hingga saat ini. Karena itu, dorongan agar pemerintah segera membentuk Tim Pencari Fakta kini semakin menguat.

Ketua Divisi Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur menganggap pemerintahan Presiden Joko Widodo memang sangat lambat dan tidak tegas terkait dengan kasus penyiraman Novel.

Pages