Novel Baswedan

Serangan Terhadap Penyidik KPK Tak Hanya Dialami Novel Baswedan

KONFRONTASI-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan bahwa terdapat juga serangan teror kepada penyidik KPK selain terhadap Novel Baswedan.

"Kalau disampaikan bahwa ada serangan, ada teror, yang ditujukan kepada penyidik KPK sebelumnya selain serangan air keras 11 April itu benar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu.

Ia pun menyatakan bahwa KPK sebenarnya tidak ingin mempublikasikan soal serangan itu.

Sudah 166 Penyidik Diterjunkan untuk Usut Kasus Novel, Hasilnya?

KONFRONTASI-Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menuturkan sebanyak 166 penyidik telah diterjunkan untuk mengusut kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sudah hampir satu tahun, polisi belum juga menangkap pelaku pemyiraman terhadap Novel.

Sindir Kapolri, Politikus PDIP: Alhamdulillah, Kasus Novel Mau Ultah

Konfrontasi - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan melontarkan sindiran tajam kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait pengungkapan kasus teror air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Menurutnya, kasus ini tak kunjung terungkap, padahal sudah hampir satu tahun terjadi.

Penyiraman Air Keras Tak Hanya Terjadi Pada Novel Baswedan

KONFRONTASI -  Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak banyak bicara setelah memberikan keterangan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) terkait kasus penyiraman air keras terhadapnya. Keterangan lebih rinci disampaikan tim kuasa hukum Novel, Algifari Aqsa.

Ungkap Kasus Novel, Ketua KPK MInta TGPF Segera Dibentuk

KONFRONTASI-Ketua KPK Agus Rahardjo meminta agar segera dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk membantu Polri mengusut kasus teror penyidik senior KPK Novel Baswedan. Menurut Agus, TGPF dibutuhkan untuk membantu polisi.

"Kalau keinginan bahwa kasus ini harus tuntas, itu (TGPF) sangat penting," ujar Agus dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (28/2/2018).

Anies Doakan Novel Baswedan Semoga Cepat Sembuh

KONFRONTASI - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membesuk sepupunya yang merupakan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Dirinya mengaku bersyukur kepulangan Novel yang telah menjalankan operasi mata kirinya di Singapura. Dan semoga Novel dapat cepat pulih pasca-operasi.

"Doa kita semua semoga pemulihan bisa segera dan bisa tuntas segera aktif kembali di tempat bertugas dan bersama-sama keluarga lagi," kata Anies di kediaman Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (25/2).

Dapat Tawaran Donor Mata dari Juru Parkir, Ini Kata Novel Baswedan

Konfrontasi - Beredar di media sosial tentang adanya seorang juru parkir di Sukabumi Jawa Barat, yang ingin mendonorkan matanya kepada penyidik senior Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Menanggapi hal itu, Novel Baswedan menyatakan, sangat berterima kasih kepada seorang juru parkir itu yang berkeinginan mendonorkan matanya kepadanya.

Tiba di KPK, Novel Baswedan Disambut Ratusan Pegawai dan Aktivis

KONFRONTASI-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tiba di gedung KPK Jakarta, Kamis siang, didampingi Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Juru Bicara Febri Diansyah.

Dia tiba pukul 13.05 WIB, mengenakam kaus putih dengan jaket hitam serta celana biru, masih mengenakan kaca mata. Ratusan pegawai KPK dan aktivis antikorupsi yang berpakaian putih menyambut kedatangannya. Mantan Ketua KPK Abraham Samad sudah tiba di KPK untuk menyambut kedatangan Novel.

Dokter yang merawat Novel di Singapura mengatakan bahwa Novel bisa menjalani rawat jalan setelah operasi tambahan pada 13 Februari 2018.

Pada 11 April 2017, dua orang yang mengendarai sepeda motor menyiramkan air keras ke Novel yang sedang berjalan pulang setelah shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Sampai sekarang, 10 bulan 11 hari sejak penyerangan Novel, pelaku penyerangan belum juga ditemukan.

Presiden Joko Widodo mengatakan akan terus mengejar Kapolri untuk menemukan pelaku penyiraman.

"Saya akan terus kejar di Kapolri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapapun pelakunya. Akan kita kejar terus Polri," kata Presiden pada Selasa (20/2).

Kasus Novel Masih Gelap, Pemuda Muhammadiyah Desak Presiden Segera Bentuk TPGF

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo kembali didesak untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Pasalnya, penanganan kasus yang dialami penyidik senior KPK pada 11 April 2017 lalu tersebut sampai saat ini masih gelap.

"Saya ingin mengetuk batin Presiden Republik Indonesia, Pak Joko Widodo, untuk terlibat langsung mengungkap kejahatan yang sistematik terhadap Novel Baswedan ini, ini bukan sekedar tergantung Novel," tegas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dilansir rmol.co (Senin, 19/2).

Dia menegaskan kejahatan terhadap Novel Baswedan adalah teror terhadap agenda pemberantasan korupsi di Indonesia. Bagi Dahnil sendiri, pihak Kepolisian sendiri tidak sungguh-sungguh menuntaskan kasus tersebut.

"Justru banyak dugaan (Polisi) ingin mempersalahkan Novel Baswedan. Kami pesimis Polisi mau menuntaskan," ungkap pendiri Madrasah Antikorupsi ini.

Oleh sebab itu, Presiden harus membentuk TGPF yang bisa membantu mengungkap siapa pelaku, aktor dan motif di balik teror terhadap Novel dan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Janji Presiden untuk menyelesaikan utang-utang kasus Pelanggaran HAM dan melawan korupsi, kami tagih saat ini. TGPF saat ini satu-satunya jalan untuk membantu Kepolisian mengungkapnya," demikian Dahnil Anzar Simanjuntak.

KPK Tak Terima Ombudsman Sebut Novel Baswedan Tak Kooperatif

KONFRONTASI-Pernyataan komisioner Ombudsman Adrianus Meliala yang menyebut Novel Baswedan tidak kooperatif dalam memberikan keterangan kepada polisi menuai reaksi dari Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah.

“Kami keberatan sekali dengan pernyataan seperti itu ya, jangan sampai kemudian korban yang justru diberikan beban untuk membuktikan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/2).

Pages