Novel Baswedan

Jokowi Sebut Penyiram Air Keras Novel Baswedan Akan Segera Diumumkan

KONFRONTASI -   Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik seniro KPK, Novel Baswedan akan segera diumumkan. Bahkan, pengumuman itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal itu dilakukan setelah ia mendapat informasi langsung dari Kapolri, Jenderal Idham Azis di Istana Negara kemarin, Senin (9/12).

Tim Hukum Novel Siap Laporkan Balik Dewi Tanjung

KONFRONTASI-Tim Advokasi Independen Novel Baswedan akan menyusun materi laporan terhadap politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung. Upaya itu setelah Dewi melaporkan Novel Baswedan atas tuduhan melakukan rekayasa penyerangan air keras.

Anggota tim advokasi Saor Siagian mengatakan akan segera melaporkan balik Dewi Tanjung. Dalam waktu dekat, Saor menyatakan, akan melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya.

"Awal minggu depan. Tim kuasa hukum, sedang siapkan materinya," kata Saor dilansir Republika.co.id, Sabtu (9/11).

Novel Baswedan Khawatirkan Pernyataan Asal Bunyi Politikus PDIP Ditiru Pihak Lain

Konfrontasi - Pengungkapan kasus teror air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tidak kunjung menemukan titik terang, setelah lebih dari dua tahun berlalu. Di penghujung tahun 2019, politikus PDIP Dewi Tanjung membuat laporan ke Mapolda Metro Jaya atas dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras.

Novel sebagai korban enggan menanggapi banyak atas laporan tersebut. Hanya dengan tegas, mantan Kasatgas kasus simulator SIM itu mengatakan tindakan Dewi ngawur.

Serangan Brutal di Sosmed ke Novel Baswedan, Cerita Istri Penyidik Senior KPK itu Menenangkan Kerabat

KONFRONTASI -  Istri Penyidik KPK Novel Baswedan, Rina Emilda mengatakan dirinya dan keluarga menanggapi dengan santai berbagai isu rekayasa penyiraman air keras yang kini beredar di media sosial. "Orang mau ngomong apa, terserah. Enggak terganggu. Malah santai. Itu yang jadi ladang pahala. Positifnya diambil," kata Rina kepada Tempo, Rabu 6 November 2019.

Novel Baswedan Dipolisikan Kader PDIP, Dituduh Rekayasa Penyiraman Air Keras

KONFRONTASI-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipolisikan ke Polda Metro Jaya oleh Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung. Novel disebut kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu melakukan rekayasa pasca-kasus dugaan penyiraman air keras. Novel dianggap melakukan kebohongan publik terkait penanganan matanya itu.

"Saya melaporkan Novel Baswedan penyidik KPK terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras," kata Dewi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dewi menyebut ada hal yang janggal dari penanganan mata Novel pasca-penyiraman air keras tersebut. "Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami dari rekaman CCTV dia dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitukan," sambungnya.

Dewi mengatakan, dirinya lulusan seni dan menduga ada rekayasa-rekayasa yang dilakukan Novel. Bahkan, dia mengklaim rekayasa itu sudah dimulai dari peristiwa penyiraman air keras.

"Saya orang seni, saya juga biasa beradegan. Orang kalau sakit itu tersiram air panas reaksinya tidak berdiri tapi akan terduduk jatuh terguling-guling itu yang saya pelajari dan tidak ada disitu reaksi dia membawa air untuk disiramkan," klaim Dewi.

Dewi memaparkan seharusnya Novel menyiramkan air mineral usai disiram air keras untuk menetralisir air keras itu, namun Novel tidak melakukan hal itu. Dia juga mencurigai luka yang diterima Novel.

Menurutnya, seharusnya kulit Novel juga ikut terluka tidak hanya matanya saja. Saat berada di rumah sakit dia juga curiga karena mata Novel tidak diperban hanya wajahnya saja. Namun pada akhirnya mata Novel yang rusak bukan wajahnya.

"Faktanya kulit Novel kan nggak apa-apa, hanya matanya. Yang lucunya kenapa hanya matanya sedangkan kelopaknya, ininya semua tidak (rusak)," kata Dewi.

Dewi mengandaikan luka Novel dengan ekstensi mata yang kerap dilakukan oleh wanita-wanita. Menurutnya, jika seseorang melakukan ekstensi mata maka bulu mata orang tersebut akan ikut rontok karena kelopak mata sensitif. Dia menyebut Novel yang disiram dengan air keras tidak mengalami kerusakan pada kulitnya termasuk kelopak matanya.

KPK Bantah Rekayasa Kondisi Mata Novel, Ini Klarifikasinya

KONFRONTASI-– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi beredarnya informasi atau berita bohong tentang kondisi mata penyidik senior lembaga antirasuah, Novel Baswedan. Tujuannya, supaya publik tahu bagaimana kondisi terkini kesehatan mata Novel usai disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Novel menjadi korban teror di dekat rumahnya kawasan Jakarta Utara pada 11 April 2017 lalu. Hingga kini, aparat kepolisian belum berhasil mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras tersebut. Namun justru beredar kabar terkait kondisi mata Novel yang dituding rekayasa setelah munculnya video yang viral di media sosial.

Karena itu, KPK memberikan klarifikasi terkait berita yang cenderung bohong mengenai kondisi mata Novel melalui akun Twitter resminya @KPK_RI yang dikutip pada Rabu, 6 November 2019.

KPK menjelaskan bahwa Novel sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga pasca diserang oleh orang tak dikenal dengan menggunakan air keras. Tapi, ia langsung dipindah ke Jakarta Eye Center karena kemungkinan terjadi luka di kornea mata akibat zat kimia asam sulfat yang terkandung dalam air keras.

“Selanjutnya, Novel dirawat di Singapura National Eye Centre pada 12 April 2017,” tulis akun KPK.

Melalui serangkaian perawatan, tim dokter berhasil membersihkan luka bakar di wajah dan membersihkan residu air keras di saluran pernapasan, karena terdapat luka bakar di rongga hidung.

“Proses penyembuhan area luar ini cenderung lebih cepat karena kemampuan regenerasi kulit yang lebih baik,” lanjutnya.

Saat itu, kondisi seluruh selaput pelindung kornea mata Novel terbakar, sehingga opsi yang dilakukan oleh dokter adalah menunggu proses pertumbuhan selaput mata.

“Namun, faktanya pertumbuhan selaput mata kiri mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dilakukan operasi Osteo-odonto-keratoprosthesis (OOKP),” katanya.

Nah, pada mata kiri yang dilakukan operasi OOKP terjadi pendarahan di balik lensa sejak empat bulan yang lalu. Hal ini mengakibatkan pandangan menjadi gelap dan tidak bisa melihat sama sekali. Bila kondisi baik, mata kiri menjadi tumpuan penglihatan karena dapat digunakan untuk membaca dengan bantuan lensa kacamata (plus) 4.

“Namun, dengan sudut pandang penglihatan yang sempit. Selain itu, saat ini kondisi mata sebelah kanan Novel pun tidak bisa melihat jelas dan tetap menggunakan hard lens untuk membantu melihat dengan lebih baik,” katanya.

Jelang Berakhir Masa Penyidikan, Polri Didesak Segera Ungkap Penyerang Novel Baswedan

Konfrontasi - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak Tim Gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Masa penyelidikan kasus penyiraman yang dialami Novel Baswedan berakhir pada 19 Oktober mendatang atau sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan waktu 3 bulan kepada Polri untuk menuntaskannya pada 19 Juli lalu.

Dituduh Amankan Kasus Anies, Novel: Anies Tak Pernah Ada Kasus di KPK

KONFRONTASI-Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengklarifikasi mengenai foto viral dengan narasi 'Novel Baswedan mengamankan kasus Anies Baswedan' yang sudah dipastikan hoax. Novel kemudian berbicara mengenai pelaporan-pelaporan di KPK.

"Pak Anies itu tidak pernah ada kasus di KPK. Soal orang dilaporkan banyak kok. Kita tak perlu sebut satu per satu, jangankan pejabat-pejabat, Pak Jokowi juga dilaporkan ke KPK kasus yang TransJakarta-nya dulu," kata Novel Baswedan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Pak Jokowi, Jangan Matikan KPK

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta tegas menolak berbagai upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seperti usulan revisi UU KPK yang telah disepakati DPR dan calon pimpinan (capim) KPK bermasalah yang tetap diloloskan Pansel Capim KPK.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan mendesak mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak menerbitkan surat presiden (Surpres) sebagai tanda setuju UU 30/2002 direvisi.

Hendardi: Omongan Novel Baswedan Enggak Penting

KONFRONTASI - Soal permintaan Novel Baswedan terkait pengusutan kasus kekerasan yang menimpanya, Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan, Hendardi, berkomentar keras.

Kemarin, Novel yang masih aktif sebagai penyidik KPK, meminta TGPF bekerja lebih maju. Ia mendesak TGPF tidak hanya mengungkap aktor intelektual dari penyiraman air keras kepadanya, tetapi juga aktor lapangannya.

Pages