20 August 2018

NKRI

Peneliti LP3ES: Kampanyekan Rasa Nasionalisme Melalui Dunia Maya dengan Mempelajari Sejarah Berdirinya NKRI

KONFRONTASI - Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-73 tahun, masyarakat Indonesia terutama para generasi muda harus bisa mengkapanyekan rasa cinta terhadap Tanah Air melalui Dunia Maya dengan banyak mempelajari sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak sebelum negara ini terbentuk. Hal ini agar dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi agar tidak mudah dipecah belah dan tidak mudah terpengaruh paham-paham radikal yang mengarah kepada aksi terorisme, sehingga dapat memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan.

BUMN Milik Rakyat, Jangan Dijual Seenaknya

KONFRONTASI -   Wacana Presiden Joko Widodo untuk menjual atau menggabungkan  sekitar 800  anak dan cucu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dianggap sebagai langkah yang tak tepat. Disisi lain, rencana penjualan BUMN menunjukkan Negara sedang mengalami krisis keuangan serius dan bisa mengarah kepada kebangkrutan perekonomian. BUMN dan asetnya adalah milik negara danrakyat. Menjual aset negara mengurangi  aset negara dan memiskinkan negara. Disisi lain, menjual BUMN, seperti menswastakan pelabuhan dan bandarudara bisa mengancam kedaulatan negara.

Aktivis dari Rumah Amanat Rakyat Ferdinand Hutahaean mengemukakan,  penjualan anak dan cucu BUMN tersebut, menunjukkan Negara sedang mengalami krisis keuangan yang serius dan bisa mengarah kepada kebangkrutan perekonomian karena aset negara akan dijual.

“Produk BUMN dan aset BUMN adalah milik negara, aset negara, aset rakyat. Menjual aset negara artinya akan membuat berkurang aset negara dan memiskinkan negara,” kata Ferdinand kepada Harian Terbit, Kamis (19/10/2017).

Ferdinand meminta pemerintah menjelaskan kepada rakyat secara terbuka tentang aset mana saja yang dijual dan berapa nilainya serta peruntukan dana tersebut untuk apa.

“Gencarnya pemerintah ingin menjual aset negara menunjukkan bahwa saat ini Pemerintah sudah terjerembab, terpuruk pada jalan buntu. Daya pikir tak lagi mampu mencari dan menemukan jalan alternatif mencapai tujuan,” kata Ferdinand.

Tergadai

Sementara itu, Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan rencana pemerintah akan menjual 800 BUMN maka menandakan bahwa saat ini pemerintah sudah tidak punya uang. Oleh karena itu daripada APBN bangkrut, tidak bisa menutupi bayar utang, gaji pegawai, dan tunjamgan fasilitas mewah pejabat, maka pemerintah akan lebih baik menjual apa yang bisa dijual termasuk 800 BUMN untuk dijual.

"Dengan kondisi ini maka kedepan, Indonesia bakal tergadai karena Menteri Keuangan Sri Mulyani juga terus menerus menumpuk utang, dan tidak punya kemampuan untuk mengurangi utang," ujarnya.

Uchok menegaskan, saat ini pemerintah hanya bisa meningkatkan belanja negara tanpa bisa meningkatkan pendapatan selain dari utang. Oleh karena itu suda jelas bahwa Indonesia ke depan maka kedaulatannya akan tergadai bila tidak bisa mengelola APBN dengan melakukan terebosan dengan melakukan moratorium kepada utang yang mencekik.

Terpisah, pengamat kebijakan Yusri Usman mengaku  tidak setuju pemerintah menjual BUMN. Alasannya, sesuai pesan UU bahwa BUMN ditugaskan oleh negara untuk  mengelola semua potensi sumber daya alam dan fasilitas publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sehingga hasil dari pengelolaan BUMN disajikan untuk rakyat agar sejahtera.

"Tentu tidak mudah pemerintah melakukan penjualan aset BUMN tanpa alasan yang jelas.  Apalagi khususnya untuk BUMN yang strategis," kata Yusri kepada Harian Terbit, Kamis (19/10/2017).

Selamatkan Islam dan NKRI: Jadikan Prabowo Subianto Presiden 2019!

Oleh: Tengku Zulkifli Usman
Pemerhati Sosial Politik, Jakarta

Tau kenapa banyak ulama yang lurus non fulus nyaman dengan prabowo? Karena fatsun perjuangan prabowo sangat peduli dan adil kepada umat islam

Tau kenapa sampai Gus Dur alm bilang prabowo adalah tokoh paling ikhlas untuk indonesia? Karena kawan dan lawan prabowo tau, prabowo nothing to lose buat NKRI

Rizal Ramli: Kepemimpinan Lemah Bisa Sebabkan Negara Pecah atau Bubar

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli [RR] menegaskan, dalam konteks masalah kemungkinan bubarnya Indonesia yang seperti diperingatkan oleh Prabowo Subianto di tengah suasana politik yang  memanas, semua itu bisa terjadi.

''Negara bubar itu terjadi, Soviet  era Mikhail Gorbachev, misalnya, bubar setelah ada beberapa negara bagian yang tak bisa dikendalikan, padahal  Gorby dipuji Barat, tapi kepemimpinannya lemah,'' ujar RR dalam simulasi Ekonomi dan Sosial Indonesia tahun 2030 ? Di ILC TV One Selasa malam tadi.

Ansyaad Mbai: Bangsa Asing Akui Kearifan Lokal Indonesia Mumpuni Jaga NKRI

KONFRONTASI - Bangsa-bangsa asing selama ini memuji kearifan lokal di Indonesia yang terbukti mumpuni dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu kearifan lokal itu harus terus dipupuk disamping terus memperkuat ideologi kebangsaan yaitu Pancasila. Kearifan lokal dan ideologi Pancasila menjadi kolaborasi terbaik untuk membentengi bangsa dari ‘serangan’ ideologi transnasional yang membawa paham-paham kekerasan, terutama yang membawa nama agama.

TNI Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI

KONFRONTASI - TNI berkomitmen untuk mewujudkan keamanan nasional dalam menjaga kedaulatan dan keamanan sumber daya maritim yang merupakan tugas pokok TNI. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

TNI Jaga Keutuhan NKRI Pada Tingkat Keamanan Yang Tinggi

KONFRONTASI - Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tingkat keamanan yang tinggi, sehingga pelaku bisnis dan perbankan semuanya bisa melaksanakan tugas dan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan 100 orang peserta Business Meeting 2018, bertempat di Royal Tulip Hotel, Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018).
 

Fiqih Islam dalam Bingkai NKRI

Oleh: Ahmad Bay Lubis
Advokat, Wakil Sekjen PPP, Pemerhati Hukum

Indonesia Aman, Jika TNI dan Polri Tetap Solid

KONFRONTASI - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan aman, damai, utuh dan tidak terpecah-pecah serta tidak akan dapat dimasuki oleh ideologi lain, apabila TNI dan Polri tetap solid dalam menjaga NKRI sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Hal tersebut yang dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pengarahan dihadapan 300 Prajurit TNI dan Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN), bertempat di Hanggar Lanud Manuhua Biak, Papua, Jumat (2/2/2018).

Bila Tak Segera Kembali ke UUD 45 Asli, Maka Ini yang Akan Terjadi pada NKRI

KONFRONTASI -  Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak, mengungkapkan kesalahan fatal pada amandemen pasal 6 Undang-Undang Dasar 45, yang mengakibatkan orang Jawa, Batak, Ambon, Sunda, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Padang, dan orang asli nusantara lainnya, tidak boleh menjadi presiden, jika ia pernah menerima kewarganegaraan lain.

Pages