Nilai Tukar Petani

NTP Bali Diatas Angka Nasional

Konfrontasi - Nilai tukar petani (NTP) di Bali sebesar 105,41 persen pada bulan November 2015 di atas angka nasional yang tercatat 102,95 persen, menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di Pulau Dewata lebih baik, dibanding rata-rata petani daerah lainnya di Indonesia.

"NTP Bali maupun nasional sama-sama mengalami peningkatan sebesar 0,48 persen, namun NTP Bali jauh lebih besar dibanding angka nasional," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Rabu (2/12).

Nilai Tukar Petani Lampung Turun

Konfrontasi - Penurunan harga sejumlah barang komoditas pertanian menyebabkan nilai tukar petani Lampung pada Oktober 2015 mengalami penurunan.

"Pada Oktober 2015, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, kecuali pada komoditas tanaman pangan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Adhi Wiriana, di Bandarlampung, Senin (2/11).

Nilai Tukar Petani Lampung Naik

Konfrontasi - Nilai Tukar Petani Lampung pada Mei 2015 naik 0,72 persen menjadi 102,16, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 101,43.

"Kenaikan Nilai Tukar Petani Lampung itu berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 12 kabupaten di Lampung," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Adhi Wiriana, di Bandarlampung, Selasa (2/6).

Ia menyebutkan beberapa subsektor mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2015, kecuali subsektor peternakan, perikanan tangkap, dan subsektor perikanan budidaya.

Nilai Tukar Petani Maluku Turun

Konfrontasi - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada Mei 2015 turun ke level di bawah angka 100 menjadi 99,60 atau turun sebesar 0,94 persen dibanding bulan April 2015 yang tercatat sebesar 100,54.

Penurunan ini disebabkan oleh perubahan indeks harga yang diterima petani (it) sebesar -0,21 persen lebih rendah dibanding perubahan indeks harga yang dibayar petani (ib) sebesar 0,73 persen, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Jessica Eliziana Pupella di Ambon, Senin (1/6).

BPS: Nilai Tukar Petani Sulut Turun

Konfrontasi - Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Martedhi Tenggehi mengatakan, nilai tukar petani (NTP) di daerah tersebut pada april 2015 mengalami penurunan.

"Pada bulan April 2015, NTP di Provinsi Sulut sebesar 96,55 persen atau turun 0,96 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya sebesar 97.49 persen," kata Martedhy, di Manado, Rabu (6/5).

Martedhy mengatakan, penurunan NTP ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 1,26 persen," jelasnya.

Nilai Tukar Petani NTB Mengalami Penurunan 1,06 Poin

Konfrontasi - Nilai tukar petani Nusa Tenggara Barat pada April 2015 mencapai 101,15 persen mengalami penurunan 1,06 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 102,23 persen karena pendapatan petani tidak sebanding dengan pengeluaran.

"Penurunan nilai tukar petani (NTP) disebabkan karena indeks harga yang dibayar petani (meningkat sebesar 0,37 persen) lebih tinggi dari pada indeks harga yang diterima petani (menurun sebesar 0,69 persen)," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin di Mataram, Selasa (5/5).

Nilai Tukar Petani Maluku Turun 0,11 Persen

Konfrontasi - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada April 2015 tercatat sebesar 100,54 atau turun 0,11 persen dibandingkan bulan Maret 2015 yang sebesar 100,65.

Penurunan ini disebabkan oleh perubahan indeks harga yang diterima petani (it) sebesar -0,10 persen lebih rendah dibanding perubahan indeks harga yang dibayar petani (ib) sebesar 0,0047 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Diah Utami di Ambon, Senin (4/5).

Nilai Tukar Petani Bali Sebesar 103,05 Persen

Konfrontasi - Nilai tukar petani (NTP) Bali sebesar 103,05 persen pada bulan April 2015, menurun 0,35 persen dibandingkan bulan Maret 2015 yang tercatat 103,41 persen.

"Sementara indeks harga yang diterima petani (IT) pada bulan yang sama mengalami penurunan sebesar 0,02 persen dari 119,68 persen menjadi 119,68 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Senin (4/5).

Nilai Tukar Petani Sumbar Naik

Konfrontasi - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat nilai tukar petani di daerah itu mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen pada Februari 2015.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di pedesaan di 11 kabupaten di Sumbar pada Februari 2015, nilai tukar petani mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen dibanding bulan Januari 2015, yaitu dari 98,54 menjadi 98,66," kata Kepala BPS Sumbar, Yomin Tofri di Padang, Selasa (3/3).

Nilai Tukar Petani di NTB Turun 0,39 Persen

 Konfrontasi - Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat mencatat nilai tukar petani di daerah itu pada November 2014 mencapai 100,40 persen, turun 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 100,80 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin, di Mataram, Senin (1/12), mengatakan penurunan nilai tukar petani (NTP) disebabkan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,00 persen lebih rendah daripada indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,39 persen.