20 June 2018

neoliberal

Merosotnya Ekonomi, Ambruknya Rupiah dan Solusi Rizal Ramli-Kwik Kian Gie

KONFRONTASI- Ada sejumlah penyebab dari merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dewasa ini. Ini soal ekonomi dan non-ekonomi. Ada campurtangan asing yang sengaja melemahkan Indonesia karena pemerintahan Jokowi sangat lemah.  Ekonom senior Kwik Kian Gie berusaha memaparkan masalahnya dan ekonom senior Rizal Ramli phD berusaha mencari solusinya, dan RR yakin mampu memecahkan kemerosotan rupiah itu. Analisa di bawah ini bisa menjadi penmcerahan.

Rizal Ramli: Malpraktik IMF membuat Indonesia Paling Terpuruk. Krisis Moneter 1998, Indonesia jadi Pasien Malpraktik IMF

KONFRONTASI- - Teknokrat senior Rizal Ramli menilai akibat malpraktik IMF, Indonesia jadi negara paling terpuruk  dalam krisis ekonomi Asia 1997/98. ''Indonesia menjadi pasien korban malpraktik IMF, dan menjadi negara yang paling terpuruk waktu itu,'' kata Mantan Menko Ekuin Rizal Ramli. Apa yang terjadi?

Rizal Ramli: Neoliberalisme Hanya Untungkan Perusahaan Asing

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli memastikan bakal tetap menjadi lawan setiap orang yang memiliki pemahaman neoliberal.

Rizal Ramli: Neoliberalisme Yang Merusak Ekonomi Indonesia

KONFRONTASI- Jelas sudah bahwa penyebab ekonomi Indonesia begini-begini saja atau So-So” adalah karena sejak pemerintahan Suharto sampai dengan hari ini kebanyakan menteri-menterinya mengikuti garis Neolib dan tunduk kepada IMF dan atau World Bank.

Rizal Ramli (Capres Rakyat), Bisa Kalahkan Capres Neoliberal

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli adalah capres rakyat yang paling konsisten mengusung Trisakti dan ekonomi kerakyatan (pasal 33 UUD45). RR merupakan lawan tangguh bagi capres Neoliberal yang kini merusak ekonomi-sosial Indonesia dengan mewariskan utang Rp7000 trilyun, rupiah melemah mendektai Rp14.000/dolar AS dan penguasaan asing atas sumber daya alam, tanah dan kekayaan negeri ini. RR bisa kalahkan capres Neoliberal yang jelas menyusahkan rakyat dan mandul dalam memecahkan masalah ekonomi.

Neoliberalisme, pintu masuk neokolonialisme, tegas Rizal Ramli

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli menegaskan bahwa Neoliberalisme, pintu masuk neokolonialisme — hanya akan memperparah ketergantugan,, semakin menggrogoti kedaulatan dan kemandirian.

Mantan Menko Kemaritiman dan Menko Ekuin Rizal Ramli menegaskan lagi bahwa  Trisakti Soekarno dan ekonomi kerakyatan (ekonomi Konstitusi) adalah jawaban untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, bukan Neoliberalisme.

Aris Arif Mundayat PhD: Jokowi sebaiknya Berduet dengan Rizal Ramli kalau Mau Menang Pilpres 2019

KONFRONTASI-Presiden Jokowi sebaiknya berduet dengan tokoh nasional Rizal Ramli kalau mau menang di Pilpres  2019, sebab ekonomi sudah memburuk dan utang kian bertumpuk sampai lebih Rp4900 trilyun, sementara ekonomi rakyat makin lemah dan Neoliberalisme Menkeu Sri Mulyani gagal  total untuk membangun ekonomi nasional yang kuat, adil dan merata. Malah Sri Mulyani makin membuat ekonomi memburuk dengan beban utang bertumpuk lebih Rp4900 trilyun, dan itu sangat mengerikan karena Indonesia diambang kehancuran

Dusta, Opera Sabun dan Permainan Semu dibalik Penghargaan untuk Sri Mulyani

KONFRONTASI- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) diberi penghargaan sebagai menteri terbaik dunia di ajang World Government Summit (WGS), di Dubai, Ahad, 11 Februari 2018. Keren? Ya iya dong. Mosok penghargaan kelas dunia kayak gini ga keren… Di tengah makin seru (dan panasnya?) tahun politik, adalah lazim bagi mereka yang ngebet inign berlaga mulai merapal ajian dan pasang kuda-kuda. Dan, ini berlaku bagi siapa saja. Termasuk Sri.

Neoliberalisme Sri Mulyani-Darmin Nasution: Utang lagi sampai Hampir Rp 4000 Triliun

KONFRONTASI- MENKEU Sri Mulyani (neoliberalisme) NGUTANG lagi. Kali ini berjumlah US$ 4 miliar dalam bentuk penerbitan global bond. Ada tiga seri global bond yang diterbitkan, masing-masing bertenor 5, 10, dan 30 tahun. Dengan kurs tengah Bank Indonesia hari ini Rp 13.546/US$, maka nilai utang baru itu mencapai Rp 54,2 triliun.

Korupsi Gurita Neoliberalisme di Mega Proyek 35 Ribu MW

KONFRONTASI- Megaproyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 35.000 megawatt (MW) menjadi salah satu teroboson Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo. Proyek itu ditargetkan selesai dalam 5 tahun, yaitu mulai dari tahun 2015 hingga 2019. Selain untuk menambah kapasitas listrik di Tanah Air yang sudah terpasang, proyek raksasa itu dinilai bakal menggerakkan perekonomian karena banyak swasta terlibat dalam pengerjaan pembangkit dan infrastruktur lain seperti transmisi dan gardu induk.

Pages