negara

Pengkritik Jokowi Rapatkan Barisan, Said Didu: Negara Udah Rusak!

KONFRONTASI -  Dalam merespons tentang kondisi Indonesia terkini, para tokoh berinisiatif mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020).

Sejumlah tokoh di antaranya Din Syamsuddin, Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka’ban, M Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M Massardi, Moh Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, dan lainnya.

Negara Harus Diselamatkan. Sinyal “SOS” Telah Berbunyi. Sebenarnya Saat Tepat Presiden Jokowi Untuk Mundur Dengan Terhormat

Oleh:    M Rizal Fadillah

 

Hari ahad tanggal 2 Agustus 2020 telah dideklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) oleh beberapa tokoh antara lain Din Syamsuddin, Ichsanuddin Noorsy, Said Didu, Rocky Gerung, Refly Harun, dan sejumlah tokoh lainnya. Pembentukan koalisi tokoh ini tentu berangkat dari keprihatinan atas kondisi bangsa Indonesia saat ini. Penyelenggaraan negara yang telah salah arah.

Mengakhiri Demokrasi Kriminal, Kegagalan Negara dan Pembusukan Rezim serta Oligarkisme: Perlunya Re-Setting dan Re-Designing Kehidupan Bernegara

DEMOKRASI KRIMINAL, KEGAGALAN REZIM JOKOWI DAN PEMBUSUKAN OLEH OLIGARKI MODAL: SIGNIFIKANSI  RE-SETTING DAN RE-DESIGNING KEHIDUPAN BERBANGSA BERNEGARA

Merebut Kembali Negara Berdasarkan Pancasila Dari Tangan Kaum Liberal

Oleh: Prihandoyo Kuswanto 

 

 

Banyak yang tidak memahami terhadap negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Sebagai negara ada dasar dan desain yang dibuat oleh pendiri negeri ini. Indonesia mempunyai sistem dan ciri khas tersendiri dalam ketatanegaraannya, oleh sebab itu ukuran-ukurannya juga tidak bisa menggunakan teori-teori negara barat presidensial maupun parlementer.

Syarikat Islam Jatim Sebut Negara Dalam Bahaya, Inisiator RUU HIP Harus Diusut

KONFRONTASI   -  Syarikat Islam Jawa Timur menilai tegas bahwa dengan adanya Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) membuktikan adanya sebagian masyarakat yang berniat meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, Ormas Islam di Jatim ini tidak hanya menolak RUU HIP, tapi juga menyebut para inisiator dan pendukungnya adalah orang-orang makar yang harus diusut tuntas.

Agenda Tersembunyi RRC, "Negara" dengan 2 Milyar Penduduk Kuasai Transaksi Dunia

KONFRONTASI -  Mardigu Wowiek membuka sebagian agenda besar Facebook untuk mengendalikan mata uang dunia. "Negara" dengan penduduk lebih dari 2 miliar itu tidak henti melemahkan "batas-batas" negara di seluruh dunia.

Ketika Mark Zukerberg mengumumkan sekali lagi akan menjalankan sistem currency libra yang 2 tahun lalu di ganjal oleh otoritas dunia yaitu pemerintahan di banyak negara kembali akan di luncurkan, kali ini facebook sudah punya kendaraan infrastukturnya yaitu facebook pay dan instagram pay.

Pemerintah (Jokowi) Sudah Tidak Bisa Mengurus Bangsa dan Negara?

OPINI- Pemerintah memang masih ada tapi sudah tidak mampu mengurus bangsa dan negara seluruhnya. Berbagai daerah sudah berjalan sendiri2 tanpa peduli dg pemerintah pusat. Masing2 kepala daerah menjadi Presiden-presin kecil dg kemampuan seadanya, mereka juga hanya bisa mengurus sebagian rakyatnya, karena tidak kompeten.

Negara Tidak Boleh Justifikasi Rasisme Dan Papua Phobia Dengan Kriminalisasi Rakyat Papua

Oleh: Natalius Pigai

 

PERNYATAAN Wiranto bahwa perusuh di Manokwari diproses secara hukum sebagaimana dilansir media online Kumparan, tanggal 19 Agustus 2019. Tentu saja Wiranto tidak eloķ dan pantas sasar rakyat Papua yang pada saat ini posisinya sebagai korban rasialisme di Indonesia. Apalagi rakyat Papua melakukan tindakan menentang/penghapusan diskriminasi rasial yang merupakan semangat/menstream dunia internasional yang ingin membangun peradaban baru antidiskriminasi dan masyarakat inklusif.

Pages