Natuna

Respon Eks Menteri KKP Terkait Pernyataan Jokowi Soal Natuna: Jangan Halau, Tangkap dan Musnahkan

Konfrontasi - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak tegas terhadap kapal-kapal asing China yang mencuri ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Pernyataan Susi tersebut dilontarkan lewat cuitan akun Twitternya @susipudjiastuti, dengan maksud membalas pernyataan Presiden Jokowi di Twitter.

China Curi Ikan di Natuna, Lalu Dijual Lagi ke Indonesia

KONFRONTASI-- Isu dugaan pelanggaran wilayah ZEE perairan Natuna oleh nelayan dan Cost Guard China yang terjadi baru-baru ini tentunya masih terus menghangat, bahkan Presiden Jokowi datang ke Natuna Rabu (8/1). Ironisnya nelayan China yang diduga mencari ikan di wilayah itu ternyata jadi salah satu pemasok utama ikan impor ke Indonesia.

Masalah di perairan Natuna sendiri bermula saat kapal pencari ikan Negeri Tirai Bambu dilaporkan telah masuk ke Perairan Natuna dan melakukan pencurian ikan.

Mahfud MD: Kunjungan Presiden Jokowi Menunjukkan Natuna Hak Milik Indonesia

Konfrontasi - Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan, kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke perairan Natuna, Kepulauan Riau, menunjukkan negara hadir dalam menyelesaikan sengketa dengan China. Menurut Mahfud, kehadiran Presiden Jokowi menunjukan kalau Natuna milik sah Indonesia.

"Ya bagus, itu follow up dari perintah presiden dalam rapat kabinet terakhir itu bahwa kita negara harus hadir di Natuna untuk menunjukkan bahwa itu milik kita," kata Mahfud di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Usir Kapal China, TNI Kedepankan Cara Persuasif

KONFRONTASI - TNI tetap melaksanakan pengusiran terhadap kapal-kapal China yang memasuki wilayah perairan ZEE Indonesia dengan cara persuasif.

"Kita akan tetap melakukan pengusiran secara persuasif," kata Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono usai meninjau kesiapan KRI yang akan beroperasi besok di Faslabuh Lanal Ranai, Selat Lampa, Natuna, Selasa.

Ia mengatakan upaya pengusiran akan dilakukan tanpa batas waktu. TNI, kata dia, tetap hadir di laut untuk menghalau dan mengusir kapal asing dengan cara persuasif.

China Terobos Natuna, Kiai Said: Siapa Mati Demi Tanah Air, Dia Syahid

KONFRONTASI-Pelanggaran pemerintah komunis China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia telah memicu ketegangan kedua negara.

Setidaknya, mayoritas rakyat Indonesia tegas mendesak pemerintah untuk berani melawan pelanggaran China di perairan Natuna.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bahkan turut merespon ketegangan tersebut. PBNU mendesak agar pemerintah bersikap tegas kepada China yang melakukan tindakan provokatif atas wilayah yang telah diakui oleh Konvensi Hukum Laut PBB pada tahun 1982.

Tengku Zulkarnain: Jika China Berani Caplok Natuna, Saya Siap Serahkan Selembar Nyawa Saya Demi NKRI

KONFRONTASI-Indonesia dan China sedang bersitegang terkait wilayah perairan Natuna. Ketegangan berawal dari kapal penjaga pantai dan kapal ikan China yang menerobos masuk perairan zona ekonomi eklusif Indonesia itu.

Indonesia melayangkan protes. Namun China malah bersikukuh bahwa wilayah itu masuk dalam “kekuasaannya”. Polemik pun berlanjut. Melalui media sosial, sejumlah masyarakat Indonesia menunjukkan kegeramannya atas sikap negeri Tirai Bambu itu.

Inilah Penyebabnya, Kerakusan China, Natuna Simpan Cadangan Gas Raksasa & Diaku Miliknya

KONFRONTASI -   Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara produsen gas alam dunia. Salah satu cadangan terbesarnya, berada di perairan Natuna yang saat ini tengah berpolemik karena klaim China. Dikutip Kompas.com dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM), Indonesia memiliki cadangan gas bumi mencapai 144,06 triliun kaki kubik (TCF), terdiri dari cadangan terbukti (P1) sebesar 101,22 TSCF dan cadangan potensial (P2) 42,84 TSCF. Cadangan gas terbesar di Indonesia berada di Natuna, tepatnya berada di Blok East Natuna 49,87 TCF.

Diapit Malaysia, Kenapa Natuna Malah Gabung ke Indonesia?

KONFRONTASI -    Natuna tengah jadi perbincangan. Ini setelah kapal-kapal nelayan dan Coast Guard China masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Kepulauan Natuna. Pemerintah Beijing mengklaim kalau kapal nelayan dan coast guard tak melanggar kedaulatan Indonesia. Dasar yang dipakai Negeri Tirai Bambu mengklaim perairan Natuna adalah sembilan garis putus-putus atau nine dash line. Secara geografis, Natuna berada di garis terdepan yang langsung berhadap-hadapan dengan beberapa negara tetangga.

Gerindra Bantah Prabowo Subianto Lembek Soal Natuna

KONFRONTASI -   Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiande, menegaskan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tidak lembek terkait Natuna. Penegasan tersebut disampaikan setelah ada kesan Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu terlalu lembek soal klaim Tiongkok terhadap natuna.

“Tidak benar Pak Prabowo lembek,” tegas Andre kepada JawaPos.com, Senin (6/1).

Pages