Nasionalisme

Bangkrutnya Nasionalisme

M Rizal Fadillah

 

Awalnya yang membuat merosot hingga bangkrutnya nasionalisme adalah aspek kedaerahan, sektarianisme atau globalisasi. Tapi kini adalah pragmatisme dan urusan bisnis. Pemimpin negara menjadi faktor penting dari dekadensi ini. Kebijakan kenegaraan yang sangat pragmatis dan berorientasi semata bisnis membangkrutkan rasa nasionalisme. Investasi dan hutang luar negeri adalah faktor determinan.

‘’Islamisme, Nasionalisme , Globalisme, Jejak-Jejak Ideologi Terkoyak’’: Kilas Balik Tinjauan Buku

 RESENSI: Buku ‘’Islamisme, Nasionalisme , Globalisme, Jejak-Jejak Ideologi Terkoyak’’ pertama terbit 2005, dan cetak ulang 2015 secara terbatas untuk para peminatnya. Buku karya Herdi sahrasad setebal 507 halaman ini mencatat berbagai sejarah, peristiwa dan perjalanan ekonomi-politik setelah ambruknya Orde Baru.   

Nasionalisme Semu

Oleh : Salamuddin Daeng

 

Banyak berita artikel di  media dan jurnal internasional menggambarkan giatnya Pemerintah Indonesia dalam menjalankan kebijakan nasionalisasi terutama nasionalisasi sumber daya alam. Beberapa ditaranya mengulas fakta adanya gejala nasionalisme semu.

Menurut KBBI se·mu artinya tampak seperti asli (sebenarnya), padahal sama sekali bukan yang asli (sebenarnya): definisi lebih lengkap tidak saya masukkan karena dapat memberikan citra yang buruk sekali bagi Indonesia. 

Pilihan Boleh Beda, Tapi Nasionalisme yang Utama

KONFRONTASI -   Makin lama perdebatan di media sosial atau medsos jauh dari subtansi. Medsos dipenuhi dan belum ada tanda-tanda berakhir. Tokoh nasional Dr. Rizal Ramli pun menyayangkan hal tersebut.

“Hari ini di sosial media, si satu dukung si A, yang lain dukung si B, dan dukung si C, buntutnya berantem,” kata dia dalam keterangan yang diterima KedaiPena.Com, ditulis Rabu (15/5/2018).

“Kebanyakan ribut, substansinya enggak nongol,” sambung RR, sapaannya.

Nasionalisme dan Kebangsaan Harus Dikedepankan dalam Penayangan Peristiwa Terorisme

KONFRONTASI – Nasionalisme dan kebangsaan harus dikedepankan dalam penayangan peristiwa terorisme. Pasalnya, selama ini media lebih sering hanya mempertimbangkan keuntungan dengan mengkreasi berita dari peristiwa terorisme, tanpa mempertimbangkan dampak yang terjadi di masyarakat.

Nasionalisme Yang Diterjang Gadgetisme, Dimana Jenius Lokal?

KONFRONTASI - Keniscayaan perkembangan teknologi layaknya pisau bermata dua: menghilangkan sekat antarnegara, juga menyapu identitas sebuah negara. Semua melebur dan sulit dipilah. Terjangan arus globalisasi menerpa hampir semua negara. Bagaimana di Indonesia? Apakah identitas keindonesia akan hilang? Atau jangan-jangan sudah hilang tanpa disadari?

Pages