Nadiem Makarim

Komisi X DPR akan Panggil Mendikbud Nadiem Terkait Program Kampus Merdeka Usai Reses

Konfrontasi - Setelah Program Organisasi Penggerak (POP) banyak mendapatkan kritikan keras dari publik, kini giliran Program Kampus Merdeka yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menuai polemik.

Pasalnya, Program yang digagas mantan CEO Gojek itu dinilai kurang tepat lantaran dapat menghambat mahasiswa dalam memahami mata kuliah.

Dalam program Kampus Merdeka dibolehkannnya mahasiswa mengambil dua semeter atau setara 40 SKS untuk melakukan kegiatan magang di luar kampus.

KPK akan Panggil Nadiem Makarim Terkait Polemik POP Kemendikbud

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim untuk menanyakan beberapa hal soal sengkarut program organisasi penggerak (POP) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menjadi pembuka acara webinar bertajuk "Menjaga Integritas Dalam Implementasi Kebijakan PPDB" yang juga dihadiri oleh Nadiem Makarim pada Rabu (29/7).

Mendikbud Tegaskan Sampoerna dan Tanoto Foundation Gunakan Dana Mandiri untuk POP

KONFRONTASI - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyatakan Putera Sampoerna Foundation bersama Tanoto Foundation dipastikan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung Program Organisasi Penggerak (POP).

Dengan demikian, kedua yayasan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan tersebut tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Gerindra Ingatkan Nadiem, Tidak Semua Siswa Miliki Smartphone dan Mampu Beli Kuota Internet untuk Belajar Online

KONFRONTASI-Politikus Partai Gerindra Habiburokhman menilai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tidak peka terhadap persoalan rakyat. Di saat masyarakat kesusahan akses pembelajaran jarak jauh, Nadiem justru mengeluarkan program kontroversial seperti program organisasi penggerak (POP).

"Saya heran Pak Menteri sepertinya tidak peka dengan persoalan rakyat," kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin (27/7).

Ubedilah Badrun: ‘Ada Gula Merah Di Balik Klepon’ Kalau Jokowi Pertahankan Nadiem Makarim

KONFRONTASI -   Keputusan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan PGRI resmi menarik diri dari program organisasi penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai menambah sengkarutnya kekacauan kebijakan Kemendikbud di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim.

Terlebih program POP yang berpolemik tersebut justru menggandeng organisasi CSR milik perusahaan swasta sekelas Tanoto Foundation dan Sampoerna untuk pelatihan guru.

Aneh, Nadiem Berikan Dana 'Gajah' untuk CSR Korporasi Besar

KONFRONTASI-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dikritik karena memberikan dana puluhan miliar untuk organisasi pendidikan milik perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Hibah dana tersebut diberikan dalam program Organisasi Penggerak yang dibuat Mendikbud Nadiem Makarim untuk digunakan dalam pelatihan guru dan kepala sekolah.

Mohon Maaf, Kalau Kita Mau Jujur, Prof Azyumardi Azra Lebih Pantas dan Kredibel jadi Mendikbud ketimbang Nadiem Makarim

KONFRONTASI- Sejumlah tokoh nasional menilai kinerja para menteri di Kabinet Indonesia Maju. Penilaian tersebut setelah Presiden Jokowi mengeluarkan ancaman rombak susunan para pembantunya.

Prof Azyumardi Azra dengan tegas menyatakan rapor Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ''merah''.

Mendikbud Nadiem Diminta Perbaiki Pola Komunikasi dengan Guru

KONFRONTASI-Sejumlah organisasi di bidang pendidikan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperbaiki pola komunikasi dengan para guru.

"Selama satu semester menjabat sebagai Mendikbud, Mas Menteri ini terlihat sedikit sekali waktu beliau bertemu guru," ujar Ketua Umum Forum Guru Muhammadiyah (FGM) M Pahri, dalam diskusi "Evaluasi Kebijakan Pendidikan Nasional" di Jakarta, Rabu (20/5).

Pahri meminta agar Mendikbud menghidupkan kembali pola komunikasi dengan forum guru.

Komisi X DPR Minta Mendikbud Pertimbangkan Tutup Sekolah Selama Corona

Konfrontasi - Seiring bertambahnya warga Indonesia yang positif terinfeksi virus Corona, mitigasi bencana non-alam seperti wabah penyakit dinilai perlu dilakukan secara cepat di institusi pendidikan.

Anggota Komisi X DPR, Irine Yusiana Roba Putri, pun meminta Mendikbud Nadiem Makarim mempertimbangkan berbagai skenario dalam mitigasi wabah itu di lingkungan sekolah dan kampus.

Pages