18 September 2019

Myanmar

Pengungsi Rohingya Tolak Dipulangkan ke Myanmar

KONFRONTASI-Upaya untuk mengembalikan pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar mengalami kegagalan setelah tidak satu pun dari mereka yang muncul.

Hal ini sekali pun pemerintah Bangladesh sudah menyediakan 5 bus dan 10 truk untuk mengangkut mereka ke Myanmar.

Sebanyak 3.450 orang sudah diidentifikasi untuk dikembalikan ke Myanmar, dari total sekitar 740 ribu yang mengungsi sejak 2017.

Namun, para pengungsi tidak berani kembali sampai ada jaminan keselamatan dan pemberian kewarganegaraan kepada mereka.

Ada ketakutan di kalangan pengungsi bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam kamp khusus seandainya mereka kembali ke Myanmar. Sementara itu juru bicara PBB mengatakan setiap upaya repatriasi harus bersifat sukarela.

Tak ada yang muncul

Pemerintah Bangladesh sudah menyediakan 5 bus dan 10 truk yang akan berangkat dari kota Teknaf, Bangladesh, tetapi tak ada satu pun pengungsi Bangladesh yang muncul.

"Kami sudah menunggu sejak jam 9 pagi," kata Khaled Hossain, petugas Bangladesh yang bertanggung jawab di Teknaf kepada kantor berita AFP. "Tapi tak ada yang muncul".

Saat ini diperkirakan ada sekitar 740 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh yang lari akibat agresi yang dilakukan oleh militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine pada tahun 2017.

Mereka bergabung dengan lebih dari 200 ribu orang Rohingya yang sudah ada di Bangladesh sebelumnya. PBB menyatakan agresi tersebut dilakukan mirip dengan pembersihan etnik.

Upaya repatriasi terbaru ini - setelah upaya pada bulan November tahun lalu yang juga gagal - dilakukan menyusul kunjungan ke kamp pengungsi oleh pejabat tinggi Myanmar yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Myint Thu.

Ketika itu Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyampaikan daftar sekitar 22 ribu nama pengungsi Myanmar untuk diverifikasi dan pemerintah Myanmar menyatakan 3.450 nama telah dipastikan bisa "dipulangkan".

PBB Serukan Embargo Senjata, Myanmar Ketar-ketir

KONFRONTASI-PBB mendesak pemimpin dunia agar memutuskan hubungan dengan perusahaan terkait militer dan memberlakukan embargo senjata terhadap Myanmar atas krisis Rohingya. Hal tersebut kontan saja membuat para pejabat negeri pra biksu tersebut ketar-ketir dan langsung melayangkan kecaman atas seruan PBB tersebut. Kementerian Luar Negeri Myanmar, Selasa, berdalih embargo senjata dapat aksi tersebut dapat membahayakan negaranya.

Myanmar says U.N. calls for sanctions, arms embargo a bid to harm country

KONFRONTASI-Myanmar’s foreign ministry on Tuesday denounced a United Nations report that urged world leaders to cut ties with military-linked companies and impose an arms embargo over the Rohingya crisis, saying it was intended to harm the country.

A panel of U.N. experts urged world leaders on Monday to impose targeted financial sanctions on companies linked to the military and said foreign firms doing business with them could be complicit in international crimes.

Myanmar to send delegation to Rohingya camps in Bangladesh

KONFRONTASI - Myanmar says it is sending a high-level delegation to overcrowded Rohingya camps in Bangladesh concerning the return of the refugees to their ethnic homeland of Rakhine state.

Myanmar's UN Ambassador Hau Do Suan told a General Assembly meeting on Monday that his government will "dispatch a high level delegation to Cox's Bazar very soon, by the end of July, to explain to the displaced people the arrangements made for the repatriation and resettlement."

Izin Praktik Dokter Cantik Ini Dicabut Gara-gara Terlalu Seksi

KONFRONTASI-Nang Mwe San, seorang dokter asal Myanmar menjadi bahan pembicaraan penduduk lokal setelah berencana menggugat Dewan Kesehatan Myanmar.

Nang Mwe San ingin menempuh jalur hukum karena tak terima izin praktiknya dicabut. Perempuan cantik itu dianggap tidak sopan karena sering mengunggah foto seksi di media sosial.

“Mereka seharusnya tak mengganggu kebebasan pribadi saya. Itu bukan urusan mereka,” ujarnya kepada Agence France-Presse.

Bangladesh Kecam Tindakan Myanmar Tunda Pemulangan Rohingya

KONFRONTASI-Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mencela Myanmar karena menunda pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar.

Sekitar 740 ribu pengungsi Rohingya kini tinggal di penampungan yang penuh sesak dan pengap di Bangladesh. Banyak yang masih tetap takut pulang ke Myanmar di mana Muslim yang minoritas sudah puluhan tahun ditindas dan hak mereka semakin dikurangi.

Amnesty Tuding Myanmar Lakukan Kejahatan Perang Terhadap Rohingya

KONFRONTASI-Amnesty International menuduh militer Myanmar melakukan kekejaman baru di negara bagian Rakhine, Myanmar barat laut, tempat mereka melakukan tindakan brutal terhadap Muslim Rohingya kurang dari dua tahun lalu.

Militer telah mengerahkan ribuan pasukan ke Rakhine untuk memerangi kelompok pemberontak, Tentara Arakan, yang ingin memperoleh otonomi yang lebih besar bagi etnis Budha di negara bagian itu.

Myanmar suffers record-breaking pre-monsoon heat

KONFRONTASI-Yangon, the commercial capital of Myanmar, recorded 42 degrees Celsius on Friday. According to records retrieved from archives held by the Deutscher Wetterdienst, this was a new record for the city.

The previous April high temperature was listed as 41.1C. These records go back to 1881.

Over 50 believed dead in collapse at Myanmar jade mine

KONFRONTASI - More than 50 people were feared to have been killed in Myanmar when jade miners and machinery were buried under a mound of tailings late on Monday, a member of parliament and a rescue worker said.

Three bodies had been pulled from the debris, Tin Soe, a lawmaker representing the jade-rich Hpakant area of Kachin State in the north, said on Tuesday.

Deadly landslides and other accidents are common in the poorly regulated mines of Hpakant.

Tambang Giok Longsor, Puluhan Orang Tewas di Myanmar

KONFRONTASI-Lebih dari 50 orang dikhawatirkan tewas di Myanmar, saat penambang batu giok dan peralatan yang mereka bawa tertimpa tumpukan bahan limbah pada Senin malam, kata anggota parlemen dan petugas penyelamat.

Tiga jasad berhasil diangkat dari reruntuhan, ungkap anggota parlemen yang mewakili area Hpakant di Negara Bagian Kachin, Tin Soe pada Selasa.

Tanah longsor mematikan dan kecelakaan lainnya kerap terjadi di tambang Hpakant yang kaya akan giok, namun miskin regulasi.

Pages