Muslim

PBB Ingatkan Myanmar Terkait Memburuknya Kondisi Muslim Rohingya

KONFRONTASI - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan soal memburuknya kondisi kemanusian dan hak asasi manusia di negara bagian Rakhine, Myanmar. Menurut laporan Fars News, Adama Dieng, penasihat khusus PBB untuk pencegahan genosida hari Rabu (30/11) dalam sebuah pernyataan memperingatkan kondisi keamanan, kemanusiaan dan hak asasi manusia Muslimin di negara bagian Rakhine, utara Myanmar seraya menuntut izin akses wakil-wakil PBB untuk mengkaji kondisi daerah tersebut.

Abuse of Rohingyas in Myanmar may be crime against humanity: UN

KONFRONTASI - The United Nations (UN) has warned that ongoing, widespread human rights violations against Rohingya Muslims in Myanmar could be tantamount to “crimes against humanity.” In a statement on Tuesday, the Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) expressed alarm over reports of serious rights violations in Myanmar’s western Rakhine State.

Registering Muslims, building wall on Trump’s agenda: Advisor

KONFRONTASI - An anti-immigration adviser to US President-elect Donald Trump says he may start construction of a wall on the Mexican border without a congressional approval, while his team is busy discussing drafting a proposal aimed at reinstating a registry for immigrants from Muslim countries.

Kansas Secretary of State Kris Kobach, who is known for his tough immigration laws, made the remarks in an interview with Reuters released on Wednesday.

Donald Trump dan Kecemasan Muslim dan Minoritas di AS

KONFRONTASI- Pagi hari setelah Donald Trump dinyatakan memenangi pemilihan Presiden Amerika Serikat, Yasmeen Shehab terbangun karena tangis anaknya.

Ibu asal New Jersey itu terperanjat, ketika tiba-tiba anak perempuan berusia 10 tahun melompat ke dalam pelukannya sambil menangis.

“Presiden Trump akan melarang kita dan membuat kita meninggalkan Amerika,” ungkap putri Shebab di tengah tangisnya.

Meskipun Shehab dan keluarga Muslimnya terlahir di AS, namun ketakutan akan ancaman deportasi tetap saja menghantui.

Donald Trump Resmi Hapus Larangan Muslim Masuk AS

Konfrontasi - Ada hal mengejutkan usai terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45. Kampanye Trump soal larangan umat Muslim masuk ke negara tersebut, yang diunggah ke laman resmi mereka, mendadak dihapus.

Trump menulis larangan umat Muslim dunia masuk ke AS, tidak lama setelah adanya serangan teroris di Paris, Prancis, November 2015 lalu.

Dilansir Arabnews, Minggu (13/11/2016), beredar kabar bahwa pernyataan tersebut dihapus beberapa hari sebelum pemilihan umum.

Ini Harapan Walikota Muslim London untuk Trump

KONFRONTASI-Walikota London, Sadiq Khan, berharap situasi di Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan kembali kondusif pasca-pemilihan umum. Untuk itu, dia ingin agar presiden terpilih AS, Donald Trump, tampil sebagai pemimpin bagi semua golongan di Negeri Paman Sam.

“Bukan rahasia lagi bahwa saya bukanlah pendukung Donald Trump atau caranya berkampanye,” kata Sadiq Khan, seperti dikutip Huffington Post.

Muslim ban statement removed from Donald Trump's website

KONFRONTASI - A statement on US President-elect Donald Trump's plan to ban all Muslims from entering the United States has been removed from his campaign website.

Trump’s December 2015 statement calling for a "total and complete shutdown" of Muslims vanished from the website on Wednesday, after the Republican presidential nominee beat Democratic candidate Hillary Clinton in the battle for the White House.    

Keterlaluan, Menteri Imigrasi Norwegia Minta Imigran Muslim Makan Babi

KONFRONTASI-Seorang menteri Norwegia meminta kepada para imigran muslim agar mengikuti kebiasaan masyarakat setempat yang mengkonsumsi daging babi dan minum alkohol. Permintaan menteri tersebut kontan saja menuai reaksi keras di negara tersebut. Pernyataan pejabat itu menuai kontroversi karena Islam mengharamkan daging babi dan minuman beralkohol.

Yudi Latif:Nasionalisme justru diiringi dengan penguatan Islam

KONFRONTASI-Cendekiawan Muslim Yudi Latif mengatakan Islam di Indonesia memiliki keunikan dibandingkan di negeri muslim lainnya. Di Timur Tengah misalnya, menguatnya nasionalisme di sana diiringi dengan melemahnya Islam di politik. Namun, Yudi mengatakan hal itu justru berkebalikan di Indonesia.

Pages