Munir

Kompolnas Khawatir Kasus Novel KPK Serupa dengan Kematian Munir

Konfrontasi - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) khawatir penyelesaian kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan serupa dengan perkara pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

‎Sebagaimana diketahui, kasus tewasnya pejuang HAM tersebut baru terungkap setelah lebih dari tujuh bulan. Namun demikian, kasus kematian Munir tersebut hingga kini dinilai masih janggal.

Munir, Kader HMI yang Melawan Kezaliman

Oeh: Malik Feri Kusuma

Ingat Munir! Saya jadi ingat HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Meski saya bukan kader HMI, tapi saya bangga pada HMI. Organisasi yang berdiri sejak 1947 itu telah melahirkan banyak kader yang hebat yang tersebar diseluruh penjuru tanah air dengan berbagai macam profesi. Banyak kader-kader HMI yang akhirnya sukses menduduki posisi-posisi penting, baik di pemerintahan, partai politik, dsbnya. Jusuf Kalla adalah salah satu contoh. JK berhasil menduduki dua kali posisi sebagai Wakil Presiden Indonesia.

Kasus Pembunuhan Munir Tak Terungkap, Suciwati Tak Sudi Pilih Jokowi Lagi di Pilpres 2019

KONFRONTASI-Secara terang-terangan istri mendiang aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir, Suciwati, menyatakan keengganannya untuk mendukung pencalonan Joko Widodo sebagai kandidat Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Ia tampak tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Jokowi.

“Ah enggak lah. Tiga tahun aja dia (Jokowi) gagal, mau milih lagi, ogah,” ujar Suciwati singkat di kantor Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Jakarta, Rabu (16/8).

Istri Munir: Pemerintahan Jokowi Tidak Punya Jiwa Penegakan Hukum

KONFRONTASI-Pemerintahan Presiden Joko Widodo diragukan bisa mengungkap kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Menurut Istri Munir, Suciwati, selama menjabat Presiden RI, Jokowi tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelidiki kasus kematian Munir. Apalagi diketahui  dokumen Tim Pencari Fakta sudah diberikan kepada pemerintah. 

"Saya bilang pemerintahan ini tidak punya jiwa dalam penegakan hukum. Saya pikir dalam penindakan hukum dan HAM, Jokowi nol," kata Suciwati di kantor KontraS, Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, Rabu 16 Agustus 2017.

Istri Munir Desak Komisi Yudisial Periksa Hakim PTUN

Konfrontasi - Istri mendiang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib, Suciwati minta Komisi Yudisial (KY) agar memeriksa majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Jakarta Timur.

"Kami mendesak Komisi Yudisial melakukan pemantauan dan pemeriksaan," kata Suciwati di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Jakarta, Sabtu, 18 Februari 2017.

KontraS Minta Jokowi Jangan Jadi Pengecut Tuntaskan Kasus Munir

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo dipandang tidak rasional karena menggugat putusan Komisi Informasi Publik ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta terkait dokumen hasil Tim Pencari Fakta kasus Munir. Menurut Haris Azhar, seharusnya pemerintahan Jokowi memakai logika hukum dan mentaati putusan KIP, bukan justru melakukan banding dengan menggugat ke PTUN. Apalagi sebelumnya Jokowi sendiri yang mengungkapkan, pihaknya tidak bisa membuka hasil TPF itu ke publik lantaran belum menerima dokumen-dokumen itu.

Kasus Munir Kembali Tak Tuntas, Jokowi Dianggap Tak Peduli HAM

KONFRONTASI - Analis Politik dan Hak Asasi Manusia, Amiruddin Al-Rahab, menilai langkah Presiden Joko Widodo menggugat putusan Komisi Informasi mengenai dokumen laporan Tim Pencari Fakta pembunuhan terhadap Munir Said Thalib, sebagai contoh buruk. Presiden, melalui Menteri Sekretariat Negara, menggugat putusan itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Seharusnya, menurut mantan anggota TPF itu, Jokowi dan kabinetnya bersikap terbuka pada masyarakat mengenai dokumen itu, bukan berkukuh untuk menyembunyikannya.

Pengamat : Ini Perbedaan Kasus Kematian Munir dan Mirna

KONFRONTASI-Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia, Muzakir mengatakan, perbedaan kasus pembunuhan Munir Said Thalib dan Wayan Mirna Salihin terletak pada proses autopsi jenazahnya.

Dimana, dalam kasus kematian Munir terjadi proses autopsi jenazah yang lengkap sehingga dapat dipastikan penyebab kematian lantaran diracun arsenik. Sementara, dalam kasus kematian Mirna yang diduga diracun sianida tidak dilakukan proses autopsi yang komplit atau sempurna.

Menaggih Janji Jokowi Ungkap Kasus Munir, Hari ini 12 Tahun Lalu Munir Dibinasakan

KONFRONTASI-Kita masih ingat dan masih terngiang ditelinga janji-janji Jokowi semasa kampanye bahwasanya dia akan mengungkap kasus-kasus pelanggaran HAM yang selama ini tidak berjalan dengan baik alias mandeg termasuk Kasus Munir. Hari ini tepat 12 tahun kepergian sang pendekar Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib di pesawat Garuda GA-974 kursi 40 G dalam sebuah penerbangan menuju Amsterdam, Belanda. Sedianya, pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu ingin melanjutkan study-nya ke Universitas Utrecht.

Usai Bunuh Munir, Pelaku Melarikan Diri

Konfrontasi - Saat korban Munir yang dituding dukung santet tewas setelah tersungkur jatuh ke tanah, para pelaku itu selanjutnya melarikan diri dan meninggalkan korban begitu saja.

Demikian disampaikan Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki, Rabu (30/12)

Sebagian diantara warga yang mengetahui kejadian itu, langsung melaporkan ke Polsek Tamberu melalui aparat desa setempat.

Pages