munas golkar

Akom Pastikan Tak Ada Politik Uang di Munas Golkar

KONFRONTASI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Ade Komaruddin mengatakan bahwa tidak akan terjadi politik uang pada Munas Partai Golkar nanti.

"Musyawarah nasional Golkar ini sudah diatur oleh steering committee dan saya pastikan tidak ada politik uang," kata Ade Komaruddin saat berkunjung di Sorong, Selasa (19/4).

Musyawarah nasional Partai Golkar kali ini adalah musyawarah konsiliasi dan siapa yang terpilih menjadi ketua umum semua kader harus mendukung tidak boleh lagi ada perpecahan.

Munas Golkar Digelar Bulan Mei

KONFRONTASI - Calon Ketua Umum Golkar (Caketum) Ade Komarudin (Akom) mendapatkan informasi waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar digelar pada Mei 2016.

"Saya dengar tanggal segitu (27 Mei). Tapi, bisa juga tanggal 14,15, 16. Tapi, intinya bulan Mei," kata Akom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/3).

Namun, kata Akom, hal ini akan dipastikan lagi dalam rapat pleno di DPP Golkar. Begitu juga soal kepanitiaan munas, akan ditentukan dalam rapat pleno.

Nurdin Halid Ditolak jadi Ketua SC Munas Golkar?

KONFRONTASI - Rapat Harian DPP Partai Golkar pada Selasa malam (23/2) telah menghasilkan kesimpulan salah satunya mengusulkan Ketua Penyelenggara Munas Theo L Sambuaga, Ketua SC Nurdin Halid, dan Ketua OC Zaunudin Amali.

Masuknya nama Nurdin Halid dipertanyakan beberapa pihak termasuk sebagian besar peserta Rapat Harian tersebut.

Ahmad Doli Kurnia mengakui sebagian besar peserta Rapat Harian DPP Partai Golkar keberatan atas usulan, Nurdin Halid sebagai Ketua SC.

Pengamat Perkirakan tidak Ada Munas Partai Golkar

Konfrontasi - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Supriyo, memperkirakan tidak ada Munas Partai Golkar karena Aburizal Bakrie akan melobi Agung Laksono untuk menyatukan Partai Golkar tanpa mekanisme Munas.

"Pascaputusan kasasi MA (Mahkamah Agung), Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie memiliki legitimasi hukum," kata Agung Supriyo di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (5/11).

Dua Munas Sah, Menkunham Gagal Selesaikan Konflik Golkar

Konfrontasi - Kementerian Hukum dan HAM memutuskan munas Partai Golkar yang digelar dua kubu, Aburizal Bakrie (ARB) dan Agung Laksono, sah.

"Munas Ancol sah sebagai suatu munas, munas Bali juga sah sebagai suatu munas," ujar Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di kantornya, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Keputusan ini diambil setelah meneliti dokumen masing-masing kubu yang telah diserahkan sepekan lalu, 8 Desember 2014.

Penyelesaian dikembalikan kepada internal Golkar. Melalui mekanisme islah atau kalau tidak selesai dapat ke pengadilan.

Munas Golkar Tandingan Dipastikan Adu Modal

KONFRONTASI - Pengamat politik Indostrategi Andar Nubowo menilai pemecatan terhadap sejumlah kader yang dianggap membangkang dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Bali akan mendapat perlawanan keras dari kubu presidium penyelamat partai.

"Kubu Agung Cs tentu akan melawan. Yang pasti mereka akan selenggarakan Munas tandingan di Jakarta 2015 mendatang. Pasti akan ada adu kuat, adu pengaruh, dan adu modal," ujarnya Rabu (3/12)

Pengamat: Munas Golkar seperti Sinetron

KONFRONTASI - Pengamat politik Universitas Parahyangan Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf  menilai proses Munas IX Golkar di Bali sudah mirip sinetron. Akhir Munas sudah diketahui sejak awal, namun prosesnya sengaja dipanjang-panjangin. Munas berjalan landai dan monoton, tidak ada hentakan-hentakan. Para pemerhati menilai, munas Golkar kali ini sangat membosankan.

"Ini sudah seperti sinetron. Endingnya sudah ketahuan sejak awal, jalan ceritanya monoton, dan tidak dramatis. Sehingga membuat yang nonton bosan," katanya Selasa (2/12)

Munas Golkar di Bali Sarat Kepentingan Politik Ical

KONFRONTASI-Jika menilik konstitusi partai Golkar, Munas IX seharusnya digelar pada Oktober 2014 sesuai AD/ART atau pada Januari 2015 sesuai rekomendasi Munas VIII tahun 2009 lalu.

"Pada Munas di Riau tahun 2009 itu muncul rekomendasi bahwa Munas berikutnya dapat dilaksanakan awal 2015. Pada saat itu Ical mendorong agar mengikuti rekomendasi, tetapi sekarang Ical memajukan lagi waktunya," kata pengamat politik Karyono Wibowo usai menghadiri diskusi di restoran Dapur Selera, Tebet, Jakarta (Minggu, 30/11).

Massa Penentang Munas Golkar Kocar-kacir Diusir Pecalang

KONFRONTASI-Polisi adat di Bali (Pecalang) mengusir 20 bus yang mengangkut massa yang menolak Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Nusa Dua Bali.

Kejadian itu bermula saat ratusan masa ingin merangsuk ke dalam arena International Tourism Development Centre (ITDC), tempat Munas Partai Golkar.

Awalnya, pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Djoko Heru Utomo mencoba menghadang. Namun, masa itu seakan tidak memperdulikan.

Kader Golkar Pendukung Agung Laksono Diminta Tak Bikin Rusuh di Munas Bali

KONFRONTASI - Kader Golkar pendukung Agung Laksono berada di Bali untuk tidak menghadiri Munas IX Golkar. Meski menolak Munas IX, namun kubu Agung mengimbau agar pendukungnya tak membikin onar di acara itu.

"Siapapun harus menjaga kondisi kondusif di setiap daerah, bukan hanya di Bali saja, tapi di seluruh tanah air," kata Wakil Sekjen Golkar yang pro Agung, Leo Nababan, di Bali, Minggu (30/11/2014).

Pages