Muhammadiyah

Haedar Nasir Desak Pemerintah Lebih Obyektif dan Transparan Dalam Perpres TKA

KONFRONTASI -  Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) atau Perpres TKA menjadi sorotan masyarakat dalam beberapa waktu belakangan ini.

Semua kalangan masyarakat, mulai dari politisi Senayan, praktisi hingga masyarakat awam pun membicarakan hal ini. Regulasi ini disorot lantaran dianggap akan mempermudah masuknya arus TKA di Indonesia.

Kali ini giliran Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nasir yang angkat bicara mengenai Perpres 20/2018.

Soal Kitab Suci Fiksi, Muhammadiyah Pahami Maksud Pernyataan Rocky Gerung

KONFRONTASI- Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menegaskan bahwa Alquran murni berisi firman dan wahyu dari Tuhan, bukan fiksi. Penegasan ini untuk membantah pernyataan Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung yang menyebut kitab suci adalah fiksi.

"Kalau Bahasa Alquran semuanya itu adalah firman dan wahyu. Jadi tidak ada yang fiksi," tegas Yunahar di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (12/4).

Menurut Yunahar, pernyataan Rocky yang menyebut kitab suci adalah fiksi, rentan salah tafsir di masyarakat. Sebab fiksi adalah hal yang dibuat-buat berdasarkan khayalan.

"Kita tak menggunakan kata fiksi, takut orang salah paham," ujar Yunahar.

Kendati demikian, Yunahar memahami maksud pernyataan Rocky. Pria yang juga menjabat Wakil Ketua MUI Pusat itu menyebut Rocky mendefinisikan fiksi sebagai hal yang belum terjadi meskipun benar keberadaannya.

Rocky mengatakan dalam kitab suci disebutkan tentang akhir zaman dan belum terjadi. Karena itu dia menyebut fiksi. Namun dia mengharapkan eskatologi dari kita sucinya.

"Setidaknya itu perbedaan istilah kalau bagi Pak Rocky fiksi itu tidak fiktif. Fiksi itu belum realita, tapi benar. Kalau Alquran begitu," kata Yunahar.

Hati-hati, Kader PSI Berkampanye di Muhammadiyah

KONFRONTASI -   PSI nampaknya mulai mencari mangsa dari kalangan Muhammadiyah. Partai yang mendukung penuh penista agama, Ahok ini berkampanye di depan kalangan Muhammadiyah.

Tidak tanggung tanggung, PSI berkampanye dalam Seminar Nasional Politik dan Kaum Muda yang diadakan oleh DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM),Senin (12/3) di Aula Filsafat UGM.

Disinyalir, suksesnya PSI menyusup di IMM akibat kedekatan Sekjen PSI Raja Juli Antoni dengan elemen muda Muhammadiyah. Raja sendiri adalah eks ketua umum IPM.

Soal Pelarangan Cadar, Muhammadiyah Dorong UIN Suka Gelar Dialog Terbuka

KONFRONTASI-Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, mendorong dialog terbuka soal perlarangan cadar dengan diikuti perwakilan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka), Yogyakarta sehingga polemik penutup muka itu kelar.

"Bisa juga beradu argumentasi dengan para mahasiswi mereka atas kebijakan tersebut," kata Yunahar di Jakarta, Rabu.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah Desak Ketua MK Mengundurkan Diri

Konfrontasi - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) mendesak Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat untuk mengundurkan diri dari jabatan ketua dan hakim konstitusi. Desakan ini dituangkan PP IPM dalam sebuah 'surat cinta untuk MK'.

"Sebagai bentuk kecintaan kami terhadap MK, kami telah menyerahkan surat cinta kepada Ketua MK meminta pengunduran dirinya," kata Ketua PP IPM Muhammad Irsyad melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Buya Ahmad Syafii Maarif: Saya Bisa Memahami Mengapa Banyak Masyarakat Dukung Rizal Ramli

KONFRONTASI- Tokoh Muhammadiyah sekaligus sang Guru Bangsa yakni Buya Prof Ahmad Syafii Maarif  berpendapat banyaknya pandangan dan masukan para tokoh masyarakat  dan para elite serta kelompok-kelompok strategis dari Jakarta,  Jawa, Sumatera  sampai  Maluku yang meminta Presiden Jokowi merekrut Rizal Ramli  (RR) ke dalam pemerintahannya, sangat bisa dipahami.

Tito Karnavian kini Warga Kehormatan Muhammadiyah

KONFRONTASI- Adakah anda tahu? Usai menyampaikan pidato ilmiah di acara wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (23/9), Kapolri Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D, didaulat menjadi Warga Kehormatan UMP dan Muhammadiyah yang ditandai dengan pemakaian selempang dan jas civitas akademika UMP oleh Rektor UMP Prof. Dr. Syamsuhadi Irsyad.

Pages