22 January 2020

Muhammadiyah

Pemuda Muhammadiyah Minta Kominfo Blokir Situs Seword.com

KONFRONTASI-Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah secara resmi melaporkan situs Seword.com ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) agar diblokir karena dinilai telah menyebarkan kebencian dan berita bohong (hoax).

Pelaporan tersebut dilakukan oleh Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bidang Informasi dan Komunikasi Siswanto Rawali dan diterima petugas di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa.

Muhammadiyah: Kearifan Lokal Hilang, Tak ada Lagi Kebanggaan Sebagai Bangsa

Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag

KONFRONTASI-Kebhinekaan yang ada di Indonesia bukanlah sesuatu yang baru. Masyarakat Indonesia sejatinya harus mensyukuri, menghargai dan harus dapat merawat Kebhinekaan termasuk kearifan lokal ataupun budaya yang ada di Indonesia sebagai upaya untuk mewaspadai adu domba dan menjadi benteng terakhir dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seorang Gus NU Menulis : "Belajarlah dari Muhammadiyah"

Oleh: Gus NU

 

Jadilah seperti Muhammadiyah, mandiri dalam segala bidang. Karenanya, sikap-sikap politik dan kenegaraan mereka pun mandiri. Tidak banyak mudahanah, cari-cari muka, tidak mengaku paling NKRI, tidak mengaku paling Pancasilais, pengakuan mereka (Muhammadiyah -red) tidak diperlukan sebab tindakan mereka lebih dari cukup untuk menjadi bukti.

Atasi Persoalan Jakarta, Anies Minta Bantuan Muhammadiyah

KONFRONTASI-Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta terpilih Anies Baswedan meminta bantuan Muhammadiyah merumuskan solusi mengatasi berbagai persoalan di Jakarta.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Anies kepada Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Rabu.

"Kami bicara bagaimana agar pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki teman-teman di Muhammadiyah membantu merumuskan solusi untuk Jakarta," kata Anies seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Busyro.

Muhammadiyah: Ulama Tak Kebal Hukum!

KONFRONTASI-Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa semua warga Indonesia tak ada yang kebal hukum. Baik pejabat, bupati, ulama, atau bahkan presiden sekali pun, semua memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

Pemuda Muhammadiyah: Penangguhan Ahok di Mako Brimob Bentuk Kekacauan Hukum

Konfrontasi - Pemuda Muhammadiyah menyebutkan, penahanan Basuki T Purnama (Ahok) di rutan Mako Brimob Depok dianggap bentuk kekacauan hukum karena Ahok itu narapidana. Adapun penempatan itu tak lepas dari ulah Jaksa Agung dan Menkumham.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman mengatakan, dia menyesalkan Ahok yang ditempatkan di rutan Mako Brimob, Depok meski sudah ada putusan inkrah. Hukum seolah menjadi mainan belaka dan alasan yang disampaikan pun terkesan mengada-ada.

Sekolah 8 Jam Dibatalkan, Begini Reaksi Muhammadiyah

KONFRONTASI-Pembatalan program rencana sekolah 8 jam per hari atau sekolah lima hari dalam sepekan memancing berbagai reaksi. Salah satunya adalah Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah.

Ketua PP Muhamadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan ketidaksetujuan atas pembatalan program 8 jam per hari tersebut.

Haedar Nashir bersama jajaran akademisi dari Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS) pada hari Senin (19/6/2017), menjelaskan dukungan PP Muhammdiyah untuk Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy.

Kuunjungi Kantor Muhammadiyah, Menteri Jonan Minta Masukan Soal Pengelolaan Migas

KONFRONTASI-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengunjungi Kantor PP Muhammdiyah, Minggu malam, untuk meminta masukan mengenai pengelolaan minyak dan gas di Indonesia.

Jonan tiba di PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, pada pukul 19.15 WIB, selanjutnya ia menggelar pertemuan tertutup dengan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir selama kurang lebih 30 menit.

"Ya saya minta masukan ke PP Muhammadiyah. Kira-kira ada masukan apa terkait pengelolaan migas yang lebih baik," kata Jonan singkat seusai melakukan pertemuan itu.

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan kedatangan Menteri ESDM antara lain ingin menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah yang selama ini memiliki banyak perguruan tinggi dengan program-program di bidang pengelolaan migas. "Tentunya perlulah masukan-masukan yang sifatnya akademis," kata dia.

Menurut dia, dalam kerja sama itu memungkinkan dapat dikomparasikan hasil-hasil riset dari Kementerian ESDM dan riset yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah.

Muhammadiyah Harapkan Pemerintah Indonesia Ikut Berperan dinginkan Ketegangan Qatar-Saudi

KONFRONTASI-- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap Pemerintah Indonesia ikut berperan membantu memediasi dalam penyelesaian konflik dan memanasnya hubungan diplomatik Arab Saudi bersama sekutunya dengan Qatar.

"Saya yakin Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri dapat mengambil peran itu," kata Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Minggu malam.

Haedar berharap Pemerintah Indonesia bisa bersikap lebih proaktif dalam menerapkan kebijakan luar negeri bebas aktif untuk menanggapi isu konflik Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir terhadap Qatar. "Kami harapkan bisa proaktif dan ambil inisiatif," kata dia.

Ia masih memiliki keyakinan Pemerintah Indonesia mampu memulihkan hubungan diplomatik empat negara Arab itu dengan Qatar. Hal ini, menurut Haedar, berkaca dari pengalaman serupa sebelumnya, di mana Presiden Joko Widodo mampu berperan aktif memediasi ketegangan hubungan Arab Saudi dan Iran pada 2016.

"Dulu Pak Jokowi ketika terjadi ketegangan Arab Saudi dengan Iran mengambil peran sangat bagus," kata dia.

Muhammadiyah: TNI Adalah Bagian dari Umat Islam

KONFRONTASI-Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan peran besar Muhammadiyah dan umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan. Dia bahkan menyebut bahwa TNI adalah bagian dari Muhammdiyah dan umat Islam. Demikian pula sebaliknya.

Salah satu yang dicontohkannya adalah Panglima Besar Jenderal Soedirman. Pada awal kemerdekaan, Soedirman tidak hanya tercatat sebagai kader Muhammadiyah, tapi juga tokoh sentral TNI.

"Maka bagi kami TNI adalah bagian dari Muhammadiyah dan umat Islam, dan umat Islam serta Muhammadiyah bagian tak terpisahkan dari TNI," kata Haedar Nashir, saat memberikan sambutan pengajian kebangsaan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Minggu (4/6/2017) malam.

Haidar juga menceritakan, sekitar setahun yang lalu ketika gencar isu komunisme, Gatot Nurmantyo mengutus rombongan datang ke PP Muhammadiyah. Kedatangan rombongan itu untuk menegaskan bahwa pendirian TNI sejalan dengan PP Muhammadiyah.

"Sebelumnya kami, PP Muhammadiyah, bertemu Presiden. Saat itu Pak Presiden mengatakan tak ada tempat bagi isu komunisme," tegasnya.

Kedatangan Gatot Nurmantyo ke Yogyakarta malam ini juga disebut oleh Haerdar layaknya pulang kampung. Hal itu dikarenakan Yogyakarta adalah ibu kota Muhammadiyah, yang juga disebutnya sebagai kota pusat gerilya.

Sejak awal, kata Haedar, Muhammadiyah dan umat Islam pra kemerdekaan berjuang dengan pengorbanan jihad fisabilillah. Tak ayal jika kemudian banyak tokoh pejuang berasal dari kader Muhammadiyah.

"Atas nama PP Muhammadiyah, kami ucapkan selamat datang kepada Panglima di ibu kota Muhammadiyah di Yogyakarta, di pusat perang gerilya. Beliau ini tidak datang ke tempat asing, tapi ke rumahnya sendiri. Makanya bagi kami tidak ada kamus NKRI dan Pancasila terpisah dari umat. Siapa yang meragukannya, dia perlu belajar kembali sejarah Indonesia," lanjutnya.

Pages