21 January 2020

Muhammadiyah

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) harus Layani Semua Ummat

MAGELANG -- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menandaskan Muhammadiyah Disaster Management Center  (MDMC) harus memberikan pertolongan terhadap korban bencana tanpa melihat ras, suku dan agama. Sebab agama untuk seluruh umat manusia, meskipun berbeda keyakinan tetap harus memberikan pelayanan terhadap korban bencana.

Jokowi tak Hadiri Milad Muhammadiyah. Jokowi Tak Perduli Kecewanya Din

JAKARTA- Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, karena Presiden Joko Widodo tidak jadi hadir di milad atau ulang tahun Muhammadiyah ke-102.

Acara ini digelar di gedung Nusantara IV DPR, Kamis 20 November 2014 malam. Acara ini sekaligus bersamaan dengan World Peace Forum ke-5 "Quest For Peace: Lessons of Conflict Resolution".

Sejatinya, Presiden Jokowi akan menghadiri. Agenda dari Istana Kepresidenan juga sudah mencatat bahwa pukul 19.30 WIB Presiden Jokowi akan menghadiri milad Muhammadiyah.

NU, Muhammadiyah dan Jokowi

JAKARTA-Sungguh prihatin, dari 34 menteri yang diumumkan Presiden Joko Widodo, tak ada yang mewakili Muhammadiyah dan NU (nahdlatul Ulama).  Dua organisasi Islam terbesar yang menjaga dan menyelamatkan Indonesia dari kolonialisme itu, mungkin hanya bisa bersedih atau menerima seadanya atas realitas kabinet Jokowi- JK yang ada.

Pengamat Sosial Kemasyarakatan : Fondamen dari NKRI adalah Nasionalis-Religius, Tak Melibatkan NU dan Muhammadiyah masalah Serius ke depan bagi Jokowi

KONFRONTASI-Dalam sebuah percakapan Penyair dan Pengamat Sosial Kemasyarakatan Warih W Subekti mengingatkan bahwa fondasi dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah Nasionalis-Religius ini yang menjadi filosofi dan spirit Fauonding Fathers mendirikan dan menata kehidupan berbangsa dan bernegara, alotnya kompromi-kompromi dilakukan oleh mereka dalam menata kemudian menegakkan keberlangsungan hidup kita sebagai bangsa di tengah-tengah pergaulan bangsa-bangsa di dunia, dan filosofi dan spirit itu yang saat ini diabaikan Kabinet Kerja Presiden Jokowi, ini tercemin

Singkirkan Muhammadiyah dari Kabinet, CSIS Sebut Jokowi-PDI Perjuangan tak Sensitif

KONFRONTASI - Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J. Vermonte mengatakan dan Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan tidak sensitif terkait tidak adanya kader Muhammadiyah menjadi menteri. Sehingga tidak ada perwakilan organisasi keagamaan tersebut dalam pemerintahannya. Hal ini menunjukkan Jokowi tidak sensitif.

"Tak ada representasi Muhammadiyah, ini serius, Jokowi/PDIP tdk sensitif," ujar Philips J. Vermonte, seperti dikutip dari akun Twitternya, @pjvermonte sesaat lalu (Selasa, 28/10).

Buya Syafi'i Belum Berhasil Perjuangakan Kader Muhammadiyah Masuk Kabinet Jokowi-JK

KONFRONTASI - Mantan Ketua Umum Muhammadiyah yang juga Penasihat Tim Transisi Jokowi-JK, Ahmad Syafii Maarif mengaku belum berhasil memperjuangkan kader Muhammadiyah masuk kabinet Jokowi-JK.

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan para menteri yang akan membantunya. Bahkan, 34 figur yang akan memimpin kementerian tersebut telah diperkenalkan di Istana Negara kemarin.

Berikut wawancara singkat dengan Buya Syafii pagi ini mengutip rmol.

Mengapa tidak ada kader Muhammadiyah di Kabinet Kerja yang diumumkan Presiden Joko Widodo?

Mengapa Para Kader Muhammadiyah Laporkan Pelaku Ruwatan Amien Rais ke Polisi ?

JAKARTA-Sejumlah perwakilan kader Muhammadiyah, Selasa, melaporkan para pelaku ruwatan di rumah Amien Rais ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, karena diduga tindakan itu merupakan fitnah dan mencemarkan nama baik seseorang.

"Aksi meruwat tersebut merupakan fitnah dan pencemaran nama baik, karena telah menyamakan Amien Rais dengan tokoh pewayangan Sengkuni," kata Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Muhammad Azis.

Siap Hadir di Pelantikan Jokowi, Din Apresiasi Langkah Cepat Pimpinan MPR

KONFRONTASI - Siap hadir pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla 20 Oktober 2014, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin  mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pimpinan MPR untuk mengunjungi para pemimpin bangsa dengan tujuan mencairkan suasana politik dan penting di tengah terbelahnya bangsa yang harus direkatkan kembali.

Jelang Idul Adha, Muhammadiyah Siapkan Lokasi Sholat

Konfrontasi - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan puluhan lokasi pelaksanaan sholat Idul Adha di ibu kota Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu, 4 Oktober 2014 (10 Dzulhijjah) yang lebih dulu sehari dibanding ketetapan pemerintah (Minggu, 5 Oktober).

"Kami menyiapkan antara lain di Jakarta Pusat di Lapangan Merah Tanah Abang II, Masjid Al Falah Benhil, Stadion Mini Rawasari Arcici, di Jalan Kramat Raya no 49, Jalan Benyamin Sueb PRJ Kemayoran," kata Koordinator Dakwah Khusus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Agus Tri Sundani di Jakarta, Rabu (1/10).

Idul Adha Jatuh 5 Oktober, Ini Respon Muhammadiyah

KONFRONTASI - Organisasi Kemasyarakatan Islam Muhammadiyah menghormati hasil sidang itsbat yang dilakukan pemerintah menetapkan awal Dzulhijah sekaligus menentukan Hari Raya Idul Adha 1435 H yang jatuh pada Minggu, 5 Oktober 2014 M.

"Apapun hasilnya, Muhammadiyah menghormati hasil itsbat. Kami juga membuktikan hadir saat mengikutinya," ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas, ditemui usai sidang itsbat Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu malam.

Pages