Muhammadiyah

Lebaran Muhammadiyah-NU 17 Juli, Persis 18 Juli

KONFRONTASI-Hari Raya Idul Fitri telah ditetapkan Muhammadiyah jatuh pada 17 Juli mendatang. Penetapan Idul Fitri itu dilakukan bersamaan dengan penetapan awal Ramadan tahun ini. "Jadi, kami sudah tetapkan lama itu," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin secara singkat saat dikonfirmasi kemarin. Sehingga, Ramadan tahun ini hanya akan berlangsung selama 29 hari.
    

Membaca Jihad Konstitusi Muhammadiyah

Terdapat dua organisasi masyarakat –dengan corak keislaman- besar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Selain keduanya tersebut masih banyak lagi ormas yang tercatat dalam sejarah Indonesia. Sejarah kemunculan kedua ormas tersebut tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan Indonesia untuk lepas dari kolonialisme, keduanya punya andil besar dalam perjuangan bangsa. Tulisan ini berangkat dari pembacaan gerakan salah satu ormas besar tersebut di atas, Muhammadiyah.

Cak Nun: Ikut Muhammadiyah, Otomatis Jadi NU dan Sebaliknya

KONFRONTASI-Kegiatan 'Sinau Nuzulul Quran' di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (5/7) malam, mendapatkan warna baru dengan kehadiran kehadiran budayawan nasional Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun. Jalannya acara sangat cair karena Cak Nun mampu meleburkan pengkotak-kotakan Islam secara sektarian menyatu dalam nilai-nilai universal Alquran.

Para Intelektual Muhammadiyah siap Muktamar, Pulang Kandang

KONFRONTASI-Pengurus Pusat Muhammadiyah mengumpulkan puluhan intelektual Muhammadiyah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (3/7/2015). Acara dilakukan menjelang pelaksanaan muktamar Muhammadiyah pada Agustus mendatang.
 

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungkapkan, silaturahim intelektual ini dilakukan untuk mengembalikan lagi ide intelektual Muhammadiyah.

"Meminjam istilah Hajriyanto, yaitu Muhammadiyah ingin panggil pulang para kaum intelektualnya, paling tidak memulangkan idenya," ujar Din saat membuka acara, Minggu malam.

Tanggapi Lebaran Berbeda, Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat

Konfrontasi - Tak seperti penentuan awal bulan Ramadhan yang bersamaan, penentuan tanggal satu Syawal atau perayaan Idul Fitri pada tahun ini berpotensi berbeda.

Kemungkinan tersebut sebelumnya sudah dilontarkan ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama. Sementara, ormas yang lain yakni Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal jatuh pada 17 Juli 2015.

Mengenai potensi perbedaan tersebut, Kementerian Agama akan melakukan sidang isbat.

Muhammadiyah Resmi Luncurkan Buku Fikih Menghadapi Bencana

Konfrontasi - Muhammadiyah pada Rabu (1/7) meluncurkan buku Fikih Kebencanaan yang berisi tentang panduan keagamaan soal bencana, baik untuk pencegahan atau penanggulangannya.

"Masyarakat cenderung memaknai bencana sebagai bentuk kemarahan Tuhan. Tidak boleh ada pikiran bencana adalah hasil maksiat," kata salah satu penulis buku Fikih Kebencanaan Ustad Hamzah di Jakarta.

Wuih, Jokowi Temui Pengurus Muhammadiyah dengan Mengenakan Seragam Militer

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Pengurus Muhammadiyah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/6),sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, ada yang unik dari penampilan pria yang akrab disapa Jokowi tersebut. Dia menggunakan seragam militer, lengkap dengan baret berwarna hijau saat menemui Din Syamsuddin dan pengurus Muhammadiyah lainnya.

Muhammadiyah sumbar Mulai Berpuasa Kamis, 18 Juni 2015

KONFRONTASI-Organisasi Masyarakat (Ormas) Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar) memulai 1 Ramadhan 1436 Hijriyah pada Kamis, 18 Juni 2015.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Prof Rusydi AM di Padang, Selasa, mengatakan pihaknya memulai awal Ramadhan sesuai dengan hasil hisab hakiki wajudul hilal sebagaimana yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid.

"Sesuai dengan hasil hisab itu, maka Ramadhan tahun ini dimulai pada 18 Juni," kata dia.

Alumni HMI, Dr. Said Tuhuleley Tutup Usia, Muhammadiyah Berduka

KONFRONTASI - Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang juga ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah,  Dr. Said Tuhuleley tutp usia pada Selasa (9/6) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Semasa hidup, tutur mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, almarhum dikenal sebagai kader terbaik Muhammadiyah yang konsisten dalam mengembangkan potensi masyarakat (community development). Almarhum banyak  menghabiskan waktunya untuk bekerja bersama simpul-simpul masyarakat petani, nelayan, dan kelompok-kelompok masyarakat ekonomi lemah lainnya.

Pages