22 January 2020

Muhammadiyah

Soal Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Muhammadiyah: Usut Tuntas Dalang dan Motifnya

KONFRONTASI-Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta kepolisian untuk mengusut tuntas dalang dan motif penyerangan dalam ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11)  pukul 08.45 WIB.

"Polisi hendaknya mengusut tuntas dalang dan motif penyerangan dengan seksama," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Muhammadiyah: Isu Radikalisme Sudah Diumbar Melebihi Dosis

KONFRONTASI-Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengajak masyarakat untuk mengurangi pembicaraan radikalisme. Sebab, saat ini pembahasan mengenai isu itu cenderung melebihi dosis dan proporsinya.

"Mengingat masalah-masalah yang dihadapi bangsa ini sangat banyak, maka kita mengharap kepada pihak pemerintah dan media agar mengurangi dosis pembicaraan tentang radikalisme," kata Anwar kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

NU dan Muhammadiyah: Berbeda Dalam Satu

Walaupun banyak pandangan yang bersebrangan, namun ada satu benang merah yang menyatukan keduanya. Antara NU dan Muhammadiyah sama-sama memiliki sikap yang toleransi dengan agama lain, tidak berat sebelah dan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya.

 

Exceptionalisme (Kekecualian) Muhammadiyah

Oleh: Nurbani Yusuf

 

Kekecualian—-(exceptionalism) Muhammadiyah adalah ke-berlawanan itu sendiri. Memberi ketika yang lain berebut meminta. Kemenangan Dialektik kata Gus Dur.

^^^
Bagi Muhammadiyah jabatan bukan berarti tak penting—hanya tak ada kebiasaan untuk mendapatkan keberkahan dari jabatan yang diambil—berapapun jumlah mentri—gubernur— walikota bahkan Presiden sekalipun jangan harap ada pengurus Muhammadiyah mengemis meminta jabatan—berebut fasilitas—apalagi proyek.

Ini Harapan Ketum Muhammadiyah Pada Jokowi-Maruf

KONFRONTASI-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa mengemban amanah rakyat sebaik-baiknya.

Hal ini disampaikannya jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Minggu (20/10).

"Selamat kepada Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin selaku Presiden dan Wapres, semoga bisa mengemban amanah sebaik-baiknya guna membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju, adil, makmur, bersatu, bermartabat, dan berdaulat," ujarnya.

Dua Buku Haedar Nashir: Muhammadiyah a Reform Movement and Understanding the Ideology of Muhammadiyah

KONFRONTASI -  Dua buku ini merupakan karya Pak Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah. Buku Pertama,  Muhammadiyah A Reform Movement (Muhammadiyah Gerakan Pembaruan), sedangkan buku kedua, Understanding the Ideology of Muhammadiyah (Memahami Ideologi Muhammadiyah). Silakan jika ingin menngunduh!

Dr Haedar Nashir – Muhammadiyah A Reform Movement

Haul Prof Nurcholish Madjid 2019: Penyelesaian Masalah Lewat Dialog

KONFRONTASI- Bagi Cak Nur (Prof Nurcholish Madjid), sang Cendekiawan Musli Terkemuka,  pemikiran liyan tetap penting untuk didengar, karena persoalan masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan perspektif tunggal.

Sejumlah tokoh menghadiri peringatan kematian atau haul Prof Nurcholish Madjid ke-14, di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (29/8/2019). 

Muhammadiyah Endus Upaya Tempatkan Sosok Bermasalah untuk Pimpin KPK

KONFRONTASI- Pengurus Pusat Muhammadiyah menyebutkan ada upaya untuk menghancurkan, melemahkan, dan melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ada upaya nyata menempatkan orang bermasalah untuk memimpin KPK. Bahkan, kami melihat hal tersebut seakan menghadirkan kembali memori berbagai upaya pelemahan yang telah hadir sehingga dapat disebut sebagai cicak versus buaya," kata Ketua Forum Dekan Fakultas Hukum PTM/STH Muhammadiyah, Trisno Rahardjo saat membacakan pernyataan sikap PP Muhammadiyah tentang calon pimpinan KPK, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

PP Muhammadiyah melihat nama 20 Capim KPK yang diloloskan Pansel terdapat sejumlah nama yang dinilai bermasalah.

Nama-nama tersebut mempunyai catatan menghambat proses penegakan hukum oleh KPK. Kemudian para capim yang juga tidak patuh Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sampai dengan diduga melakukan berbagai pelanggaran etik ketika bertugas di KPK.

Oleh karena itu, PP Muhammadiyah meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengambil sikap tegas terkait upaya pelemahan KPK dalam proses seleksi capim.

"Kami meminta kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk dapat mengambil sikap tegas dengan tidak menetapkan Iolosnya calon pimpinan KPK yang bermasalah baik yang diduga melakukan pelanggaran etik ketika bertugas di KPK, pernah mengancam atau menghalangi proses penegakan hukum oleh KPK maupun tidak patuh LHKPN menjadi 10 calon yang diserahkan ke DPR RI," kata Trisno.

PP Muhammadiyah juga meminta untuk bertemu dengan Jokowi secara langsung sebelum Jokowi mengirimkan 10 nama capim kepada DPR.

Dalam pembacaan pernyataan sikap itu, Trisno juga didampingi oleh Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas, mantan pimpinan KPK Abraham Samad, Bambang Widjojanto dan M Jasin.

Selain itu, Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Maneger Nasution,dan Vice President Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia (APDHI) Sri Ayu Astuti.

Muhammadiyah Tantang Mahfud MD Ungkap Data Terkait Orang Arab Bawa Dana Radikalisme ke Indonesia

KONFRONTASI  -  Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menanggapi pernyataan Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD, yang menyebut ada orang Arab berpaham radikal hendak masuk ke Indonesia dan membawa dana dalam jumlah besar. Seperti diketahu, Mahfud MD sempat mengungkapkan bahwa dana itu akan digunakan untuk mendukung gerakan radikalisme di Tanah Air.

Muhammadiyah: Pilpres Sudah Berlalu, Mari Kembali Bersatu

KONFRONTASI-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Haedar Nashir mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu kembali setelah Pemilihan Presiden 2019 demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia pun mengimbau kepada pengurus Muhammadiyah aktif dalam merekatkan kembali masyarakat.

Pages