Muhammadiyah

NU dan Muhammadiyah: Idulfitri 2021 Jatuh pada Kamis 13 Mei

KONFRONTASI -   Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri (Lebaran 2021) jatuh pada Kamis 13 Mei 2021.

Keputusan 1 Syawal 2021 atau Hari Raya Lebaran 2021 jatuh pada Kamis 13 Mei 2021 disampaikan NU lewat akun Instagram resmi mereka, @nahdlatululama, Selasa (11/05). 

Indonesia ‘Overdosis’ Cap Umat Islam Radikal, Muhammadiyah: Dengar Agama Jadi Alergi

KONFRONTASI  - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengkritik banyaknya pihak yang melabeli umat Islam dengan cap radikalisme.

Dalam sebuah forum diskusi Center of Southeast Asian Social Studies Universitas Gajah Mada (UGM), Haedar mengatakan Indonesia terlalu berlebihan dalam hal ini.


 
Menurut Haedar, dengan maraknya pelabelan ini dapat menimbulkan stigma yang salah di masyarakat.

 

Gus Yasin Curiga Ada Upaya Adu Domba atas NU-Muhammadiyah Dalam Kamus Sejarah Indonesia

KONFRONTASI-Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PPKN) mendesak dilakukan investigasi terkait hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang diterbitkan Kemdikbud.

“Harus diinvestigasi. Fakta ini menjawab pernyataan KH SAS (Said Aqil Siroj) sebelumnya yang mengatakan tidak ada bahaya laten PKI. Dan sekarang sudah dengan fakta nama ulama besar pendiri NU hilang adalah sangat mungkin disengaja dihilangkan,” jelas Ketua Harian PPKN, Tjetjep Muhammad Yasin, dilansir RMOLJatim, Rabu (21/4).

Ternyata Anggota JI Yogya, Mabes Polri Luruskan Status Terduga Teroris FA Bukan Pengurus Muhammadiyah

Konfrontasi - Mabes Polri menegaskan, terduga teroris berinisial FA yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Bandara Soekarno Hatta bukan pengurus PP Muhammadiyah. Sebaliknya FA merupakan anggota organisasi Jamaah Islamiyah (JI) Yogyakarta. 

Coba Dijawab Mas Nadiem Makarim, Muhammadiyah: Itu Kealpaan atau Memang Sengaja?

KONFRONTASI -   Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengkritik hilangnya frasa "agama" dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 yang dikeluarkan Kemendikbud. Menurut Haedar, hilangnya frasa "agama" merupakan bentuk melawan Konstitusi (inkonstitusional).

"Sebab merunut pada hierarki hukum, produk turunan kebijakan seperti PJPN tidak boleh menyelisihi peraturan di atasnya, yaitu Peraturan Pemerintah, UU Sisdiknas, UUD 1945, dan puncaknya adalah Pancasila," kata Haedar dalam halaman resmi Muhammadiyah, dilansir pada Senin (8/3/2021).

Kaum Muda seyogianya Menimba Ilmu dan Hikmah dari Buya Syafii Maarif

Anda dan saya masih terhitung muda. Kita bagian dari generasi muda bangsa Indonesia. Meski tiap hari belajar dan bekerja, tak berarti Anda yang muda sudah bisa segalanya. Jika begitu, maka kita harus sadar diri. Sadar diri bahwa kita masih perlu bimbingan para guru. Kaum muda Indonesia patut bersyukur kepada Tuhan, karena salah satu guru itu masih berada di tengah-tengah kita. Buya Syafii panggilannya. Saya sendiri bukan orang Muhammadiyah. Kayaknya juga bukan NU.

Laporan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) soal Prof Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara, Menusuk dan Menyakitkan Ummat Islam

KONFRONTASI-  Laporan kelompok Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menuding Prof Din Syamsuddin adalah sosok radikal, sungguh menyesatkan, jahat dan busuk serta menusuk dan menyakitkan mayoritas ummat Islam, bagai cara-cara teror bekerja diam-diam untuk membikin keonaran, keresahan sosial  dan ketegangan politik. Kemungkinan ada langkah hukum dari Muhammadiyah?

RR: Di Era Jokowi, Para Buzzer Pakai Logika Bodoh & bahasa Vulgar demi Pembodohan Bangsa. Catatan untuk Prof Haedar Nashir

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menegaskan, salah satu tujuan kemerdekaan kita adalah ‘Mencerdaskan Bangsa’. ''Sehingga penggunaan buzzeRP oleh pejabat secara masif, menggunakan logika bodoh & bahasa bahasa vulgar/kasar, adalah upaya pembodohan bangsa, dan bertentangan dgn cita-cita kemerdekaan,'' tegas RR, Menko Ekuin Presiden gus Dur.

Ketum Pemuda Muhammadiyah Jadi Komut BUMN Istaka Karya

KONFRONTASI -   Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Sunanto sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Istaka Karya (Persero).

Sekretaris Perusahaan Istaka Karya, Yudi Kristianto menjelaskan Sunanto merangkap sebagai komut dan komisaris independen.

"Rapat Umum Pemegang Saham (Kementerian BUMN) telah mengangkat Bapak Sunanto sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PT Istaka Karya (Persero)," kata Yudi kepada detikcom, Jumat ( 8/1/2021).

Pages