19 January 2020

Muhammadiyah

In Memoriam Agus Edy Santoso# Agus, Wong Cilik, dan Muhammadiyah

Oleh:  Syaefudin Simon

 

Tiga orang berambut cepak dan berbadan sekel terus mengintai sebuah rumah di Pancoran Barat. Ketika Agus hendak “pulang” ke rumah Ahmadi Thaha, usai makan, tiga orang berambut cepak itu mencegat Agus.

“Apakah kau mengenal saudara Agus Edy Santoso yang bersembunyi di rumah itu?,” kata salah seorang pria cepak itu menunjuk rumah Ahmadi Thaha.

Din Ingatkan Pemerintah Punya Utang Rp.1,2 T Pada Muhammadiyah

KONFRONTASI-– Ormas Islam terbesar Indonesia mulai ramai mengungkit utang pemerintah. Nahdlatul Ulama sudah lebih dulu menagih. Melalui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, NU menagih janji Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mencairkan kredit rumah murah sebesar Rp 1,5 triliun.

Kali ini giliran Muhammadiyah yang ikut mengungkit utang pemerintah. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan bahwa pemerintah punya utang sebesar Rp 1,2 triliun pada ormas Islam pertama Indonesia itu.

Muhammadiyah Minta Kasus Jiwasraya Tak Dipolitisasi

KONFRONTASI-Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammdiyah Razikin turut menanggapi mencuatnya kasus dugaan korupsi di perusahan asuransi Jiwasraya dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun.

Ia menegaskan, kasus ini harus diusut tuntas sekaligus menjadi bagian dari upaya keberlanjutan bersih-bersih di BUMN. Kejaksaan Agung harus berani menjerat siapapun yang terlibat dalam korupsi PT Jiwasraya.

Sikap Tegas Muhammadiyah soal China terhadap Muslim Uighur

Oleh: M Rizal Fadillah

Pemberitaan Wall Street Journal memojokkan Ormas Islam Indonesia yakni tiga organisasi MUI, NU dan Muhammadiyah. Diberitakan Ormas Islam telah mendapat fasilitas dan "rayuan" Pemerintah China dalam kasus pelanggaran HAM atas masyarakat Uighur di Xinjiang.  Muhammadiyah telah melakukan klarifikasi, bantahan, dan menunjukkan sikap tegasnya.

Muhammadiyah Sesalkan Pemberitaan Wallstreet Journal Terkait Uighur

KONFRONTASI-Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyesalkan pemberitaan Wallstreet Journal yang menyebutkan adanya fasilitas dan lobi-lobi China untuk mempengaruhi ormas Islam di Indonesia agar melunak atas persoalan kemanusiaan Etnis Uighur di Provinsi Xinjiang.

"Pemberitaan tersebut sangat tidak berdasar dan fitnah yang merusak nama baik Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia," kata Mu'ti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Muhammadiyah Minta Pemerintah Tak Radikal Hadapi Radikalisme

KONFRONTASI -   Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta pemerintah tidak menggunakan cara radikal dalam menangani gerakan radikalisme. Dia menilai cara-cara kekerasan dalam menangkal radikal tidak akan menyelesaikan masalah.

Haedar mengatakan pemerintah perlu memahami secara mendalam segala aspek penyebab suatu kelompok masyarakat terpapar radikalisme. Sebab jika salah penanganan, ia menyebut kelompok yang teradikalisasi mudah dieksploitasi oleh paham lebih ekstrem seperti terorisme.

Menag Kembalikan Lembaga Penguji Halal ke MUI, Ini Sikap Muhammadiyah

Konfrontasi - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengembalikan kewenangan uji produk halal ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Padahal, sesuai dengan UU, lembaga penguji produk halal bisa dilakukan oleh laboratorium mana pun, sepanjang memenuhi syarat. Lalu, bagaimana sikap Muhammadiyah selaku ormas Islam?

Kebijakan Majelis Taklim Wajib Terdaftar Dianggap Lebay

KONFRONTASI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PP Muhammadiyah, Rabu (4/12), menggelar silaturahim kebangsaan. Dalam pertemuan tersebut PKS menyoroti Soal intervensi pemerintah terhadap majelis taklim. 

Muhammadiyah Minta Pemerintah Tak Berlebihan Atur Majelis Taklim

KONFRONTASI-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap pemerintah tidak terlalu jauh mengatur kegiatan keagamaan seperti majelis taklim melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim.

Lafran Pane: Pendiri HMI Berdarah Muhammadiyah

Oleh: Sifa Lutfiyani Atiqoh*

Anak badung itu akhirnya menemukan jalan perjuangannya. Ia tumbuh dewasa dan mendirikan sebuah Organisasi Mahasiswa yang kelak akan mengambil beberapa jengkal ruang dalam lembaran sejarah Indonesia.

*

Anak itu memiliki Ayah bernama Sutan Pangarubaan Pane, salah seorang Pendiri Muhammadiyah di Sipirok yang juga merupakan tokoh dari partai Indonesia (PARTINDO).  Seorang wartawan, penulis sekaligus pengusaha. Kakeknya seorang Ulama bernama Syekh Badurrahman Pane. Anak itu bernama Lafran Pane.

Pages