Mohamad Sanusi

Tiga Aset Sanusi Tak Disita, KPK Pastikan Banding

KONFRONTASI-Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis vonis tujuh tahun penjara kepada eks Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi. Selain itu, adik kandung Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik, ini juga didenda Rp 250 juta subsider dua bulan kurungan. Terkait putusan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan banding.

Harta Dirampas Negara, Sanusi Pasrah

KONFRONTASI-Mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Mohamad Sanusi pasrah hartanya dirampas untuk negara karena dinilai berasal dari tindak pidana pencucian uang.

"Tidak apa-apa, bukan KPK yang merampas kok, yang merampas itu bukan KPK tapi Allah yang merampas melalui jalan KPK, tidak apa-apa," kata Sanusi sambil menyeka air mata usai pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis.

Kasus Reklamasi: Sanusi Sempat Ditawari Bantuan Dana untuk Maju Pilgub DKI

KONFRONTASI-PN Tipikor, Jakarta Pusat, menggelar persidangan kasus dugaan suap proyek reklamasi Teluk Jakarta dengan terdakwa Presdir PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan anak buahnya Trinanda Prihantoro.

Dalam persidangan tersebut, mantan Anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi, yang dihadirkan sebagai saksi sempat menyebut bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan siap memberikan bantuan dana kepada dirinya untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

Kasus Reklamasi: Sanusi Tahu Ada Bagi-bagi Duit dari Pengembang ke Anggota Dewan

KONFRONTASI-Bekas Anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi, disebut mengetahui ada bagi-bagi duit reklamasi kepada sejumlah anggota dewan. Fulus disebar buat meloloskan Raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara

Bongkar TPPU Sanusi, KPK Periksa Kadin Tata Air DKI

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi.

Teguh diperiksa sebagai saksi untuk menggali dugaan TPPU yang dilakukan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu. Ia mengaku dicecar mengenai proyek pengadaan barang di Dinas Tata Air.

Suap Reklamasi Teluk Jakarta: Taufik Angkat Bicara

KONFRONTASI - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mulai angkat bicara soal perdebatan mengenai nilai kontribusi yang disebut-sebut sebagai pangkal suap yang menjerat Ketua Komisi D DPRD DKI, Mohamad Sanusi.

Menurut dia, tarik ulur pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil serta Tata Ruang Kawasan Strategis Jakarta Utara itu bukan soal nilai kontribusi, tetapi pasal tentang perizinan soal reklamasi.

Sanusi Kembalikan Uang Suap Rp860 Juta ke KPK

KONFRONTASI- Mohamad Sanusi mengaku telah mengembalikan uang suap yang diterimanya dari presiden direktur PT Agung Podomoro Land (APL), Ariesman Widjaja. Adapun uang dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp 860 juta.

"Iya benar (kembalikan uang)," ujar Sanusi, Rabu (20/4).

Kuasa hukum Sanusi, Krisna Mukti menambahkan uang Rp 860 juta merupakan pemberian pertama Ariesman kepada Sanusi.

"Memang pemberian uang Rp 860 juta, pemberian kedua Rp 1,140 miliar," imbuhnya.

Korupsi Bikin Malu, Sanusi Minta Maaf Pada Publik dan Prabowo Subianto

KONFRONTASI-Ketua nonaktif Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi mengakui tindakannya menerima uang suap sebagai suatu hal yang memalukan. Karenanya, ia pun minta maaf kepada publik atas perbuatannya. Selain itu, Sanusi juga menyampaikan rasa menyesalnya kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pages