Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

Komisi X DPR akan Panggil Mendikbud Nadiem Terkait Program Kampus Merdeka Usai Reses

Konfrontasi - Setelah Program Organisasi Penggerak (POP) banyak mendapatkan kritikan keras dari publik, kini giliran Program Kampus Merdeka yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menuai polemik.

Pasalnya, Program yang digagas mantan CEO Gojek itu dinilai kurang tepat lantaran dapat menghambat mahasiswa dalam memahami mata kuliah.

Dalam program Kampus Merdeka dibolehkannnya mahasiswa mengambil dua semeter atau setara 40 SKS untuk melakukan kegiatan magang di luar kampus.

Resmi Ditiadakan, Ini Pengganti UN Versi Nadiem Makariem, Dilarang Tatap Muka

Konfrontasi - Presiden Jokowi resmi meniadakan ujian nasional (UN) tahun ini demi mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Keputusan peniadaan UN bagi siswa itu diambil melalui rapat terbatas penanganan COVID-19 di Indonesia, salah satunya membahas UN 2020.

Sebagai gantinya, ada sejumlah opsi untuk menentukan kelulusan siswa. Di antaranya nilai kumulatif rapor.

Untuk mengganti UN, maka ujian sekolah masih bisa dilaksanakan masing-masing sekolah untuk menentukan kelulusan siswa.

Komisi X DPR Minta Mendikbud Pertimbangkan Tutup Sekolah Selama Corona

Konfrontasi - Seiring bertambahnya warga Indonesia yang positif terinfeksi virus Corona, mitigasi bencana non-alam seperti wabah penyakit dinilai perlu dilakukan secara cepat di institusi pendidikan.

Anggota Komisi X DPR, Irine Yusiana Roba Putri, pun meminta Mendikbud Nadiem Makarim mempertimbangkan berbagai skenario dalam mitigasi wabah itu di lingkungan sekolah dan kampus.

PGRI Setuju UN Dihapus, Ini Alasannya

Konfrontasi - Ujian Nasional (UN) selama ini menjadi pintu gerbang bagi para pelajar di Tanah Air, untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Meski demikian, cara ini dianggap kurang tepat.

UN hanya membuat siswa dan siswi menghafal bahan pelajaran, bukan memahaminya. Konsep ujian nasional, juga dianggap bisa menjadi sumber stress bagi pelajar, bahkan orang tua dan guru-guru.

Tak heran jika, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, berencana menghapus Ujian Nasional (UN) yang akan dimulai pada tahun 2021 mendatang.

Ujian Nasional Resmi Diganti, Begini Cara Menentukan Kelulusan Siswa

Konfrontasi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menggagas program Merdeka Belajar, yang salah satunya mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, pada 2021.

Lantas muncul pertanyaan apa yang akan menentukan standar kelulusan siswa kalau bukan UN?

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ade Erlangga Masdiana mengatakan bahwa parameter kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah.

Lewat Cara Ini, Mendikbud Nadiem Ingin Memerdekakan Kepsek yang Sudah Lama Frustasi

Konfrontasi - Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, paradigma merdeka belajar adalah menghormati perubahan agar pembelajaran itu terjadi di tiap sekolah. Di mana sekolah memiliki kemerdekaan dalam pelaksanaan USBN (ujian sekolah berstandar nasional) dan UN (ujian nasional).

"Kebijakan UN dan USBN mengikuti kesiapan sekolahnya. Jika belum siap mengikuti metode baru ya tidak dipaksa," kata Nadiem di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Wacana Penghapusan Ujian Nasional di Era Nadiem Makarim: Sabar Dulu

Konfrontasi - Wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) sempat mengemuka saat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipimpin Muhadjir Effendy. Kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem menyatakan sedang melakukan kajian tentang wacana tersebut.

"Mengenai UN, ini sedang dikaji," kata dia di Jakarta, Jumat, 29 November 2019.

Menurut dia, memang penting ada tolok ukur keberhasilan siswa atau pendidikan. Namun, esensi UN dijadikan tolok ukur keberhasilan siswa dan pendidikan tidak tepat.

FSGI: Pidato Mendikbud Nadiem Seperti 'Pengakuan Dosa' karena Bebani Guru

Konfrontasi - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai ada semacam 'pengakuan dosa' terhadap guru dalam pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelang Hari Guru Nasional. 'Pengakuan dosa' yang dimaksud terkait dengan banyaknya beban yang selama ini diberikan kepada guru. 

"Kami tidak bisa melihat pidato Pak Menteri itu 'wah sudah bagus, luar biasa, ini begini'," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo saat dihubungi, Minggu (24/11/2019). 

Mendikbud Nadiem Makarim Minta Google Jadikan Indonesia Prioritas Pertama di Dunia untuk Pendidikan

Konfrontasi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta Google agar menjadikan Indonesia sebagai negara prioritas pertama di dunia.

Mantan bos Gojek itu memerintahkan Google untuk bekerja sama intensif dengan pemerintah.

"Kami minta dari pihak Google bekerja sama secara intensif dengan pemerintah. Kami komitmen dukung 100 persen. Tapi tolong jangan skalanya kecil-kecil. Kalau 300, bagaimana programnya bisa sampai 300 ribu anak," kata dia di Jakarta, dikutip dari VivaNews, Sabtu, 23 November 2019.

Akibat Pidato Nadiem Makarim Disebar Sama Ganjar Pranowo

Konfrontasi - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi perhatian khusus ke pidato Nadiem Makarim yang kadung viral, Sabtu (23/11/2019).

Pidato tersebut sejatinya merupakan isi pikiran Mendikbud Nadiem dalam bentuk kata-kata, pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2019, 25 November nanti.

"Pidato pak Mendikbud ini 2 lembar... isinya langsung pada persoalan. Kalau dibacakan dalam upacara pasti cepat selesai. Simak baik2 isinya! Apa komentarmu?," twit Ganjar di @ganjarpranowo.

Pages