menguat

BEI: IHSG Menguat, Investor Asing Net Buy Rp226,13 Miliar

KONFRONTASI -   Investor asing mencatatkan aksi beli bersih pada perdagangan hari ini, Selasa (11/2/2020), di saat IHSG ditutup menguat tipis.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp226,13 miliar pada perdagangan hari ini.

 

IHSG Diyakini Kembali Menguat pada Februari

Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

 

KONFRONTASI -  Meskipun mengalami pelemahan sepanjang Januari 2020, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan kembali menembus angka 6.000 pada Februari.

Menurut Kepala Riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar selain kekhawatiran terhadap virus Corona, ketidakpastian pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan urusan Brexit juga turut memainkan peran dalam anjloknya IHSG.

Dolar AS Terkoreksi, Kurs Rupiah Menguat Tipis

KONFRONTASI -   Nilai tukar rupiah mampu sedikit terapresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (31/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka di level Rp13.645 per dolar AS dengan penguatan tipis 12 poin atau 0,09 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
 

Pada perdagangan Kamis (30/1/2020), nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.657 per dolar AS dengan pelemahan 23 poin atau 0,17 persen.

IHSG Berpotensi Menguat pada Awal Pekan Terakhir Januari

KONFRONTASI -   Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin (27/1/2020) berpotensi menguat setelah ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.

IHSG terkoreksi 0,08% ke level 6.244,11 pada Jumat (24/1/2020). Dalam riset hariannya, analis Bina Artha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan support pertama maupun kedua memiliki rentang antara 6.218,13 hingga 6.190,52.

Ringkasan Perdagangan 16 Januari: IHSG Berbalik Menguat Tipis, Rupiah Terbaik di Asia

KONFRONTASI -   Meskipun tertekan sepanjang perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu membalikkan posisi di saat-saat terakhir dan ditutup di zona hijau hari ini.

Penguatan IHSG juga diikuti oleh rupiah yang juga menghentikan pelemahannya, sekaligus menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia.a

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (16/1/2020):

IHSG Berbalik Menguat Tipis, KLBF dan SMGR Penopang Utama

Tensi Geopolitik Stabil, Minyak Mentah Menguat

KONFRONTASI --  Harga minyak mentah menguat di tengah kembali stabilnya pasar komoditas setelah diterpa gejolak geopolitik dalam sepekan terakhir.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Februari menguat 0,15 poin ke level US$58,23 per barel di New York Mercantile Exchange pada akhir perdagangan Selasa (14/1), setelah sebelumnya menyentuh level intraday terendah sejak 6 Desember di US$57,72.

Bloomberg: IHSG & Rupiah Kompak Ditutup Menguat Pascalibur Natal

Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang reli penguatannya sekaligus memperbarui level penutupan tertinggi sejak 24 Oktober.

Harga Jual Rupiah di pasar spot dibuka menguat ke Rp 14.002 pada pagi ini

KONFRONTASI -   Rupiah di pasar spot kembali menguat pada awal pekan ini. Senin (4/11) pukul 08.09 WIB rupiah pada perdagangan pasar spot ada di Rp 14.002 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,26% dibanding akhir pekan lalu.

Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya yang juga menguat terhadap dolar AS pagi ini. Bahkan rupiah menduduki peringkat kedua sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di Asia.

Baca Juga: Rupiah diprediksi akan dikendalikan sentimen perang dagang dan brexit

Diperkirakan No-Deal Brexit Berkurang, Bursa Eropa Menguat

KONFRONTASI -   Bursa saham Eropa mematahkan pelemahan tiga hari berturut-turut pada perdagangan Senin (21/10/2019), karena investor memaku harapan bahwa Inggris akan terhindar dari no-deal Brexit.

Selain itu, pembaruan kinerja emiten yang positif dan komentar pada pembicaraan perdagangan AS-China menambah sentimen positif terhadap pasar saham.
 

Pages