16 December 2019

Megawati

Pernyataan Resmi Megawati atas Pemberitaan TV One

KONFRONTASI-Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri angkat bicara untuk menanggapi kampanye hitam yang menderang calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Ada lima hal yang disampaikan Megawati salah satunya ialah menyesalkan berita di TV One yang meresahkan masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ia berharap pemuatan berita yang mengabaikan kaidah dan etika jurnalistik itu tidak boleh lagi terjadi.

Megawati Sepelekan Kemampuan Prabowo-Hatta Pimpin Republik Indonesia

KONFRONTASI - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri memuji pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Menurutnya Jokowi-JK  terbukti mempunyai rekam jejak teruji mengelola pemerintahan.

Pertarungan Prabowo vs Jokowi Ibarat Cabai Merah Besar dan Cabai Rawit

KONFRONTASI - Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri meyakini Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) hanya diusung lima partai politik (parpol) bakal menang.

"Banyak orang mengatakan calon nomor dua, pendukung dan pengusungnya tidak sebesar yang nomor satu," kata Megawati Soekarnoputri saat berorasi dalam kampanye terbuka, di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (24/6)

Apa Kata Prabowo Tentang 'Megawati' Di Panggung Kampanye

KONFRONTASI-Calon Presiden Prabowo Subianto sempat 'menggoda' calon legislatif terpilih dari Partai Demokrat di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Linda Megawati. Namun godaan dilontarkan Prabowo dalaam konteks politik.

Saat itu, Linda Megawati sempat berorasi mengajak warga Subang memenangkan pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dalam pemilu presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang. Ajakan itu disampaikan karena mendapat perintah memenangkan pasangan tersebut.

Soal HAM, kata Megawati, Prabowo Sama dengan Saya sebagai Korban

Benarkah debat perdana capres-cawapres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014) malam, 'dimenangkan' oleh pasangan nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla (JK)? Setidaknya, ada kelompok masyrakat yang mengatakan seperti itu.

"Saya tahu di balik itu ada diri orang lain. Sama seperti saya. Saya victim, korban," ujar Mega dalam acara silaturahim dan makan bersama dengan para rektor, pengusaha, guru, dan tokoh masyarakat di The View Kota Bandung, Sabtu (20/6/2009) .

Kivlan Zein: Kalau Saya Bongkar Kasus 1998, Kasihan Megawati

Kivlan Zein

KONFRONTASI- Mantan Pangkostrad, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein mengatakan, tudingan yang ramai menyebut Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto terlibat dalam peristiwa Mei 1998 belum bisa dibuktikan kebenarannya. Dalam kasus itu, dirinya bersedia memberikan keterangan terkait kasus penculikan dan penghilangan paksa 13 aktivis.

 

Mega Ingin Jokowi-JK Menang Telak

KONFRONTASI-PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI ingin pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menang mutlak dalam pemilihan presiden 9 Juli 2014 mendatang.

"Menang itu harus tinggi spare-nya," kata Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pidato di Rapat Kerja Nasional Partai Nasdem di Jakarta, Selasa (27/5).

Dia pun mengajak untuk memenangkan pasangan yang dikenal dengan sebutan Jokowi - JK ini. "Menang ayo menang, tidak ada kata kalah," ujar Mega yang disambut tepuk tangan peserta rakernas.

' Trah ' Dalam Politik Modern dan Kotemporer : Antara Mitos dan Realitas

                                                                          Warih W subekti *)

Berbicara ' Trah' dalam perpolitikan indonesia modern-kontemporer kita tak bisa lepas dari Keluarga Presiden RI pertama IR Soekarno, nama dan gambarnya masih dipakai menghiasi alat peraga kampanye Partai PDI perjuangan hingga detik ini, sangat unik, menarik dan sekaligus tidak masuk akal orang yang sudah meninggal puluhan tahun lalu masih dipakai sebagai penarik massa oleh partai politik dan ini tak terjadi di negara-negara lain.

Waspadai Koalisi Basa-basi

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai saat ini banyak yang bermain di tikungan, dan itu bukan budaya bangsa Indonesia.

Peryataan Megawati itu bisa diartikan bahwa partainya menginginkan koalisi dengan partai-partai politik lain harus dilakukan dengan sepenuh hati, dilandasi kejujuran, keikhlasan, dan bukan koalisi basa-basi.

Pages