18 December 2018

Megawati

Tim BPN Tidak Pernah Sebar Hoax Megawati Tidak Perlu Mengasihani Prabowo

KONFRONTASI -   Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri  mengaku terganggu dengan orang-orang di sekeliling Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo dengan cara yang tidak pantas. 

"Kan kasihan ya. Kalau saya bilang, kasihan Beliau (Prabowo). Kenapa orang di lingkungannya seperti begitu?" kata Megawati saat memberikan pembekalan kepada caleg PDI-P, di Kantor DPP PDI-P, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018).

Megawati Sempat Minta Dijadikan Cawapres Jokowi

KONFRONTASI-Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengaku pernah meminta kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon Wakil Presiden RI mendampinginya di 2019.

Presiden ke-5 RI ini bercerita tentang nama sahabatnya yakni Mahfud MD dan Ma'ruf Amin yang masuk dalam nominasi sebagai calon Wakil Presiden RI pendamping Jokowi di Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan saat acara rapat koordinasi nasional (rakornas) PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Sabtu (1/9/2018).

Jokowi Petugas Partai: Ditanya Kapan Deklarasi Cawapres, Jokowi Malah Tunjuk Megawati

Presiden Joko Widodo enggan menjawab saat ditanyai kapan akan mendeklarasikan cawapres pendampingnya di Pilpres 2019. Para wartawan menanyakan hal itu saat Jokowi menghadiri acara pembekalan calon anggota legislatif (caleg) PDI-P di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Cawapres Jokowi, PDIP: Megawati Sudah Kaji Nama Mahfud

KONFRONTASI  -  PDI Perjuangan mengakui nama Mahfud MD sudah dikaji sebagai bakal calon wakil Presiden pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

Pilpres 2019, Pertarungan Mega-SBY?

KONFRONTASI-Tak ada kawan dan lawan yang abadi dalam politik. Namun agaknya hal ini belum berlaku pada hubungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Megawati Seokarnoputeri (Mega). Meski SBY sudah mengulurkan tangan untuk berkomunikasi namun Mega seperti masih bergeming, belum mau menanggapi. Padahal, Mega-SBY pernah berhubungan cukup baik di masa lalu. Melihat “konflik abadi” keduanya itu, tak heran ada yang berseloroh “lebih mudah mengecat awan ketimbang mempersatukan SBY-Mega”.

Belum pulihnya perseteruan SBY-Mega bahkan diakui sendiri SBY setelah menggelar pertemuan dengan Prabowo Subianto di kediamannya. Hari berikutnya, SBY mengulang secara detail hubungannya dengan Mega usai bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Dalam keterangan yang disampaikan di kediamannya, SBY mengungkapkan bahwa partainya sangat berat bergabung dengan koalisi Jokowi. Ada sejumlah faktor yang menyumbat langkahnya masuk dalam koalisi. Hambatan itu tak lain hubungannya yang tak harmonis dengan Ketua Umum PDIP itu.

“Realitas hubungan Ibu Mega dengan saya belum pulih, jadi masih ada jarak, masih ada hambatan,” ungkap SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Rabu malam (25/7/2018).

Direktur Eksekutif Populi Center Usep S Ahyar menilai, curhatan SBY tentang Megawati menjadi hambatan di koalisi dianggapnya sebagai kebalikannya. Menurut dia, sebenarnya ada keinginan dari SBY untuk bergabung dengan koalisi Jokowi. Namun begitu, SBY lebih mementingkan egonya karena ada hambatan secara psikologis dengan Megawati sehingga ia beralih koalisi ke kubu Prabowo.

Pandangan berbeda disampaikan Direktur eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting(SMRC), Djayadi Hanan. Dia menilai pernyataan SBY itu sebagai penegasan bahwa Demokrat lebih condong memilih kubu Prabowo Subianto. Pilihan itu diambil lantaran adanya hambatan yang sangat berarti bagi SBY dalam kubu Jokowi. Sementara di kubu Prabowo, SBY mendapatkan iklim yang baik dan mutual respect.

Sebaliknya, Megawati pun sepertinya tak ingin ada ‘matahari kembar’ di koalisinya yang swaktu-waktu bisa mengambil alih kendali terhadap Jokowi. Di luar itu, dendam politik Mega pada SBY memang masih belum reda.

Kini, di masa Presiden Jokowi, hubungan pasang surut kedua mantan presiden ini juga kerap dipicu oleh isu-isu yang berkembang di media, seperti pengakuan Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang terkesan dibekingi pemerintah Jokowi, juga mengaitkan SBY dengan kasus yang pernah membelitnya. SBY tersulut, anehnya keributan meluas antara pihak SBY dengan pendukung Jokowi. Isu lainnya, SBY merasa dihalangi untuk bertemu Jokowi, difitnah menjadi penyokong dana Aksi Bela Islam, hingga kritiknya terhadap ketidakadilan hukum, netralitas TNI-Polri, serta masalah ekonomi di era Jokowi.

Sementara Mega sendiri pada 2017 pernah menyinggung SBY dengan menyebut rakyat menangis (sengsara) saat SBY menjadi presiden. Teranyar, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menuding SBY sebagai “politisi baper (bawa perasaan)” dan selalu memainkan strategi playing victim setiap kali jelang pemilihan (pilkada/pemliu). Hal itu respons atas ungkapan tersirat dari SBY yang menyalahkan Megawati sebagai penghambat koalisi Partai Demokrat dengan Jokowi.

Benarkah Megawati dan Jokowi ada dibalik Manuver Jusuf Kalla ke MK?

KONFRONTASI- Manuver Jusuf Kalla maju ke Mahkamah Konstitusi agar bisa jadi wapres ketiga kali, sangatlah buruk bagi demokrasi dan bangsa ini. Bahkan para intelektual LIPI, UI, Unair  dan UGM menilai manuver JK itu  bersifat ambisius, pribadi dan contoh buruk bagi generasi penerus. Langkah ambisius JK  itu menuai cemooh publik dan sinisme masyarakat madani karena menabrak nilai, norma dan aturan pembatasan jabatan wapres/presiden dua periode.

Ketegangan Megawati vs SBY Makin Memburuk. Hati telah Remuk?

KONFRONTASI- Ketegangan dan konflik kepentingan antara Mantan Presiden Megawati Sokearnoputri dan SBY makin buruk. Hati  masing-masing mantan presiden ini telah remuk, barangkali. Dan hati maupun sukma politisi parpol  kedua pihak pun remuk. ''Sakitnya tuh di sini,'' kata seorang politisi PDIP yang kaget melihat SBY di Televisi menyebut nama Megawati sebagai sosok yang menghambat bergabungnya Demokrat ke kubu Jokowi. Sebaliknya politisi Demokrat juga mengeluh ''sakitnya tuh di dada dan di hati,'' akibat ketegangan politik personal ini..

Kemungkinan Duet Jokowi-Puan Maharani dan Prabowo-AHY Harus Dihormati dan Dihargai, kata Analis

KONFRONTASI- Sekiranya Capres Prabowo Subianto (Ketua Umum DPP Partai Gerindra) menerima Agus Harimuri Yudhoyono (AHY) sebagai Calon Wapresnya menuju 2019, maka hal  itu menunjukkan secara benderang ‘’kebesaran jiwa, kenegarawanan dan ketulusan  Prabowo serta penghormatannya’’ kepada Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjaga harkat martabat SBY/Demokrat dan Gerindra.

SBY Masih Belum Akrab dengan Megawati

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui hubungannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri belum pulih selama 10 tahun terakhir.

"Hubungan saya dengan Ibu Mega, harus saya katakan jujur, belum pulih, masih ada jarak," ujar SBY dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/7) malam, menjawab pertanyaan wartawan mengenai hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri yang belum pulih selama 10 tahun terakhir.

Ditangkap KPK, Bupati Labuhanbatu Minta Maaf ke Megawati

KONFRONTASI - Mengaku khilaf, Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap meminta maaf kepada warga Labuhanbatu atas sikapnya yang telah melakukan praktik suap dalam pembangunan RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Selain itu, Pangonal juga meminta maaf kepada ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri karena telah membuat malu partai yang menaunginya itu.

Pages