Media Sosial (Medsos)

Seperti WhatsApp, Facebook Baru Hadirkan Enkripsi end-to-end pada 2022

Konfrontasi - Selama beberapa tahun, Facebook sering mendapat kritik karena masalah privasi dan data pengguna. Bahkan fitur enkripsi end-to-end dipastikan baru muncul pada awal tahun 2022.

"Ini adalah proyek jangka panjang dan kami tidak akan sepenuhnya menghadirkan enkripsi end-to-end hingga tahun 2022," kata Facebook, dikutip dari XDA Developers, Minggu (2/5/2021).

Terlibat Cekcok di Pinggir Jalan, Suami Tiba-tiba Tikam Perut Istri Hingga Bersimbah Darah

Konfrontasi - Pasangan suami istri siri, Roni dan Rina terlibat cekcok, dan secara tiba-tiba Roni menusuk perut dan tangan Rina dengan sebilah pisau tajam.

Istrinya atau Rina mengalami luka parah pada bagian perut dan tangan sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Aksi nekat Roni (36) tersebut terekam kamera dan ramai di media sosial.

Dalam video tersebut, mereka sempat akan dilerai oleh warga. Namun tiba-tiba Rina (26) ditusuk menggunakan sebilah pisau oleh suami sirinya ini.

ID Tersebar di Medsos, DPO Teroris Serahkan Diri ke Polsek Pasar Minggu

Konfrontasi - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan alasan daftar pencarian orang (DPO) teroris berinisial SB menyerahkan diri dikarenakan identitasnya telah tersebar luas di media sosial (medsos).

"Kami sampaikan SB menyerahkan diri dengan alasan identitas dirinya telah diketahui oleh banyak orang melalui media sosial sebagai DPO," kata Ramadhan dalam konferensi pers, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Kecelakaan Maut di Km 61 Muarojambi, Dua Orang Tewas

Konfrontasi - Kecelakaan maut terjadi di KM 61, Kabupaten Muarojambi, tepatnya jalan mengarah ke Merlung, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (3/4/2021).

Berdasarkan info yang diperoleh bahwa kondisi korban dalam kecelakaan maut tersebut sangat parah.

Video kecelakaan maut itu juga langsung viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 21 detik itu, dua orang korban tergeletak di jalan, dengan kondisi bagian isi kepala telah keluar dan hancur.

Belum diketahui secara pasti kronologis kecelakaan lalu lintas ini.

Baru Kenalan di Facebook, Pria di Tanjungkarang Paksa Cewek ABG Begituan

Konfrontasi - BH, 19, warga Telukbetung Selatan, terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur divonis 7 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Klas IA Tanjungkarang, Lampung, Jumat (26/3).

Menurut Ketua Majelis Hakim Safrudin, BH dinyatakan bersalah melakukan ancaman kekerasan dan memaksa anak melakukan persetubuhan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda sejumlah Rp 100 juta subsider satu bulan kurungan,” kata majelis hakim, Jumat (26/3).

Tegas, Pemerintah: Facebook dan Anak Usahanya Dilarang Sebarkan Data Pribadi Tanpa Restu dari Kami

Konfrontasi - Pemerintah Afrika Selatan memutuskan Facebook dan anak usahanya tidak boleh menyebarkan data pribadi yang dikumpulkan dari pengguna WhatsApp. Facebook harus terlebih dahulu mendapat izin resmi dari Badan Informasi Afrika Selatan (The Information Regulator/IR) jika ingin memanfaatkan data pribadi warga negara tersebut.

Polisi Hadiahi Timah Panas Penjambret yang Seret Korbannya Hingga 20 Meter

Konfrontasi - Polisi telah mengungkap pelaku penjambretan yang videonya sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Seperti diketahui saat kejadian korban terseret kendaraan pelaku cukup jauh.

Pelaku berinisial RD (23) berhasil ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan bahwa pelaku curas ini terjadi pada 1 Maret 2021. Polisi yang mendapatkan laporan tersebut kemudian melakukan penyelidikan.

Gegara Video Dorong Pelayan, Robby Purba Berikan Klarifikasi

Konfrontasi - Presenter Robby Purba mendapatkan kecaman cukup hebat pascaviralnya video mirip dirinya mendorong seorang pelayan di salah satu tempat nongkrong.

Kolom komentar Postingan di Instagram-nya pun tidak pernah sepi dari hujatan sejak peristiwa itu, apalagi dirinya tidak juga memberikan klarifikasi tentang seperti apa kejadian itu.

Robby pun mengakui psikisnya cukup tergangu dengan semua hujatan tersebut.

Polisi Kejar Pelaku Penyebar Hoaks "Banjir Darah" di Sampang, Sebelumya Juga Pernah Ditangkap

Konfrontasi - Polres Sampang, Jawa Timur, memburu pelaku penyebaran kabar bohong "banjir darah" oleh warga asal Kecamatan Banyuates, melalui media sosial Youtube dan Facebook.

Warga yang diduga menjadi pelaku penyebar kabar bohong di media sosial itu bernama Abdullah, asal Desa Lar-Lar, Kecamatan Banyuates, Sampang.

"Anggota kami sudah mendatangi rumahnya di Desa Lar-Lar, akan tetapi yang bersangkutan sudah tidak tinggal di rumahnya. Ia sudah berada di Surabaya," kata Kapolsek Banyuates AKP Dody Pratama, Minggu (14/2/2021).

Pesan MUI untuk Buzzer Perusak Bangsa "Seperti Memakan Bangkai Saudaranya"

Konfrontasi - Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis angkat bicara soal buzzer atau pendengung bayaran di media sosial.

Belakangan ini banyak tokoh masyarakat yang mengeluhkan keberadaan buzzer yang dianggap makin meresahkan dan memecah belah anak bangsa.

Ada yang beranggapan bahwa buzzer digunakan untuk menyerang dan membunuh karakter mereka yang kritis kepada pemerintah.

Pages