masjid

Teroris Penembakan Masjid di Selandia Baru ''Nyengir'' Difoto Wartawan Saat Jalani Sidang,

KONFRONTASI -  - Brenton Tarrant, teroris penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, mulai menjalani persidangan pasca-perbuatannya Jumat kemarin (15/3/2019).

Dilansir Sky News, pria 28 tahun itu datang dengan kawalan ketat polisi dan sempat "nyengir" kepada awak media yang mengambil gambar.

Hakim memang mengizinkan foto wajah Tarrant diambil.

Namun wajahnya harus diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapatkan sidang yang adil.

Ditolak Di Masjid Kauman, Sejumlah Masjid di Semarang Siap Sambut Prabowo

KONFRONTASI -  Sejumlah masjid di Semarang menyatakan siap menerima dan menyambut, bila Capres Prabowo Subianto akan Jum'atan  di masjid mereka, Jumat (15/2/2019), besok.

Hal ini mereka sampaikan menyusul pernyataan Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH. Hanief Ismail, yang melarang Prabowo shalat Jumat di masjid Kauman, Semarang.

“Kami mempersilakan dan akan menyambut bila Pak Prabowo berkenan salat Jumat di masjid kami,” ujar Agung Wisnu Kusuma, takmir masjid An-Nur yang beralamat di Jl. Lamper Tengah, Semarang Selatan.

Fatwa Islam: Hanya Orang BerimanYang Memakmurkan Masjid

KONFRONTASI - ADA yang bertanya seputar hadis yang intinya bahwa seorang yang secara rutin 40 hari terus menerus salatnya berjemaah, akan bebas dari sifat munafik?

Dinyatakan dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang salat jemaah selama 40 hari dengan mendapatkan takbiratul ihram, maka dia dijamin bebas dari dua hal, terbebas dari neraka dan terbebas dari kemunafikan.

Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Satu Masjid Hanyut

Konfrontasi - Banjir bandang menerjang tiga desa di Kabupaten Aceh Tenggara mengakibatkan 20 unit rumah rusak berat, dua jembatan tersumbat material banjir, dan satu masjid hanyut.

"Banjir bandang lagi di Aceh Tenggara pada Jumat (30/11), dan kali ini tiga desa, yakni Natam Baru, Kayu Metangur, dan Natam Lama di Kecamatan Badar," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Sabtu 1 Desember 2018.

HNW: BIN Diminta Tidak Perkeruh Suasana Terkait Informasi Masjid Terpapar Radikal

KONFRONTASI -   Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid berharap Badan Intelijen Negara (BIN) tidak memperkeruh suasana dengan menyampaikan informasi yang validitasnya perlu dipertanyakan terkait informasi sekian masjid terpapar paham radikal.

"BIN jangan menambah kekeruhan dengan informasi yang validitasnya perlu dipertanyakan karena terkait dengan info sekian masjid terpapar paham radikal yang sudah ditolak Wakapolri yang lalu," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Kalla: Jangan Sampai Kampus dan Masjid Dimasuki Radikalisme

Konfrontasi - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengimbau, kampus-kampus untuk menjaga lingkungan termasuk masjid di kampusnya terhindar dari penyebaran paham radikal. Kata dia, Islam Indonesia itu moderat, wasathiyah, jangan pula masjid kampus dimasuki paham-paham yang radikal.

“Kalau fanatik silakan, tapi itu berbeda antara fanatik dan radikal,” kata JK, Sabu (10/11/2018).

Kuliah Kebangsaan Sumpah Pemuda

Oleh: Muslim Arbi

Setiba dari Paniai, sebuah kota Kabupaten di Irian Jaya dalam perjalanan sebagai "tukang pos", dengan mobil; perjalanan panjang; melewati  Deiyai dan Dogiyai selama kurang lebih 6 jam tiba di Nabire (Pemprov Irian Jaya perlu perhatikan jalan utama Nabire - Paniai yang masih banyak yang rusak parah). Di antara oleh La Ode Redi; perantau di Nabire asal Buton

Kementerian Agama: Pengeras Suara Masjid Boleh Digunakan untuk Apa Saja?

KONFRONTASI -   Kementerian Agama meminta jajarannya kembali menyosialisasikan aturan penggunaan pengeras suara di masjid. Permintaan itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor B.3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 tanggal 24 Agustus 2018.

Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin menjelaskan, aturan tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar, dan musala sudah ada sejak 1978. Aturan itu tertuang dalam Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor Kep/D/101/1978.

"Hingga saat ini, belum ada perubahan," kata Muhammadiyah Amin di Jakarta,  Jumat 24 Agustus 2018.

Menurut dia,  instruksi sosialisasi penggunaan pengeras suara dikeluarkan untuk mengkaji ulang keuntungan dan kerugiannya. Salah satu keuntungannya adalah sasaran penyampaian dakwah dapat lebih luas.

Akan tetapi, penggunaan pengeras suara juga bisa mengganggu orang yang sedang beristirahat atau penyelenggaraan upacara keagamaan.

"Untuk itu, diperlukan aturan dan itu sudah terbit sejak 1978 lalu," katanya seperti tertuang dalam pernyataan di situs resmi Kemenag..

Dalam instruksi tersebut, dipaparkan bahwa pada dasarnya suara yang disalurkan keluar masjid hanyalah azan sebagai tanda telah tiba waktu salat.

"Pada dasarnya suara yang disalurkan keluar masjid hanyalah azan sebagai tanda telah tiba waktu salat. Demikian juga salat dan doa pada dasarnya hanya untuk kepentingan jemaah ke dalam dan tidak perlu ditujukan keluar untuk tidak melanggar ketentuan syariah yang melarang bersuara keras dalam salat dan doa. Sementara zikir pada dasarnya adalah ibadah individu langsung dengan Allah. Karena itu tidak perlu menggunakan pengeras suara baik ke dalam atau ke luar," kata Amin.

Hal lain yang diatur dalam instruksi itu terkait waktu penggunaan pengeras suara. Amin mengatakan, instruksi Dirjen secara jelas dan rinci sudah mengatur waktu-waktu penggunaan pengeras suara.

"Misalnya, pengeras suara bisa digunakan paling awal 15 menit sebelum waktu salat subuh dan sebagainya," katanya.(Jft/PR)

Pages