31 March 2020

Mandeg

Narasi Genderuwo dan Sontoloyo Indikasi Jokowi sudah Mampet, Jumud dan jadi Bagian dari Persoalan Bangsa ?

KONFRONTASI- Aktivis senior Gerakan 1998 Bennie Akbar Fatah dan tokoh GMNI Nehemia Lawalata mengingatkan, Narasi Genderuwo dan Sontoloyo Jokowi diucapkan karena Jokowi sudah mampet, jumud,  tak punya gagasan, mampet dan tidak tahu lagi apa yang harus dikerjakan untuk mengatasi masalah ekonomi dan sosial yang bertumpuk dan membludak. Persoalan impor pangan membuatnya mati kutu dan tak ada solusi, sedangkan merosotnya rupiah dan melemahnya ekonomi makin membuatnya miskin visi-misi dan gagasan mengatasi persoalan ini.

Ekonomi Jokowi Alami Kemandegan: Maukah Jokowi Berubah 2019-2024? tanya Rizal Ramli

Rizal Ramli : Ekonomi Lesu sampai 2019. Pemerintah Harus Introspeksi dan Mawas Diri

KONFRONTASI- Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan banyak berubah sepanjang 2018-2019. Kebjakan super konservatif yang dibuat tim ekonomi pemerintah menjadi biang keladinya. Teknokrat senior Rizal Ramli mengingatkan para pemimpin untuk mawas diri dan bisa berlapang dada melakukan introspeksi. Kalau tidak mampu  memperbaiki nasib  rakyat lebih baik  sudahi saja. Jangan hanya sibuk memoles diri.

Jokowinomics Stagnan. Reshuffle Tim Ekonomi Mutlak Diperlukan ketimbang Jokowinomics Gagal dan Kobrut

JAKARTA- Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2017 hanya tumbuh 5,01% atau sama seperti kuartal sebelumnya. Dibandingkan kuartal II-2016, ekonomi Indonesia terlihat ada perlambatan. Padahal ada Lebaran yang harusnya menopang ekonomi Indonesia lebih tinggi. Institute Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa saat ini kondisi ekonomi di Tanah Air masih stagnan alias tak bergerak.  Para analis mendesak Jokowi  lakukan reshuffle agar Jokowinomics tidak kobrut, tidak bobrok dan bisa berjalan sesuai rencana.

Apa Sebab Regenerasi Calon Pemimpin Indonesia Mandeg?

KONFRONTASI -  Mandeknya regenerasi calon legislatif di pemilu salah satunya karena ambang batas parlemen yang terlalu tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Lingkar Mardani (Lima) Ray Rangkuti.