2 April 2020

Malware

Aplikasi Zoom Berpotensi Diretas untuk Sebarkan Malware

KONFRONTASI-Aplikasi Zoom saat ini menjadi populer karena lebih banyak orang berada di rumah saat wabah COVID-19. Aplikasi yang tengah naik daun itu mungkin berpotensi menjadi target peretasan oleh hacker, menurut ahli keamanan.

Dikutip Silicon, pekan lalu pemerintah menggunakan software telekonferensi Zoom untuk pertemuan Cabinet, menimbulkan debat tentnag keamanan software populer itu.

Penggunaan Zoom telah melonjak selama pandemi coronavirus, dan telah melihat saham perusahaan meningkat secara dramatis selama beberapa minggu terakhir.

430 Ribu Pengguna Layanan Keuangan Dibayangi Ancaman Malware

KONFRONTASI -  Sebanyak 430 ribu pengguna layanan keuangan, cryptocurrency, dan layanan web-money dibayang-bayangi ancaman malware. Hal tersebut diungkap oleh tim peneliti dari Kaspersky.

Pada paruh pertama 2019, angka di atas dikatakan lebih banyak tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lebih dari sepertiga (30,9 persen) yang terkena dampak adalah para pengguna dari korporat. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan paruh pertama 2018 yang hanya sebesar 15,3 persen.

Serangan Siber Hajar Media Ternama AS

KONFRONTASI-Serangan siber baru-baru ini menyerang penerbit besar  di Amerika Serikat sehingga mengganggu pencetakan dan pengiriman sejumlah koran ternama di sana.

Serangan Malware Trojan Tertinggi Selama 2018

KONFRONTASI- Data dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa malware Trojan menjadi serangan berbahaya yang paling banyak dideteksi pada 2018.
Laporan Kaspersky Lab, pada pertengahan Desember, mencatat  serangan Trojan (50,14 persen), serangan Trojan-Ransom (13,06 persen) dan serangan AdWare (7,35 persen) menjadi tiga teratas file berbahaya yang paling banyak dideteksi pada 2018.

Secara keseluruhan, teknologi deteksi Kaspersky Lab menangani 346.000 file berbahaya baru setiap hari dalam sepuluh bulan pertama pada tahun ini.

ESET: Malware Bisa Lumpuhkan Operasional Sebuah Perusahaan

KO0NFRONTASI-Pencurian data merupakan esensi dari masalah kedaulatan digital, menurut laporan Identity Theft Resource Center antara Januari sampai Juli 2018 telah terjadi pencurian 22.408.258 data. Sedang menurut laporan Ponemon 2018 Rata-rata total kerugian dari pelanggaran data adalah $3,86 juta, kemungkinan rata-rata pelanggaran data global dalam 24 bulan ke depan adalah 27,9%.

Data bisa berada di lebih dari satu tempat, dapat dibawa melintasi separuh dunia dalam hitungan detik dan dicuri tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Banyak Gim Terjangkit Malware, Play Store Bersih-bersih

Konfrontasi - Google baru saja menghapus 13 gim dari Google Play karena ditemukan telah terpasang malware.

Melansir Phone Arena, Jumat (23/11/2018), penghapusan itu dilakukan setelah peneliti keamanan ESET, Lukas Stefanko menemukan bahwa ketiga belas aplikasi terdampak masalah.

Dalam akun resmi Twitter Stefanko menyebutkan, bahwa sejumlah aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 580 ribu kali dan dua gim di antaranya telah menjadi trending.

Malware KopiLuwak Ancam Keamanan Sistem dan Jaringan

KONFRONTASI-Serangan siber yang dilakukan sekelompok pelaku berbahasa Rusia, Turla (juga dikenal sebagai Snake atau Urouros), terindikasi mengancam sistem dan jaringan global. Peringatan itu disampaikan para peneliti Kaspersky Lab yang memantau berbagai kelompok pelaku ancaman berbahasa Rusia, Turla, yang memanfaatkan evolusi terkini dari malware KopiLuwak.

Malware KopiLuwak ini berupa kode yang hampir identik dengan teknik sebelumnya pada operasi Zebrocy, merupakan bagian dari Sofacy (juga dikenal sebagai Fancy Bear dan APT28), pelaku ancaman siber berbahasa Rusia yang sudah lama ada. Para peneliti juga menemukan target yang tumpang tindih antara dua pelaku ancaman yaitu geopolitik di Asia Tengah serta entitas pemerintahan dan militer.

KopiLuwak yang namanya diambil dari jenis kopi langka, pertama kali ditemukan pada November 2016. Cara kerja serangan siber ini dengan mengirimkan dokumen yang berisi malware dengan macro yang diaktifkan dan menggunakan malware Javascript baru yang disamarkan. Setelah berhasil menyusup, malware ini dirancang untuk melakukan pengintaian sistem dan jaringan.

Evolusi terbaru dari KopiLuwak terdeteksi pada pertengahan 2018, ketika peneliti Kaspersky Lab menemukan target baru di Suriah dan Afghanistan. Turla menggunakan vektor pengiriman spear-phishing dengan Windows shortcut (.LNK) file. Analisis menunjukkan bahwa file LNK berisi PowerShell untuk melakukan decode dan menjatuhkan muatan KopiLuwak. PowerShell ini hampir identik dengan yang digunakan dalam aktivitas Zebrocy sebulan sebelumnya.

Para peneliti juga menemukan beberapa target yang sama di antara keduanya yaitu target politik yang sensitif, termasuk entitas penelitian pemerintah dan keamanan, hingga misi diplomatik dan urusan militer terutama di Asia Tengah. Varian malware lainnya yang dilancarkan oleh Turla yaitu Carbon dan Mosquito berhasil ditemukan oleh para peneliti selama 2018. Para peneliti memberikan bukti lebih lanjut untuk mendukung hipotesis bahwa Turla memanfaatkan jaringan Wi-Fi untuk mengirimkan malware Mosquito kepada target.

Peneliti Kaspersky Lab juga menemukan modifikasi lebih lanjut dari Carbon yang merupakan aksi cyberespionage. Malware ini ditanamkan di target yang terpilih dengan kepentingan tertentu, dengan kemungkinan akan terjadi modifikasi kode dan berlanjut pada tahun 2019. Target Turla di 2018 dengan malware ini termasuk Timur Tengah dan Afrika Utara, serta Eropa Barat dan Timur, Asia Tengah dan Selatan, dan Amerika.

Jangan Asal Klik Jika Tak Ingin Terkena Malware

KONFRONTASI-Baru-baru ini di media sosial muncul artikel hoaks yang mencatut nama Fox untuk menyebarkan kabar bohong bahwa aktor pemeran Mr.Bean, Rowan Atkinson, meninggal karena kecelakaan.

Setelah Android, Roaming Mantis Kini Serang iOS

KONFRONTASI-Beberapa waktu yang lalu, para peneliti dari Kaspersky Lab menemukan malware Android baru yang menyusupi router dan menggunakan metode pembajakan domain name system (DNS) untuk menyeberang menginfeksi smartphone.

Malware Paling Banyak Sasar Perangkat Android

KONFRONTASI- Berkembangnya era digital saat ini membuat kehidupan tidak bisa lepas dari perangkat mobile, termasuk yang berplatform Android. Jumlah pengguna Android yang semakin banyak juga membuat perangkat dengan platform ini menjadi incaran serangan malware.

Pages