Malaysia

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 11,5 Kg Sabu dari Malaysia

Konfrontasi - Tim gabungan Satresnarkoba Polresta Barelang dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengagalkan penyelundupan 11,5 kilogram (kg) sabu dari Malaysia tujuan Palembang, Selasa (1/9/2020). Polisi menangkap lima orang yang merupakan bagian dari sindikat narkoba jaringan Tembihan, Riau.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur mengatakan, penyelundupan 11,5 kg sabu itu digagalkan petugas setelah mendapat laporan ada pengiriman narkoba menggunakan jalur laut. Petugas kemudian mencegat speed boat di perairan Pulau Terong, Batam.

Malaysia Bakal Gratiskan Vaksin COVID-19 Untuk Semua Warganya

KONFRONTASI -   Pemerintah Malaysia tengah mempertimbangkan vaksin virus Corona COVID-19 gratis untuk semua warga. Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia akan merekomendasikan kabinet untuk mempertimbangkan hal tersebut.

Dikutip dari laman Channel News Asia, wacana untuk menggratiskan vaksin virus Corona itu diungkapkan oleh menteri Khairy Jamaluddin pada Rabu (19/8/2020).

Mutasi Corona D614G di Malaysia 10 Kali Lebih Menular, Sudah Masuk Indonesia?

KONFRONTASI -    Belakangan, heboh mutasi virus Corona D614G yang ditemukan di Malaysia. Mutasi tersebut disebut 10 kali lebih menular.
Sebelumnya, mutasi ini lebih dulu ditemukan di Eropa dan Amerika Serikat pada Februari 2020. Apakah mutasi ini sudah masuk Indonesia?

Selama Ini Dikenal Bak Anjing dan Kucing, Malaysia dan Indonesia Diprediksi Bisa Bersatu, Gara-gara Kelakukan China yang Makin Keterlaluan Ini

Oleh:  Andreas Chris Febrianto Nugroho

 

Akhir-akhir ini China makin semena-mena di Laut China Selatan yang membuat banyak negara geram.

Tak hanya itu, bahkan kegiatan laut gencar dilakukan oleh Tiongkok di perairan yang sudah masuk wilayah negara lain.

Hal itupun dianggap sangat berpotensi memicu perang di perairan yang melintasi Indonesia dan Malaysia ini.

Dua kekuatan besar di kawasan itupun kini seperti terbangun setelah China nekat terobos wilayah teritori dua negara serumpun ini.

Mahathir Bentuk Partai Baru untuk Perangi Korupsi

KONFRONTASI-Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad membentuk partai baru. Dia menamai partai itu Partai Pejuang.

Seperti dilansir dari Channel New Asia, Rabu (12/8/2020) Mahathir mengatakan partai itu dibentuk dari kesadaran dan kebutuhan untuk memerangi korupsi yang menghancurkan bangsa.

"Jadi pilihlah. Partai kami dibentuk dari rasa kesadaran. Korupsi menghancurkan bangsa. Korupsi menghancurkan orang Melayu," kata Mahathir, Rabu (12/8).

Soal Sengketa LCS, Malaysia Tak Ingin Terjebak Kepentingan Negara Adidaya

KONFRONTASI-Malaysia enggan terseret apalagi terjebak dalam pergolakan geopolitik antara negara-negara adidaya dalam upayanya menyelesaikan perselisihan tentang Laut China Selatan (LCS).

Begitu sikap tegas negeri jiran, seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein di hadapan parlemen pada Rabu (5/8).

Pernyataan itu dia buat sebagai jawaban atas pertanyaan dari anggota parlemen Malaysia yang meminta kejelasan soal status tuntutan China untuk wilayah sengketa di Laut China Selatan.

BKPM: Harga Tanah dan Upah Buruh di RI Lebih Mahal dari Malaysia hingga Vietnam

KONFRONTASI -   Pemerintah menjelaskan masih lambatnya investasi yang masuk ke Indonesia. Salah satu faktornya adalah masih mahalnya beberapa komponen investasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, harga tanah di Indonesia merupakan yang termahal di antara negara ASEAN lainnya, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam.

Psikolog Forensik Sebut Penangkapan Djoko Tjandra Itu Biasa Aja Gak Usah Dibesar-besarkan, Bongkar Code Of Silence Dong

Konfrontasi - Keberhasilan Polri menangkap Djoko Tjandra menuai pujian dan apresiasi dari banyak pihak. Pasalnya, buron kasus pengalihan hak tagih Bank Bali itu sudah sekitar 11 tahun melarikan diri.

Sementara kelakuannya beberapa waktu lalu sempat membuat heboh Tanah Air.

Dimana sosok yang dijuliki Joker itu dengan mudahnya ‘mengendalikan’ sejumlah aparat hukum untuk kepentingannya. Yakni memuluskan pelariannya sekaligus upaya agar bisa lolos dari jeratan hukum.

Akan tetapi, bagi psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menilai, penangkapan Djoko Tjandra oleh Tim Bareskrim dan Propam Polri itu adalah hal biasa. Bahkan, Reza meminta agar agar penangkapan itu tidak dibesar-besarkan. Sebab, adalah sebuah hal yang wajar aparat kepolisian menangkap seorang penjahat.

“Djoko Tjandra tertangkap, okelah ini bagus. Namun, bagi saya penangkapan itu wajar-wajar saja. Enggak ada yang luar biasa tuh,” kata Reza dalam pesan elektroniknya, Jumat (31/7/2020).

Menurutnya, keberhasilan penangkapan Djoko Tjandra itu hanya membuktikan kerja yang dinilai serius. Sebab selama ini, kata dia, disinyalir masyarakat menilai kepolisian tidak serius menuntaskan kasus Djoko Tjandra.

Pun demikian saat nantinya diproses hukum sekalipun, lanjutnya, adalah hal yang biasa pula.

“Ini proses yang normatif. Yang namanya penjahat ya kudu diburu lembaga penegakan hukum,” ucapnya.

Dengan dasar sikap seperti itu, walau tidak dinihilkan, menurut Reza, tidak ada nilai tambah dari penangkapan tersebut. Apalagi jika dikaitkan-kaitkan dengan isu jelang pergantian kapolri.

“Saya lebih respek kalau penangkapan ini menjadi jalan pembuka bagi pembersihan di seluruh lembaga penegakan hukum,” ujarnya.

“Pembersihan lewat penindakan organisasi dan pidana, lalu hasilnya diumumkan ke publik,” jelas Reza.

Reza berpendapat, di institusi penegakan hukum, marak subkultur bernama Blue Curtain Code atau Code of Silence. Yaitu kebiasaan menyimpang untuk menutup-nutupi kesalahan sesama kolega.

Code of silence terdapat pada seluruh lapisan organisasi penegakan hukum. Namun efeknya lebih destruktif ketika berlangsung di jajaran petinggi.

“Alhasil, siapapun yang mampu menolak Code of Silence itu, artinya sanggup melakukan pembersihan internal, dialah yg cocok menjadi orang nomor satu di organisasinya,” tandas Reza.

Wakil Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polri dalam Penangkapan Djoko Tjandra

Konfrontasi - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Adies Kadir mengapresiasi jajaran Kepolisian RI (Polri) yang sukses menangkap terpidana kasus pengalihan hak cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.

Sebagai informasi, kasus buronnya Djoko Tjandra sendiri sudah menyita perhatian masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu.

Corona Kembali Menggila, Malaysia akan Kembali Terapkan Lockdown

KONFRONTASI-Pemerintah Malaysia akan kembali menerapkan aturan perintah pengawasan pergerakan (movement control order/MCO) jika jumlah kasus terjangkit virus corona (Covid-19) mencapai ratusan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob.

"Jika mencapai tiga digit (ratusan), kami tidak punya pilihan selain menerapkan kembali MCO (untuk mengekang penyebaran pandemi) dan kami akan lihat," ujar Ismail pada Minggu (26/7/2020), dikutip dari Channel News Asia.

Pages