Luhut

Nonsen Permintaan Maaf, Luhut Ngotot Tuntut Said Didu ke Jalur Hukum

KONFRONTASI -    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Pelaksana Tugas sementara Menteri Perhubungan, Luhut Binsar Pandjaitan, akan meneruskan tuntutannya kepada mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. "Pak Luhut sudah baca. Tidak ada komentar apa-apa. Saya tanyakan apakah dilanjutin proses hukumnya, jawabnya iya," kata juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Surat Terbuka Masyarakat (Intelektual dan Jenderal Purn) kepada Presiden Jokowi, Menuntut agar Berhentikan Luhut B Panjaitan

Dari  redaksi: Surat terbuka masyarakat ini dikirim ke redaksi, intinya  permintaan terbuka kepada Presiden Jokowi dengan menuntut agar memberhentikan Luhut B Panjaitan. Redaksi belum tahu bagaimana respon dari Pak Luhut soal tuntutan masyarakat madani ini, mungkin saja  ada respon dari Pak LBP  hari-hari ke depan. Sekedar mengingatkan, demokrasi  adalah dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Semoga Tuhan YME  senantiasa meridhoi, melindungi dan menolong bangsa dan negara RI . 

 

Medio April.2020

Untuk Said Didu, Luhut, Dan Kita

Oleh : Anton Permana.
 

 


Perseteruan antara mantan Sekjen Meneg BUMN Muhammad Said Didu dengan Menko Maritim Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan sudah mencuat dan berujung ke ranah hukum.

Ada yang menganggap hal ini ‘cemen’ dan ada juga yang menganggap hal serius sekali. Tapi ada juga yang cuek bebek alias ‘basipakak bangak’.

Ini Rekam Jejak Said Didu, Mantan PNS yang Berselisih dengan Luhut

KONFRONTASI -   Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menhub Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan akan menuntut mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, atas pernyataan yang dianggap menyudutkan dirinya. Hal itu merupakan buntut dari pernyataan Said Didu yang menyatakan Luhut dinilai mementingkan keuntungan pribadi saja tanpa memikirkan penanganan virus corona. Profil Said Didu sejak dulu memang dikenal sangat vokal dalam mengkritik pemerintah.

Duh, Apa Nak Mau Dikata: Ribuan Orang Sudah Positif, Luhut Masih ‘Bercanda’ Corona tak Kuat Cuaca Indonesia

KONFRONTASI -   Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ternyata masih sanggup bercanda dengan wabah virus Corona yang saat ini menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Meskipun jumlah pengidap COVID-19 mencapai angka ribuan, tiap hari kian bertambah, dan jumlah angka kematian mencapai ratusan terus bertambah, baik pasien umum maupun dari kalangan medis, Luhut malah menyebut bila virus Corona alias COVID-19 diperkirakan tidak kuat dengan kondisi cuaca Indonesia.

Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari COVID-19

KONFRONTASI -  Ekonom senior Faisal Basri kritik keras Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Faisal menyebut Luhut lebih berbahaya daripada virus corona.

Faisal sendiri tidak bicara banyak soal apa yang dia maksud Luhut lebih berbahaya dari virus corona dalam cuitannya.

"Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19," cuit Faisal dalam akun Twitter @FaisalBasri, dilihat detikcom, Jumat (3/4/2020).

Pernyataan Fadli Zon, Tendensius Sebut Luhut The Real President

KONFRONTASI --   Pernyataan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertindak seperti 'The Real President' dinilai tendensius.

"Itu ada benarnya. Namun, label 'The Real President' itu agak tendensius," ujar Pengamat Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati kepada Tagar, Selasa, 31 Maret 2020.

 

Pakar Ekonomi Sebut, Luhut Untungkan China dan Rugikan Indonesia

KONFRONTASI -   Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mencabut larangan ekspor bijih mentah nikel. Awalnya, pemerintah melarang sampai tahun 2022 dalam rangka pembangunan smelter dan peningkatan kualitas nikel Indonesia.

Pakar ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan bahwa kebijakan itu dianggap telah mencederai kedaulatan Indonesia sekaligus memenangkan China dalam persaingan mobil dunia.

Pages