LSI

Sejauh Mana Lembaga Survei Semacam LSI, SMRC, atau Charta Politika Bisa Dipercaya?

KONFRONTASI -   Rilis dari sejumlah lembaga survei selalu mewarnai kontestasi Pemilu di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Terkadang kekalahan salah satu kandidat dan kemenangan kandidat lainnya pun sering bisa diprediksi sejak lama lewat survei. 

Namun, tak jarang pula lembaga survei gagal memprediksi. Lantas sejauh mana hasil survei itu dapat dipercaya?

Lembaga-lembaga Survei di Amerika Telah Membuka Diri Untuk Diperiksa. Apakah LSI dkk Mau Membuka Diri dan Jujur Pada Publik Indonesia?

KONFRONTASI -  BAPAK suvei kita, Denny JA hari demi hari memproduksi meme yang berusaha menghancurkan image Prabowo-Sandi (02) dan memuji-muji image dan keberhasilan Jokowi /Makhruf Amin (01).

Rizal Ramli: Daripada Denny JA/LSI Umumkan Survey Ngasal dan “Voodo Statistics”, umumkan saja Jokowi unggul 99,9% atas Prabowo

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli meminta Denny JA/LSI sekalian saja mengumumkan 99,9% Joko widodo unggul atas Prabowo Subianto, daripada  umumkan survei-survei asal-asalan dan ''voodo statistics'' yang mengelabui dan membohongi publik..

''Mas Denny JA , daripada umumkan survey asal-asalan dan “voodo statistics”, lebih baiik umumkan JKW unggul 99,9%,  kepalang basah,'' kata RR, Menko Ekuin Era Presiden Gus Dur, dalam twiternya (08/3/19).. 

Prof Dr Siti Zuhro: LSI Denny JA Penuhi Kejujuran, Keakuratan dan Prinsip Ilmiah

KONFRONTASI - Lembaga Survei Jangan Lakukan Kebohongan Publik Terkait Elektabiltas Capres dan cawapres 2019.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro menyesalkan lembaga survei (LSI) Denny JA yang menyesatkan masyarakat terhadap survey Capres - cawapres untuk Pilpres 2019.

LSI Rabun Ayam, Berani Kelabui Rakyat Indonesia dengan Survey 'Bodong'

KONFRONTASI - Publik menilai elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin  terus merosot dibandingkan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang belakangan ini kian menanjak, naik tajam. Namun yang lucu dan ganjil,  berdasarkan hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Jokowi-Ma'ruf disebut malah  unggul dengan angka elektabilitas 58,7 persen dan angka ini  sangat mengecoh dan menyesatkan publik..Survei bayaran ini makin merusak dan mendistorsi demokrasi kita, dan membuat masyarakat muak pada survei--survei sejenisnya.

Survei LSI Denny JA Diragukan, Jokowi Diunggulkan dengan Data Sesat?

KONFRONTASI - Berbagai kalangan meragukan hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang melambungkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dibandingkan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasalnya, elektabilitas lawan petahana dinilai menanjak, karenanya survei LSI Denny JA yang menyatakan Jokowi-Maruf meraup 52,4 persen suara muslim dianggap suatu hal yang lucu. Terlebih lagi selama ini stigma Jokowi yang kerap disebut anti-Islam begitu kuat melekat di masyarakat.

LSI sebut Potensi Angka Golput di Pemilu 2019 Mengkhawatirkan

KONFRONTASI-Potensi meningkatnya angka golongan putih (golput) atau tidak memberikan suara saat Pemilu 2019 semakin mengkhawatirkan. Apalagi, semakin banyak muncul kampanye atau ajakan untuk golput.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Al Farabi memperkirakan sekitar 30% masyarakat akan golput. Dari catatan LSI sekitar sekitar 10% golput karena alasan yang sifatnya politis dan ideologis. Sedangkan, sisanya yakni sekitar 20% karena alasan teknis dan administratif.

LSI, Surveinya Benar-benar "Ngawur"

Oleh:   Tony Rosyid
 

 

Soal lembaga survei itu berpihak, hal biasa. Survei politik itu butuh biaya. Apalagi jika dilakukan berulangkali, biayanya cukup besar. Mencapai milyaran rupiah. Darimana biaya itu? Yang jelas bukan dari crowdfunding, apalagi dana sedekah. Sumber satu-satunya adalah dari paslon yang berlaga di pilkada dan pilpres. Itu bisnis sah dan halal, selama jaga integritas.

Tentang Survei LSI Denny JA, Prof Dr Siti Zuhro: Lembaga Survei (LSI) Jangan Jual Kecap Untuk Bohongi Rakyat

JAKARTA- Lembaga Survei Jangan Lakukan Kebohongan Publik Terkait Elektabiltas Capres dan cawapres 2019.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro menyesalkan lembaga survei (LSI) Denny JA yang menyesatkan masyarakat terhadap survey Capres - cawapres untuk Pilpres 2019.

''Prinsipnya kami di LIPI itu kan boleh salah, tapi tidak boleh bohong. Kita meminta lembaga survei juga seperti itu, analisisinya atau mungkin margin of error-nya ternyata salah, tapi tidak boleh bohong,” sindir Zuhro.

Pages