21 June 2018

Listrik

Jatuh ke Genangan Air, Remaja Tewas Tersengat Listrik

KONFRONTASI-Seorang remaja putri Rika Abila (15) tewas tersengat listrik di Jalan Bhayangkara Gang Sosial, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pemerintah Tetapkan Harga Batu Bara , Biaya Produksi Listrik Dapat Ditekan Rp300/kWh

KONFRONTASI -  PT PLN (Persero) dapat menekan biaya produksi listrik dari batu bara menjadi sekitar Rp300/kWh setelah harga khusus batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dipatok sebesar US$70 per metrik ton.

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan dengan penetapan harga batu bara saat ini, pihaknya dapat membeli batu bara berkalori 4.200-5.000 kcal/kg GAR dengan harga sekitar US$45 per metrik ton.  Dengan harga tersebut, biaya produksi listrik dari batu bara menjadi sekitar Rp300/kWh.

Menteri Jonan Tegaskan Tarif Listrik Tak akan Berubah Sampai 2019

KONFRONTASI-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa Tarif Dasar Listrik (TDL) atau harga jual listrik sampai ke masyarakat tidak mengalami perubahan sampai pada 2019.

"Tarif listrik atau harga jual listrik tidak akan diubah sampai 2019," kata Jonan ketika menjadi pembicara sosialisasi RUPTL di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan skema tersebut dengan strategi penetapan harga batu bara domestik untuk operasional ketenagalistrikan sudah ditetapkan, yaitu 70 dolar AS per ton. Kalaupun ada harga terendah maka nilai tersebut yang digunakan.

Kedua, ia mengingatkan kembali agar masyarakat atau pelanggan listrik tetap diutamakan dan harus mampu membeli listrik itu sendiri. "Percuma kalau daerahnya terlistriki dan dilewati aliran listrik tetapi tidak mampu membeli listrik, semuanya harus berprinsip keadilan sosial," ucapnya.

Jonan pada kesempatan yang sama mensosialisasikan tentang hasil Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2018 sampai dengan 2027.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan bahwa perubahan terhadap RUPTL 2017-2026 perlu dilakukan mengingat realisasi indikator makro ekonomi tahun 2017 lebih rendah dari target dan berdampak pada pertumbuhan penjualan tenaga listrik PLN.

Oleh karena itu, perlu dilakukan penyesuaian kembali jadwal operasi pembangkit baru yang dituangkan dalam RUPTL 2018-2027.

"Semuanya berdasarkan atas prediksi pertumbuhan ketenagalistrikan dan pertumbuhan perekonomian sekitar 10 tahun ke depan, maka semua disesuaikan," tutur Jonan.

Sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah yaitu menyediakan listrik yang cukup, merata, dan dengan harga yang terjangkau, Jonan meminta PLN untuk memperhatikan beberapa hal sebagai pertimbangan penetapan RUPTL, di antaranya adalah tidak ada kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL).

Perkembangan Program Listrik 35.000 MW versi ESDM

Konfrontasi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan program 35.000 Mega Watt (MW) yang dicanangkan menunjukkan grafik perkembangan. Hingga 1 Februari 2018, tercatat pembangkit listik yang telah beroperasi adalah sebesar 1.362 MW dan yang sedang tahap konstruksi sebesar 17.116 MW.

Dirut PLN Jamin Tarif Listrik Tak Naik Asal Harga Batu Ini Turun

Konfrontasi - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir berani menjamin jika tarif listrik tidak akan naik. Syaratnya, pemerintah harus bisa menurunkan harga batu bara, khususnya untuk kebutuhan pembangkit listrik di dalam negeri.

Sofyan mengatakan, sebenarnya tarif listrik bisa stabil asalkan ‎harga batu bara tidak melonjak. Sebab, batu bara merupakan bahan bakar yang paling banyak digunakan untuk pembangkit listrik di Indonesia.

Tarif Listrik RI Bisa Kalah Saing, Jika Tak Ada Batu Bara Khusus

Konfrontasi - Dewan Energi Nasional (DEN) khawatir tarif listrik Indonesia akan kalah bersaing dengan negara lain, jika pemerintah tidak memberlakukan harga batu bara khusus bagi sektor kelistrikan. 

Anggota DEN Tumiran mengatakan, saat ini tarif listrik Indonesia sudah bersaing dengan negara lain. Namun, kondisi tersebut bisa berubah jika Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik ‎mengalami kenaikan yang berujung pada kenaikan tarif listrik.

Jokowi Harus Basmi Korupsi Infrastrulktur, Listrik, Migas oleh Elite Oligarki Istana

KONFRONTASI-  Presiden Jokowi harus membasmi korupsi infrastruktur di kalangan elite kabinet dan elite istana sendiri, termasuk sektor energi (migas dan listrik) yang membuat harga energi naik dan banyak kebocoran KKN. Jika tidak berbuat, maka Jokowi melakukan kejahatan pembiaran (by omission) yang bisa digugat  masyarakat madani di hari nanti karena dia  melanggar sumpah jabatannya kepada Allah SWT sendiri. Demikian pendapat para analis dan tokoh masyarakat.

Untuk Warga Terisolir di Babel PLN Siapkan Rp17 Miliar Guna Salurkan Listrik

KONFRONTASI -  PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyiapkan Rp17 miliar untuk menyalurkan listrik bagi 1.443 kepala keluarga di tempat terisolir di Bangka Belitung.

General Manager PT Perusahaan Listrik Negara Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia mengatakan secara rasio elektrifikasi, Bangka Belitung telah mencapai 100% meskipun biaya pokok pembangkitan (BPP) dan harga jual listrik tergolong tinggi. Di sisi lain, masih ada warga di beberapa pulau minim penghuni yang belum menikmati listrik.

Listrik Tak Lagi Dikuasai Negara, Dibajak Komplotan Neo-Koruptor

Oleh: Salamuddin Daeng
Peneliti Ekonomi Politik

Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan filosofi Pancasila dan Konstitusi UUD 1945. Seluruh aspek penyelenggaraan negara dan pemerintahan telah diatur di dalam Pembukaan, Batang Tubuh UUD 1945.

Dengan demikian makan dalam menjalankan ketenagalistrikan nasional, pemeritahan Jokowi –JK seharusnya berpijak pada Pancasila dan UUD 1945. Dalam Undang Undang Dasar 1945 (UUD 1945) pasal 33 ayat 2 dan ayat 3 telah ditegaskan bahwa :

Tips Cara Kalau Mau Listrik Lebih Hemat

Konfrontasi - Listrik merupakan salah satu elemen penting bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Tanpa kehadiran listrik, aktivitas sehari-hari sudah tentu tidak akan mampu berjalan.

Mengingat begitu besar perannya, tak heran pesan masyarakat yang mengimbau hemat listrik selalu nyaring disuarakan.

Menghemat penggunaan listrik tidak semata-mata untuk mengurangi tagihannya saja, melainkan juga turut andil dalam menjaga keseimbangan alam, terlebih meningkatnya isu pemanasan global.

Ada banyak cara berhemat listrik, tak sekadar menggunakan barang-barang yang hemat energi. Kebiasaan dalam menggunakan listrik itu sendiri punya andil lebih besar. Baca juga: Hati-hati! Jangan Tertipu Paket Subsidi Listrik PLN

Pemakaian Steker

Tak banyak orang yang menyadari, meskipun tidak dipakai, membiarkan steker listrik tetap terpasang ternyata menguras daya listrik. Untuk itu, pastikan untuk mencabut semua barang elektronik Anda jika tidak benar-benar dipakai. Biasakan untuk mengeceknya sebelum tidur malam.

Biasanya, penggunaan komputer desktop yang paling banyak menguras energi listrik. Barang-barang berikutnya yang perlu Anda cek, yaitu televisi, kipas angin, pemanas air, dan barang-barang kecil lain.

Gunakan Aplikasi dan Teknologi

Saat ini beberapa perumahan baru seperti Villa Sawangan Asri, Martadinata Residence, sampai Harmony East, menerapkan konsep rumah pintar di tiap unitnya. Berbeda fitur, namun intinya tetap mengusung kemajuan teknologi yang ujung-ujungnya berpengaruh terhadap konsumsi listrik di rumah.

Pada konsep smart home, segala pengaturan produk elektronik mulai dari televisi, DVD, sound system, hingga lampu, akan dikendalikan dalam sebuah gadget. Anda cukup mengontrolnya sehingga tidak perlu khawatir dengan jumlah remote yang banyak.

Salah satu produsen di bidang pencahayaan Philips Lighting juga baru-baru ini meluncurkan Lighting Application Center (LAC) yang diklaim bisa membuat masyarakat untuk konsisten dalam menghemat listrik.

Philips LAC menampilkan bagaimana integrasi dari teknologi LED, sistem kontrol pencahayaan, dan perangkat lunak, mampu menciptakan kegunaan dan layanan baru yang memberi manfaat aplikasi pencahayaan baru bagi konsumen.

“Pencahayaan terkoneksi dapat menjadi tulang punggung kota pintar, di mana lampu bisa dinyalakan kapan saja dan di mana saja saat diperlukan, mengoptimalkan pengoperasian, menghemat biaya, dan membantu orang merasa lebih aman dan lebih nyaman,” jelas Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia kepada Rumah.com.

“Tidak hanya itu, fitur ini juga akan menunjukkan bagaimana integrasi teknologi LED, kontrol pencahayaan, dan perangkat lunak, memungkinkan fungsi dan layanan baru yang memampukan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi-aplikasi baru.”

Pages