lembaga survei

Peneliti UI Pertanyakan Independensi Lembaga Survei Komersil

KONFRONTASI-Peneliti Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Rizal E Halim menyesalkan pernyataan Direktur Eksekutif Lembaga Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi yang menuduh KPU curang jika hasil Pilpres tidak sesuai dengan hasil quick count.

"Bagaimana logikanya quick count dengan 1.000 sampai dengan 2.000 sampel TPS dipandang lebih akurat dibanding perhitungan riil yang mencapai sekitar 470 ribu TPS. Logika mana yang bisa membenarkan itu," tanya Rizal menanggapi pernyataan Burhanuddin di Depok, Ahad (13/7).

Kata Pengamat, Harusnya Lembaga Survei Deklarasi Sebelum Rilis Quick Count

KONFRONTASI-Seharusnya semua lembaga survei mendeklarasikan diri sebelum merilis hasil surveinya berupa data quick count, hal ini dikatakan Peneliti Publik, Agung Priatna. Deklarasi itu harus disampaikan dengan tegas dan berulang-ulang jika quick count itu sifatnya prediksi dan sebatas informasi bukan sebagai acuan kemenangan pemilu.

Lembaga survei unggulkan Prabowo siap diaudit

KONFRONTASI-Dua lembaga survei yang hasil hitung cepatnya menunjukkan keunggulan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Indonesia Research Center dan Puskaptis, menyatakan siap diperiksa dan diaudit oleh dewan etik survei. Mereka merasa tidak ada sesuatu yang salah dengan hasil hitung cepat yang dilakukan.

"Mudah sebenarnya kalau mau diaudit. Tinggal dicek di website kami, tinggal di cek ke TPS yang kami datangi. Tidak ada masalah sama sekali," kata Kepala Riset IRC, Yunita Mandolang, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (12/7/2014).

Ini Pernyataan Prabowo, Terkait Polemik Antar Lembaga Survei

KONFRONTASI-Calon Presiden Prabowo Subianto menyesalkan adanya polemik saling serang antar lembaga survei dalam hal perhitungan cepat atau quick count. Polemik ini menjadi semacam teror yang berpotensi meresahkan masyarakat.

"Itulah yang kita sesalkan. Kenapa harus seperti itu. Kenapa harus ada tindakan negatif dan itu kita sesalkan," katanya di kawasan HI, Jakarta, Jumat 11 Juli 2014.

Tidak hanya itu Prabowo juga menyesalkan munculnya intimidasi yang diterima timnya di daerah-daerah saat mengumpulkan data untuk membuat real count.

Masyarakat Diajak Lebih Cerdas Menyimak Kekonyolan Lembaga Survei

KONFRONTASI-Seharusnya lembaga-lembaga survei tidak hanya berbicara metodologi sempit sebatas margin of error dalam hitung cepat Pilpres lalu. Tetapi, lembaga survei harus lebih jauh menjelaskan keterwakilan sampel atas populasi.

Lembaga-lembaga survei harus menjelaskan berapa sampel TPS yang diambil dari masing-masing wilayah, berapa pemilih nomor 1 dan 2 di masing-masing TPS. Jika perlu, sebutkan satu persatu TPS mana saja yang dijadikan sampel.

Koalisi Masyarakat Sipil Setuju Lembaga Survei Segera Diaudit

KONFRONTASI-Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri atas 21 lembaga swadaya masyarakat mendukung agar lembaga survei yang hasilnya saling berbeda hingga membingungkan masyarakat Indonesia untuk segera diaudit.

Siaran pers Koalisi Masyarakat Sipil yang diterima di Jakarta, Jumat (11/7), menyebutkan bahwa pihaknya  menolak segala upaya dan tindakan yang mengarahkan pada situasi rusuh dan kekerasan karena merupakan tindakan antidemokrasi.

Kantor Lembaga Survei JSI Dilempar Molotov

KONFRONTASI-Orang tak dikenal diduga melempar botol molotov di kantor lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI), Jalan Warung Jati Timur, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kanit Reskrim Polsek Pancoran, AKP Suroto membenarkan pihaknya mendapatkan laporan adanya pelemparan bom molotov itu, dini hari tadi.

"Ya, betul ada (laporan pelemparan molotov). Itu di Kantor JSI. Tidak sampai meledak," ujar Suroto saat dihubungi pers, Jumat (11/7).

Peneliti UI : Perbedaan hasil hitung cepat cederai kaidah survei

KONFRONTASI-Perbedaan hasil hitung cepat atau quick count yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei setelah Pilpres 9 Juli 2014, telah mencederai kaidah dan etika penyelenggaraan survei, hal ini disampaikan Direktur Lingkar Studi Efokus Rizal E Halim.

"Setidaknya tiga hal mendasar yang perlu dikritisi dari quick count Pilpres 2014," kata Rizal yang juga peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) menanggapi perbedaan hasil hitung cepat pilpres 2014 di Depok, Jabar, Jumat.

Pages