lebih berbahaya

Longmarch ke Kawasan Istana, Buruh: Omnibus Law Lebih Berbahaya dari Covid!

KONFRONTASI -    Sejumlah massa buruh mulai berdatangan ke area Patung Kuda, Jalan Medan Medeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020).

Mereka melakukan aksi demo menolak UU Omnibus Cipta Kerja dan menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi mereka mulai datang sekira pukul 11.47 WIB. Mereka sebelumnya berkumpul di area Tugu Tani lalu melakukan longmarch ke Area Patung Kuda.

Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari COVID-19

KONFRONTASI -  Ekonom senior Faisal Basri kritik keras Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Faisal menyebut Luhut lebih berbahaya daripada virus corona.

Faisal sendiri tidak bicara banyak soal apa yang dia maksud Luhut lebih berbahaya dari virus corona dalam cuitannya.

"Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19," cuit Faisal dalam akun Twitter @FaisalBasri, dilihat detikcom, Jumat (3/4/2020).

Mana yang Lebih Berbahaya, CR 7 atau Neymar?

KONFRONTASI -  Cristiano Ronaldo dan Neymar akan mendapat sorotan jutaan pasang mata di seluruh dunia saat Real Madrid bentrok dengan Paris Saint Germain (PSG) pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2017/2018 di Santiago Bernabeu, Kamis (15/2/2018) dini hari WIB. Ini bakal menjadi ajang pembuktian siapa yang menjadi pemain terbaik di lapangan hijau.

Jajak Pendapat Koerber Foundation:Trump lebih berbahaya dari pada Korut, Rusia

KONFRONTASI -  Jerman menganggap Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai tantangan lebih besar bagi kebijakan luar negerinya dari pada pemimpin-pemimpin otoriter di Korea Utara, Rusia atau Turki.

Kesimpulan ini didapat dari hasil jajak pendapat Koerber Foundation.

Yang memuncaki keprihatian luar negeri Jerman adalah masalah pengungsi dengan 26 persen responden mengkhawatirkan kemampuan Jerman dalam mengatasi banjir pencari suaka.

Jajak Pendapat Koerber Foundation:Trump lebih berbahaya dari pada Korut, Rusia

KONFRONTASI -  Jerman menganggap Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai tantangan lebih besar bagi kebijakan luar negerinya dari pada pemimpin-pemimpin otoriter di Korea Utara, Rusia atau Turki.

Kesimpulan ini didapat dari hasil jajak pendapat Koerber Foundation.

Yang memuncaki keprihatian luar negeri Jerman adalah masalah pengungsi dengan 26 persen responden mengkhawatirkan kemampuan Jerman dalam mengatasi banjir pencari suaka.