Lebanon

Jika Israel Terbukti Dalangi Ledakan di Beirut, Hizbullah Siap Serang Balik

Konfrontasi - Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, berjanji akan menyerang Israel jika hasil investigasi menyatakan ledakan besar di Beirut sebagai sabotase negara Yahudi tersebut.

Dugaan penyebab ledakan besar di Pelabuhan Beirut, Lebanon, dua pekan lalu masih tanda tanya. Sejumlah negara seperti Prancis yang dua warganya tewas dalam insiden tersebut serta Amerika Serikat mendesak dilakukan penyelidikan independen.

Investigasi Ledakan Beirut, Lebanon Izinkan Keterlibatan Penyelidik Asing Termasuk FBI

KONFRONTASI-Pemerintah Lebanon akhirnya menyetujui keterlibatan penyelidik asing untuk ikut mengungkap fakta dibalik ledakan besar di Pelabuhan Beirut, setelah sebelumnya Presiden Michel Aoun menolak melibatkan pihak luar untuk menyelidiki insiden berdarah yang terjadi 4 Agustus lalu itu.

Ledakan di Pelabuhan Beirut Tenggelamkan Kapal Pesiar, Pemilik Ajukan Gugatan

KONFRONTASI-Pemilik kapal pesiar Lebanon, Orient Queen, yang tenggelam akibat ledakan besar yang menghancurkan pelabuhan Beirut mengajukan gugatan terhadap otoritas yang bertanggung jawab.

Dua awak kapal Orient Queen tewas dan tujuh lainnya cedera pada hari Selasa ketika 2.750 ton amonium nitrat terbakar dan menyebabkan ledakan yang meratakan pelabuhan Beirut dan menghancurkan sebagian besar Ibu Kota Lebanon.

Turki Siap Bantu Lebanon Bangun Kembali Pelabuhan Beirut yang Luluh Lantak Akibat Ledakan

KONFRONTASI-Pelabuhan Beirut yang hancur karena ledakan, siap dibantu oleh Pemerintah Turki untuk membantu Lebanon membangun kembali Pelabuhan tersebut.

Kesediaan Ankara itu disampaikan Wakil Presiden Fuat Oktay saat berkunjung ke Lebanon, Sabtu (8/8/2020).

"Pelabuhan Mersin di Turki, di Mediterania, siap membantu Pelabuhan Beirut," katanya, seperti dilansir Hurriyet Daily News.

Wakil Erdogan tersebut mengatakan, semua rumah sakit Turki dan ambulans udara juga melayani warga Lebanon yang jadi korban ledakan.

Update Ledakan Lebanon: Meninggalnya Istri Dubes Belanda hingga Dugaan Bom atau Rudal

Konfrontasi - Ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) petang waktu setempat kemarin masih menyisakan luka dan kesedihan.

Amonium nitrat diduga menjadi penyebab utama ledakan dahsyat yang dirasakan hingga 10 kilometer itu.

Diketahui, sekitar 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang pelabuhan selama enam tahun karena alasan yang belum diketahui.

Berikut update terkini terkait ledakan Lebanon, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (8/8/2020):

1. Korban

Pejabat Pelabuhan Beirut Ditahan Terkait Ledakan di Lebanon

KONFRONTASI-Pejabat pelabuhan Beirut yang mengawasi penyimpanan amonium nitrat sejak 2014 ditetapkan sebagai tahanan rumah setelah ledakan dahsyat mengguncang Lebanon. Para pejabat tersebut menjadi tahanan rumah sampai ditemukan pihak yang bertanggungjawab atas ledakan tersebut.

Dilansir Reuters dan AFP, Rabu (5/8/2020), tidak jelas berapa pejabat yang akan ditetapkan sebagai tahanan rumah tersebut. Tentara diberi kewenangan untuk mengawasi para pejabat tahanan rumah.

Ledakan di Lebanon: Korban Tewas Jadi 135 Orang, Korban Luka 5.000 Orang

KONFRONTASI-Korban tewas dari ledakan besar yang mengguncang Beirut, Lebanon bertambah menjadi 135 orang. Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hassan mengatakan ada setidaknya 5.000 orang terluka akibat kejadian tersebut.

Dilansir dari CNN, Rabu (5/8/2020), puluhan orang masih dinyatakan hilang usai kejadian ledakan dahsyat tersebut. Upaya penyelamatan pun masih terus berlanjut.

Ledakan di Lebanon Munculkan Kawah Selebar 124 Meter

KONFRONTASI-Ledakan besar di Lebanon memunculkan kawah Beirut yang berdiameter 405 kaki atau sekitar 124 meter. Lebar kawah itu berdasarkan analisis CNN dari citra satelit Planet Labs.

Dilansir dari CNN, Kamis (6/8/2020), jarak itu berarti lebar kawah melebihi panjang lapangan sepak bola.

CNN menggunakan perangkat lunak geospasial untuk mengukur citra satelit di lokasi ledakan. Penilaiannya akurat dalam jarak 10 meter.

Lebanon Masuki Lembah Krisis Baru

OPINI-Ketika tersiar berita terjadi ledakan dahsyat—lebih dari 100 orang tewas, lebih dari 100 orang hilang, dan lebih dari 4.000 orang terluka, 250.000 orang kehilangan rumah tinggal—di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) pukul 18.00 waktu setempat atau 20.00 WIB, segera muncul pertanyaan: siapa pelaku peledakan tersebut?

Pages