LBP

Faisal Basri soal Luhut Panjaitan dan Pandemi Corona, "Luhut Panjaitan lebih Berbahaya dari coronavirus COVID-19," cuit Faisal Basri

KONFRONTASI- Beberapa waktu yang lalu ekonom senior Faisal Basri di media sosial sempat menyebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lebih berbahaya ketimbang virus COVID-19 alias virus corona.

"Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19," tulisnya melalui akun Twitter-nya.

Surat Terbuka Masyarakat (Intelektual dan Jenderal Purn) kepada Presiden Jokowi, Menuntut agar Berhentikan Luhut B Panjaitan

Dari  redaksi: Surat terbuka masyarakat ini dikirim ke redaksi, intinya  permintaan terbuka kepada Presiden Jokowi dengan menuntut agar memberhentikan Luhut B Panjaitan. Redaksi belum tahu bagaimana respon dari Pak Luhut soal tuntutan masyarakat madani ini, mungkin saja  ada respon dari Pak LBP  hari-hari ke depan. Sekedar mengingatkan, demokrasi  adalah dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Semoga Tuhan YME  senantiasa meridhoi, melindungi dan menolong bangsa dan negara RI . 

 

Medio April.2020

Luhut Binsar Panjaitan vs Said Didu, Refleksi Dr Fuad Bawazier

 

 

LUHUT VS DIDU: 

Said Didu memberikan opini terhadap situasi yang di hadapi Indonesia maupun terhadap Luhut B Panjaitan. Pengamat yang lain, Faisal Basri, juga memberikan opininya terhadap Luhut. Itu yang dimuat media. Opini ataupun kritik terhadap Luhut yang tidak dimuat media tentu jauh lebih banyak. Itulah konsekuensi publik figur, apalagi yang menduduki jabatan penting di pemerintahan, harus siap dan lapang dada dikritik. 

Dukungan Masyarakat untuk Said Didu dan Faisal Basri Menghadapi Luhut B Panjaitan

Dari redaksi: Kelompok-Kelompok masyarakat ini meminta Presiden agar 'memecat' Luhut Binsar Panjaitan: Dukungan Masyarakat untuk Said Didu dan Faisal Basri Menghadapi   Luhut B Panjaitan. Bagaimana respon LBP? Mungkin  direspon atau terjadi beberapa hari  ke depan ini. 
 

Rizal Ramli: RI Negara Hukum dan Demokrasi, Elite Jangan Offset Terlalu Jauh

KONFRONTASI- Tokoh nasional DR Rizal Ramli (RR) mengingatkan pemerintah Jokowi dan masyarakat bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dan negara hukum, sehingga elite penguasa tidak boleh sewenang-wenang menghadapi kritik dan koreksi dari civil society (masyarakat madani) terkait kepentingan publik dan kebijakan publik yang merugikan rakyat.

Peter Gontha: Kalian Kayak Nggak Tahu RR aja? RR itu setia terhadap Cita-cita

KONFRONTASI-  Dubes RI untuk Polandia Peter Gontha mengungkapkan bahwa komentar-komentar  tentang Rizal Ramli ( RR ) di media sosial itu  cemen amat. ''RR itu setia terhadap cita-cita,   bukan individu, berlaku sejak era  Soeharto.'' kata Peter Gontha, Dubes Presiden Jokowi untuk Warsawa.

''. Kayak nggak kenal RR aja ? I demand an apology .. disuruh Luhut ya ??'' kata Peter menyodok 'dikit' Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan (LBP), yang juga  sahabat Peter sekaligus sahabat  RR.

Ekonomi Indonesia Terpuruk & Lumpuh Layu, #IndonesiaNeedRizalRamli Menggema di Twitter

KONFRONTASI-  Berbanding terbalik dengan banyaknya kecaman dan kekecewaan terhadap Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan dan Presiden  Jokowi, justru jagat sosial media twitter diramaikan dengan tagar #IndonesiaNeedRizalRamli. Tagar ini masuk dalam jajaran trending topic (TT) Indonesia pada Sabtu, (21/3/2020).

Warga Net sendiri awalnya mengkhawatirkan kondisi perekonomian saat ini yang kian terpuruk dan lumpuh layu  lantaran wabah virus Corona atau yang lebih dikenal dengan Covid-19.

Dialog Luhut Panjaitan dan Rizal Ramli, Dua Sahabat yang Kadang Beda Pendapat

DIALOG  LBP DAN RR: Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan (tengah) berdialog dengan mantan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dalam perayaan Natal dan Tahun Baru di Kantor Menko Maritim, di Jakarta, Selasa (7/1). LBP dan RR adalah dua sahabat lama. Keduanya pernah menjadi menteri dalam pemerintahan Abdurrahman Wahid.

Sri Mulyani dan Luhut Panjaitan jadi Menteri Lagi, Bagus itu

KONFRONTASI- Presiden Joko Widodo pagi tadi sudah mengumumkan dan melantik para menteri yang jadi pembantunya. Komentar dan respon pun berhamburan. Ada yang pro, juga kontra. Biasa.

Seperti telah diduga sebelumnya, masuknya Prabowo Subianto dalam jajaran pembantu Joko menyita porsi lumayan dominan dalam parade komentar. Yang pro bilang, Prabowo masuk untuk memperbaiki dari dalam, untuk meningkatkan kualitas pertahanan dan kedaulatan NKRI dari rongrongan musuh eksternal, dan seterusnya, dan sebagainya. 

Pages