Kulon Progo

Bagaikan Ngopi di Atas Awan, Begini Indahnya View Coffee Angkasa Kulon Progo

KONFRONTASI -    Yogyakarta menjadi gudangnya wisata kece, mulai dari destinasi budaya hingga tempat nongkorng kekinian semuanya ada. Salah satu yang kini sedang hits di kalangan milenial ialah Coffee Angkasa. Menyuguhkan konsep kafe di ketinggian, Coffee Angkasa ini siap membuat kalian betah menghabiskan waktu bersantai hingga larut malam.

Berlokasi di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, nama Coffee Angkasa ini semakin hits kalah thread-nya diunggah oleh pengguna akun Twitter @ellyaqul beberapa waktu lalu.

Pulang Kampung, Karantina Dulu: Ini Kisah Poniran Mengisolasi Diri di Hutan Kulon Progo

KONFRONTASI -   Poniran menjadi satu dari sekian banyak pemudik yang pulang dari kota tempat mengais rezeki menuju kampung halaman. Dia pulang dari Tangerang ke Kulon Progo pada Minggu 19 April 2020. Pria berusia 30 tahun itu terpaksa pulang kampung, setelah pabrik tempatnya bekerja merumahkannya.

Batik Air Resmi Buka Dua Rute Baru di Indonesia

Konfrontasi - Batik Air hari ini meresmikan dua rute favorit yang terhubung langsung dengan Samarinda, Kalimantan Timur, menuju Denpasar, Bali dan Kulon Progo, Yogyakarta. Penerbangan ini menempatkan Batik Air sebagai maskapai pertama dan satu-satunya yang melayani kedua kota non-stop berjadwal dengan frekuensi terbang masing-masing satu kali per hari. 

AP I: Bandara NYIA Layani Penerbangan Internasional Akhir April

Konfrontasi - PT Angkasa Pura I menyatakan Bandara New Yogyakarta International Airport atau Bandara NYIA atau Bandara Kulon Progo selambat-lambatnya bisa beroperasi melayani penerbangan internasional akhir April 2019 ini.

“Untuk progress full operation bandara NYIA sudah tercapai 45 persen baik sisi udara maupun darat, tapi untuk progres dengan target international operation April ini sudah 93 persen,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Agus Pandu Purnama saat dihubungi Jumat 5 April 2019.

Warga Kulon Progo Sebut Jokowi Tidak Pedulikan Rakyat

KONFRONTASI- “Nama saya Biyem.”  Demikian, perempuan berjilbab hijau itu memperkenalkan diri ketika didatangi rumahnya di Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kulon Progo, Jumat (8/12).

Puluhan orang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Rakyat Tolak Bandara mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (16/1/2018) siang.Hasil gambar untuk penindasan jokowi di kulon progo 2018

Tak hanya membawa bendera aneka warna, tampak beberapa peserta aksi membentangkan spanduk bertuliskan "Stop Penggusuran Paksa Terhadap Tanah Petani di Kulon Progo".

Puluhan petugas Kepolisian baik dari Poleresta Yogyakarta dan Polsek Danurejan juga nampak berjaga di sekitar kantor DPRD DIY.

Tepat di depan gerbang masuk kantor tersebut, peserta aksi melakukan orasi dan dilanjutkan dengan meminta akses guna bertemu anggota DPRD DIY.

Fikri M Faroek (21), koordinator aksi, mengatakan aksi yang digelar berkaitan penggusuran paksa yang terjadi pada 8-9 Januari 2018, di lahan yang rencananya akan dibangun Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Mereka menuntut agar Pemerintah menghentikan perampasan hak masyarakat Kulon Progo dalam mempertahankan lahannya.

Menurut Fikri, tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan pada kegiatan land clearing kemarin tak seharusnya dilakukan.

"Pembangunan bandara yang dilakukan oleh rezim Jokowi-Jusuf Kalla tidak pernah memikirkan kepentingan rakyat. Kenapa bisa begitu? Karena semua itu berhubungan dengan arus modal dan untuk mempertahankannya sampai melakukan tindakan represif seperti kemarin," jelasnya.

Karena itu, pihaknya mengecam keras tindakan kekerasan oknum aparat terhadap warga yang masih mempertahankan lahannya dari pembangunan Bandara NYIA.

KETERANGAN BIYEM
Di rumah berdinding batako itu, Biyem tinggal bersama suaminya, Jumari. Di rumah itu tinggal pula anak, menantu serta tiga orang cucu. Total tujuh orang tinggal di bangunan kecil yang berdiri di atas lahan yang diklaim Jumari seluas 450 meter itu.

Jumari mengingat tanah itu diperolehnya pada tahun 1995. Kini, rumah pasangan Jumari dan Biyem terancam dirobohkan oleh Angkasa Pura I untuk pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Namun, Biyem dan Jumari memilih bertahan. Rumah-rumah di sekitarnya telah rata dengan tanah. Tak hanya rumah, pemakaman di Desa Palihan pun ikut tergusur karena Angkasa Pura mengebut proses land clearing untuk pembangunan bandara.

"Saya akan bertahan sampai mati, sampai kapan pun saya tidak mau pindah dan tetap akan di sini," kata Biyem.

Menurut Biyem, dia senang tinggal di rumahnya sekarang. Nyaman, kata dia. Jumari mengatakan, dia memilih bertahan karena dia memikirkan masa depan anak cucunya.

"Anak cucu itu nantinya kan untuk bermukim di sini dan di sini ini sudah enggak ada perbandingannya enaknya, enaknya macam-macam," kata dia.

Sehari-hari, Biyem dan Jumari mengandalkan hidupnya pada ternak dan tani. Enam ekor kambing, kata Jumari sudah cukup untuk hidup.

"Gusti Allah yang mengatur," katanya.

Kiat Menhub Dekati Warga yang Tolak Bandara Kulon Progo

Konfrontasi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan merangkul dan melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga yang menolak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Yogyakarta.

Budi yakin melalui komunikasi yang baik, persuasif, dan hati-hati, warga akan mengerti serta lebih memahami tujuan pembangunan bandara. Menurut dia, bandara dibangun justru untuk kemajuan, kemaslahatan, dan kepentingan masyarakat umum, khususnya warga Kulon Progo.

Anda Berdomisili di Kulon Progo? Dinas Pekerjaan Umum Cari Pegawai

KONFRONTASI - Sehubungan akan dilaksanakannya Kegiatan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni Tahun Anggaran 2017 dengan sumber pendanaan berasal dari Dana Alokasi Khusus Bidang Perumahan 2017, maka Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulon Progo Yogyakarta membutuhkan Tenaga Fasilitator.

Dinas Pekerjaan Umum sendiri merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang Pekerjaan Umum yang dipimpin langsung oleh seorang Kepada Dinas (Kadin).

Tanjung Adikarto Kulon Progo Siap Diuji Coba

Konfrontasi - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulon Progo siap diuji coba pada Januari 2016.

"Sesuai konsep kami, uji coba Pelabuhan Tanjung Adikarto bisa dilaksanakan pada Januari mendatang (2016)," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo di Yogyakarta, Selasa (29/12).

Produksi Perikanan Tangkap Kulon Progo Belum Mencapai Target

Konfrontasi - Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mencapai target karena banyak nelayan di wilayah ini yang beralih profesi.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulon Progo Prabowo Sugondo di Kulon Progo, Senin (14/12), mengatakah hingga triwulan ketiga, hasil tangkap baru mencapai 1.045,67 ton atau 50 persen dari target 2.034 ton pada 2015.

Menteri Agraria dan Tata Ruang: Pembebasan Lahan Bandara Kulon Progo Dipercepat

Konfrontasi - Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan menegaskan, pembebasan lahan untuk Bandara Kulon Progo akan dipercepat. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengembangkan pariwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lebih lanjut dia mengatakan, pengukuran tanah akan dimulai Senin, 16 November 2015. Fery bilang, tanah yang sudah siap akan langsung dikerjakan.

Pages