18 August 2018

kriminal

Apa Kabar Kasus "Kardus Durian"? Kenapa Cak Imin Tak Kunjung Dijerat?

KONFRONTASI-Pengakuan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di acara Indonesia Lawyers  Club (ILC) (14/8/2018) soal adanya tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang meminta penyelamatan atas seorang Ketum Parpol dari kasus “kardus durian”, berbuntut panjang.

Pengamat politik Muslim Arbi menegaskan, pengakuan Mahfud MD itu seharusnya ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Menurutnya, jika kasus itu tidak didiamkan justru akan menjadi menuai tanda tanya besar. KPK akan dinilai tebang pilih dalam penegakan hukum kasus korupsi.

Alamak, Sekuriti Nyambi Jadi Penjahat Jalanan

KONFRONTASI-Kepolisian Sektor (Polsek) Tegalsari Surabaya menangkap seorang sekuriti berinisial CA yang dalam kesehariannya juga kerap melakukan tindak kejahatan jalanan.

Polisi: Insiden Bendera di Kalibata City Bukan Penurunan Paksa, Tapi Penertiban

KONFRONTASI-Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan menjelaskan bahwa petugas keamanan Apartemen Kalibata City (Kalcit) berupaya untuk menertibkan pemasangan Bendera Merah Putih, bukan menurunkan atau mencopot paksa.
    
“Perlu dibedakan antara penurunan dan penertiban. Jika bendera dipasang di tiang lalu dicopot, itu penurunan. Tetapi jika ingin diatur (pemasangannya), itu penertiban,” terang AKBP Stefanus saat ditemui di Jakarta, Kamis malam.
     

Kenapa Bendera Merah-Putih Dicopot di Apartemen Kalibata City?

KONFRONTASI-Sebuah insiden kembali terjadi di Apartemen Kalibata City, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Bukan masalah prostitusi atau narkoba, tetapi kali ini keributan antara penghuni dan pengelola gara-gara pencopotan bendera Merah-Putih.

Keributan itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video itu, sejumlah penghuni bersitegang dengan pria yang diduga pengelola apartemen karena pencopotan bendera Merah-Putih.

Dihipnotis, IRT Kehilangan Rp168 Juta

KONFRONTASI-Apa yang menimpa Suyati (58), warga Terban RT 10/RW 2 Gondokusuman, Yogyakarta ini bisa menjadi pelajaran. Gara-gara terlalu percaya pada orang yang baru dikenalnya korban tertipu hingga ratusan juta rupiah.

Kanit Reskrim Polsek Jetis Iptu Muzakki menceritakan peristiwa itu berawal ketika Sabtu (11/8/2018) sekitar pukul 06.30 WIB korban tengah berbelanja di Pasar Kranggan Yogyakarta. Saat tengah asik berbelanja tiba-tiba korban didatangi oleh seorang perempuan yang mengaku bernama Erna.

Begal Sadis Tewas Terbentur Beton Irigasi Saat Dikejar Warga

KONFRONTASI-Begal sadis tewas setelah tercebur dan kepalanya terbentur beton saluran irigasi di Jalan Raya Rancamalaka, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jasad Andre Hermanto (23) dievakuasi petugas ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, sedangkan rekannya M. Akbar (24) hanya luka-luka.

”Tersangka tewas di lokasi karena menderita luka parah di bagian kepalanya akibat terbentur dinding beton saluran irigasi,” kata Kapolsek Cikarang Timur, Kompol Warija, Senin (13/8/2018).

Sementara tersangka Akbar hanya mengalami luka lecet dan memar di bagian kepala, tangan dan kaki. Kedua tersangka terjatuh dari kendaraannya karena panik dikejar massa setelah berusaha menggasak sepeda motor Honda Beat bernopol B 4887 FKL milik korban, Tasim, 18.

Warija mengatakan, aksi pembegalan itu terjadi saat korban Tasim tengah melintas di Jalan Raya Kampung Bugelsalam RT 02/01, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur pada Jumat 10 Agustus 2018 sekitar pukul 22.30 WIB. Korban hendak pulang kerumahnya.

Saat itu, korban melaju beriringan dengan rekannya Niko (19) yang juga naik sepeda motor usai berkunjung ke Taman Sehati Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur. Di lokasi kejadian, korban mendadak berhenti karena kebelet buang air kecil.

Situasi itu dimanfaatkan para pelaku yang tiba-tiba menghampiri Tasim untuk berpura-pura menanyakan sebuah alamat. Tidak disangka, pelaku Andre malah membacok tangan kanan Tasim menggunakan celurit hingga mengucurkan darah. ”Pelaku meminta korban menyerahkan kunci sepeda motor,” katanya.

Namun, korban memilih kabur ke sawah warga. Tersangka Andre rupanya tidak hilang akal, dia justru mendorong motor korban dengan rekannya Akbar. Melihat kendaraannya dibawa kabur pelaku, Tasim berteriak hingga mengundang perhatian temannya Niko yang di tengah perjalanan.

Dibantu warga, saksi mengejar para pelaku menggunakan kendaraannya. Tersangka Akbar kemudian meninggalkan sepeda motor korban dan beralih ke rekannya Hermanto yang sudah siaga di atas motor. Mereka berdua lalu kabur menggunakan motornya.

Prostitusi Anak Terbongkar, ABG Dipatok Tarif Rp600 Ribu

KONFRONTASI-Polisi berhasil membongkar prostitusi anak yang dilakukan melalui media sosial. Dalam setiap transaksinya, korban yang seorang pelajar SMA dipasang tarif Rp600 ribu untuk short time dan Rp900 ribu untuk long time.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Faruk Rozi mengatakan jaringan prostitusi ini telah beroperasi sejak lama. Mucikari Asep Nurmansyah (33) memanfaatkan ekonomi dan keluguan korban berinisial YA (15).

Walah, Petugas Lapas Narkotika Malah Positif Gunakan Narkoba

KONFRONTASI-Empat pegawai Lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti positif menggunakan narkoba. Hal ini terungkap setelah tim dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Musi Rawas melaksanakan tes urine terhadap 59 petugas lapas Narkotika. Sebagai tindak lanjutnya keempat petugas lapas tersebut kemudian dilakukan asesmen, Senin (13/8/2018).

Tragis, Rahmawati Tewas Terseret Kuda Wisata

KONFRONTASI-Rahmawati (19), pengunjung wisata hutan Pinus Gogoniti, Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur terjatuh dari kuda milik wahana wisata. Sialnya kaki Rahmawati tersangkut tali pelana dan kuda yang berlari kencang menyeretnya sejauh 50 meter.

Akibat luka yang diderita, gadis asal Desa Sumberboto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang itu tewas di lokasi kejadian. “Betul,  korban meninggal dunia akibat terjatuh dan terseret kuda,” ujar Kasatreskrim Polres Blitar AKP Rifaldhy Hangga Putra.

Cemburu Buta, Zeri Aniaya Istri Hingga Tewas

KONFRONTASI-Risna Sitinjak (30), perempuan yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya di RT/RW 05, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok diduga dibunuh suaminya. Pembunuhan tersebut ditengarai karena persoalan cemburu dan ‎pertengkaran rumah tangga.

Polisi pun menangkap suami Risna, Zeri (22), beberapa saat setelah geger penemuan mayat di kontrakan tersebut.

Kabar penangkapan suami Risna tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Bintoro. "Bahwa Pelaku pembunuhan berhasil ditangkap oleh team gabungan Ditreskrimum PMJ, Polres Depok dan Polsek Cimanggis," kata Bintoro seperti dalam pesan singkat yang diterima PR, Senin 13 Agustus 2018.

Sementara itu berdasarkan penuturan Yuyun (41), Zeri menganiaya dengan cara mencekik leher Risna.

Ia merupakan pemilik rumah kontrakan korban, dan mengaku sempat dimintai keterangan oleh polisi di Polsek Cimanggis. Di sana, Yuyun bertemu dengan suami korban yang diketahui bernama Zeri (22). Zeri, tuturnya, telah berada di dalam sel. Rambut Zeri yang juga sopir ojek online itu sudah digunduli.

"Dicekik terus ditinggal (di dalam rumah)," ucapnya saat ditemui di kediamannya tak jauh dari rumah kontrakan. 

Pintu rumah juga dikunci Zeri dari luar. Aksi kekerasan Zeri diduga menjadi penyebab kematian korban. Yuyun menuturkan, motif Zeri menganiaya isterinya karena cemburu dan kesal. Musabab kecemburuan tak dijelaskan Zeri. Dia hanya mengaku sudah sulit berkomunikasi dengan sang isteri.

"Istri saya sudah enggak bisa diajak omong-omong dengan baik," ucap Yuyun menirukan pengakuan Zeri. Pengemudi ojek online itu, lanjutnya, dicokok polisi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dia menambahkan, dua sejoli tersebut telah memiliki dua anak kecil yang dirawat mertua pihak suami. Yuyun mengenang Risna sebagai sosok perempuan yang baik dan ramah kepadanya.

Pages