6 December 2019

KPU

KPU Harus Tanggung Jawab Secara Hukum Banyaknya Anggota KPPS Meninggal Dunia

KONFRONTASI -  

Masalah nyawa manusia, warga negara Indonesia, tak bisa dianggap hal biasa. Apalagi hanya diusulkan untuk diberikan santunan. Dalam konteks banyaknya anggota KPPS meninggal dunia, bahkan mencapai 144 orang, Komisi Pemilihan Umum (KPU), harus bertanggung jawab.

“Ini masalah nyawa warga negara Indonesia. Termasuk juga banyak yang sakit. KPU sejak awal bekerja ngasal tanpa perencanaan yang matang. Baru pemilu kali ini menelan banyak korban jiwa,” kata Ketua Perkumpulan Swing Voters Adhie Massardi, Kamis (25/4/2019).

KPU, Gunakan Nuranimu...

Pilpres 2019 ini adalah pilpres paling melelahkan. Sejak akhir 2018 hingga hari ini publik disuguhi pertengkaran, apalagi di dunia maya. Riuh.

Pendukung dua kubu saling tuding, siapa yang curang? Siapa bohong?

Rakyat bingung. Dua kubu saling mengklaim paling unggul. Bahkan, satu kubu berani menyatakan menang. Dua duanya punya data, dua duanya punya bukti.

Pilpres: AS, Uni Eropa, Vatikan dan Dunia Internasional Melihat & Mengetahui Kecurangan Pemilu Ini, ungkap Aktivis dan Analis

M Arik Alfiki, Remaja Peretas KPU Mendapat Tawaran Bekerja di Mabes Polri

 

KONFRONTASI – M Arik Alfiki remaja berusia 19 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat, yang mencoba melakukan penetrasi ke laman KPU dikabarkan pihak keluarga mendapat tawaran pekerjaan dari Tim Cyber Mabes Polri.

Biar Tidak Salah Input, Anggota KPU Disarankan Pakai Kartu Indonesia Pintar

KONFRONTASI  -   Komunitas Relawan Sadar (Korsa) menduga ada yang tidak beres dengan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) khususnya dalam proses input C1 Pemilu 2019 pada Sistem Informasi Penghitungan (Situng). Pasalnya, banyak ditemukan kesalahan input data C1 yang condong menguntungkan pasangan calon 01 Jokowi-Maruf. Dan kesalahan itu terkesan konsisten dilakukan penyelenggara pemilu.

AS, Uni Eropa, Vatikan dan Dunia Internasional Melihat & Mengetahui Kecurangan Pemilu Ini, ungkap Aktivis dan Analis

KONFRONTASI- Daulat rakyat dan Prabowo Subianto  terus dicurangi secara luar biasa, bangsa kita pun dipermalukan sedemikian rupa dengan kecurangan brutal dalam pemilu kini, dan  semua itu  jadi pengetahuan umum para jurnalis, pemantau, diplomat/ pemimpin Uni Eropa, Amerika Serikat, Vatikan, Jepang dan dunia internasional.

Pilpres: Drone Emprit Mentahkan Klaim Fisipol UGM Soal Ketidakpercayaan ke KPU

KONFRONTASI- Hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset media sosial Drone Emprit dan Media Kernel Indonesia menemukan kesimpulan yang berbeda dengan hasil DPP Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM). Suara-suara ketidakpercayaan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) disuarakan oleh akun-akun riil dan bukanlah akun robot.

Oleh : Eko P |

Mewaspadai Penggelembungan (dan Pemotongan) Suara di SITUNG KPU

Mewaspadai Penggelembungan (dan Pemotongan) Suara di SITUNG KPU
Oleh: Gede Sandra
(Analis Pergerakan Kedaulatan Rakyat)

Dr.Ahmad Fauzi, ahli dari ITB : KPU Tidak Bisa Curang Seenaknya

KPU TIDAK BISA CURANG SEENAKNYA.....

catatan Dr.Ahmad Fauzi, ahli dari ITB

Lulusan terbaik di Amerika Serikat akan menguliti KPU....setajam silet.....rasanya ingin menangis..... tapi air mata mahal..

insyaAllah PRABOWO menang TOTAL !!!

Inilah jawaban kenapa angka kemenangan Prabowo merosot tajam dalam waktu 4 jam Shubuh ini..

---------------

Remaja Peretas Situs KPU Diperiksa Bareskrim

KONFRONTASI-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tersangka MAA, pelaku percobaan peretasan terhadap situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), kini tengah diperiksa penyidik di Bareskrim Polri.

"Saat ini tersangka dalam pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri," kata Brigjen Dedi saat dihubungi, Jakarta, Rabu.

Pages